Hipmi Gali Potensi Ekonomi Pesantren Menggandeng Perguruan Tinggi

PAMEKASAN HEBAT – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pamekasan, Jawa Timur, menggandeng perguruan tinggi untuk menggali potensi ekonomi di pondok pesantren, sebagai upaya menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah itu yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kami memiliki keyakinan, kerja sama segi tiga antara Hipmi dengan perguruan tinggi dan pondok pesantren yang ada di Pamekasan akan berdampak luar biasa terhadap pengembangan ekonomi di Pamekasan ini,” Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Pamekasan Qoyyim Asy’ari seperti dilansir sejumlah media di Pamekasan, Minggu (27/12/2020).

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki massa yang tidak sedikit, sehingga secara ekonomi, lembaga tersebut juga memiliki potensi bisnis yang luar biasa.

Hanya saja, kelemahan di pesantren pada pola pengelolaan administrasi, keterampilan dan sumber daya manusia (SDM). [Baca Juga: Susunan Pengurus HIPMI Pamekasan Periode 2020-2023]

Jika perguruan tinggi bersedia menjadi pendamping seperti memberikan arahan pola manajemen usaja, sistem pemasaran dan pengemasan barang, maka akan saling melengkapi dalam membantu kekurangan yang ada di kalangan pesantren.

“Untuk itu, Hipmi hadir sebagai mediator, guna menjembatani dua potensi baik di dua komunitas berbeda ini, yakni komunitas pesantren dan perguruan tinggi, sehingga akan lebih terarah, bernilai guna dan tepat guna,” katanya.

Qoyyim yang juga dosen ilmu ekonomi Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, modal kuat yang dimiliki kalangan pesantren adalah kejujuran dalam berusaha, serta ulet dalam berusaha.

“Dalam teori bisnis, kejujuran adalah modal dasar, sehingga jika modal kuat ini didukung dengan manajemen dan SDM yang memadai, maka Insya Allah hasilnya juga akan jadi lebih baik,” kata.

Sejauh ini, sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan tersebut, belum banyak para pegiat ekonomi yang memperhatikan potensi baik ekonomi di kalangan pesantren. Kalaupun ada, jumlahnya masih sangat terbatas, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara masif. [Baca Juga: Beasiswa Santri Antarkan Baddrut Tamam Raih Penghargaan Widya Wiyata Dharma Samya]

“HIPMI Pamekasan merasa terpanggil untuk mendorong kemajuan ekonomi di kalangan pesantren ini, sehingga akan tercipta kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan, dan pada akhirnya terwujud kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi,” katanya.

Sebelumnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) pada acara pelantikan Pengurus BPC Hipmi Pamekasan Periode 2020-2023 bertajuk “Membangun Interpreneur Muda Berbasis Relegiusitas Menuju Pamekasan Rajjha, Bajjha tor Parjhugha untuk Indonesia Sejahtera Berkemajuan” terungkap bahwa pendidikan dan bimbingan dari pihak akademik, menjadi faktor pendukung dalam kiat usaha sukses.

Kebijakan program pemerintah yang berpihak pada kemajuan ekonomi, juga termasuk salah satu faktor penting, disamping komitmen yang kuat dan kejujuran atau keterbukaan dari pelaku usaha.

Narasumber FGD itu dari Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuangar, Pamekasan Mukhlisin mengakui, faktor SDM yang lemah, memang menjadi kendala dalam mengembangkan bisnis di lembaga pondok pesantren.

Oleh karenanya, dibutuhkan pendampingan dan bimbingan teknis, agar kalangan pesantren bisa bergerak lebih maju dalam berusaha. [Baca Juga: Berkat WUB, Sahaji Jadi Juragan Songkok]

“Banyuanyar bisa bergerak lebih maju dalam hal pengelolaan lembaga keuangan, yakni koperasi, setelah banyak mendapatkan bimbingan dan arahan dari kalangan profesional, akademisi dan pelaku usaha,” kata Mukhlisin yang juga Direktur Koperasi Syariah Nuri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Pamekasan tersebut.

Oleh karenanya, sambung dia, jika Hipmi Pamekasan bersedia menjadi mediator dalam membantu kemajuan ekonomi masyarakat pesantren dan lembaga pendidikan pondok pesantren di Pamekasan, maka hasilnya akan lebih baik.

Apalagi, Pemkab Pamekasan memang memang memprioritas pada kemajuan ekonomi melalui program sepuluh ribu pengusaha baru (Sapu Tangan Biru) yang kini sedang dicanangkan.

“Jika Hipmi memang fokus sebagai mediator dengan pola kerja sama segitiga antara pesantren, dan perguruan tinggi, maka, saya yakin hasilnya akan luar biasa,” katanya, menjelaskan.

Selain dari perwakilan koperasi pondok pesantren, narasumber lain yang juga diundang dalam acara FGD di pelantikan Pengurus Hipmi Pamekasan periode 2020-2023 itu pengusaha dari kalangan pemuda yakni Subaidi dan Betty Wirandiri. (PAMEKASAN HEBAT)

Baca Artikel Populer Lainnya di Bulan November 2020 Ini

Baca Juga Artikel Bulan Sebelumnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s