Semua tulisan dari PAMEKASAN HEBAT

Dari Pamekasan Menuju Indonesia Bermartabat

Penyemprotan Disinfektan Terus Dilakukan Demi Mencegah COVID-19

PAMEKASAN HEBAT – Penyemprotan disinfektan terus dilakukan berbagai kalangan di Kabupaten Pamekasan guna mencegah penyebaran virus corona, baik di tempat ibadah, lembaga pendidikan hingga di sejumlah pondok pesantren.

Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan tercatat sebagai salah satu kelompok masyarakat yang paling aktif membantu pemerintah menanggulangi pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Berikut data kegiatan lembaga ini, sebagaimana disampaikan kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat.

Pondok Pesantren
1. Payepen

2. Hidayatun Najah

3. Darul Ulum

4. Bata-bata

5. Taman sari

6. Kebun Baru

7. Darul Ahlaq

8. Kembang kuning

9. Al-Faqih

10. Ponpes Rabah

11. Al-Hamidi

12. Ponpes Bandaran

 

Taman Pendidikan

1. Az-Zahry

2. Al-Uswah

3. TPI Nurul Hikmah

4. TPI Abfa

5. Tpi Al-Faqih

6. Yayasan Maarif Desa Terrak

7. Yayasan Maarif Kertagenah Laok

8. SMK Kaduara Barat

9. Smk 1

10. Smk 3

11. IAIN

12. Unira

13. TPI Kembang kuning

14. TPI Al-Marzuki

15. TPI Nasirul ulum

16. Lpi se bujur barat

17. Smp 2 Larangan

18. Sma Muhammadiyah

Tempat Ibadah

1. 10 masjid Bujur Barat

2. 15 masjid Pademawu Timur

3. 12 tempat ibadah kadur

4. 20 tempat ibadah di pinggir jalan nasional

5. 6 masjid di desa taroan

6. 7 masjid di gladak anyar

7. 6 tempat ibadah di kel. Kolpajung

8. 5 masjid di desa Konang

9. 13 tempat ibadah di desa tobungan

10. 3 masjud di desa tambung

11. As-syuhada

12. 15 masjid di desa sumedangan

13. Vihara

14. Geraja Maria Ratu

15. 20 tempat ibadah di desa gagah, kadur

16. Masjid laden

17. 3 masjid di Kangenan

Situs Religi

1. K. Ratoh

2. Batuampar

3. Ronggosukowati

4. Bujuk lenduh

5. Joko Tarub

Rumah Penduduk

1. 600 rumah di RW 5 Kel. Parteker

2. 200 rumah di Kek jungcangcang

3. 420 rumah di kelurahan Gladak Anyar

4. 300 rumah di lawangan daya

5. 200 rumah Dusun tandes konang

6. 50 rumah di Kel. Bugih

7. 100 rumah di kel patemon

8. 400 rumah komplek Tlanakan Indah

9. 85 rumah di perumahan basar

10. 200 rumah di kel. Kolpajung

Faskes :

1. Kowel

2. Tlanakan

3. Kadur

4. Teja

5. Bandaran

6. As- salamah

Panti asuhan

4 panti asuhan Muhammadiyah

Hotel :
Madinah

:Edotel

Bank:
Bank Jatim se-Pamekasan dan seluruh ATM

Pasar:

Kolpajung

Pasar sore

Pasar parteker

Perkantoran :

1. PU

2. Imigrasi

3. Syahbandar

4. Polsek Tlanakan

5. Kec. Kadur

6. Kec tlanakan

7. Bakorwil

8. Cab. Dinas pendidikan prov. Jatim

9. Cab. Dinas kehutanan

10. UPT PSBR
11. Koni

12. Kantor PWI Pamekasan

13. Suara Pamekasan

14. JTV

15. Radar Madura

16. XL

17. FIF

18. KSP Nuri

19. Larangan

20. Kota

21. Tlanakan

22. Kodim

RM/Depot/cafe :

1. Blitar bersaudara

2. Warung mantap

3. Warung Barokah

4. Cafe Cozy

5. Melati

6. De Biddeng

7. Big Queen

8. warkop tapsiun

9. 10 warkop di Desa Gagah

10. Balai Desa :

1. Gagah

2. Pademawu Timur

3. Palengaan Laok

4. Kacok

5. Kadur

6. Tobungan

7. Sumedangan

8. Pamoroh

9. Kolpajung

10. Balai desa Rombuh

11. Balai Desa Bujur Barat

12. Jungcangcang

12 kali kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) di terminal Ronggosukowati. FRPB

juga menyalurkan bantuan berupa 520 paket sembako kepada warga terdampak COVID-19.

Data dan Kegiatan Tambahan:

– 200 rumah di belakang putri, kel. Patemon

– 25 rumah di dess lemper

– 8 masjid murtajih
– balai desa murtajih

– SDLB

– perumahan samatan asri

– perumahan nyalabu permai

– terminal Pamekasan

– terminal Ronggosukowati

– Taman Gladak Anyar

– Smp Muhammadiyah. (KIM.PAMEKASAN HEBAT)

Warga Pamekasan Terpapar COVID-19 Bertambah 7 Orang, 1 Orang Sembuh

PAMEKASAN HEBAT – Warga Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi terpapar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Minggu (12/7/2020) bertambah tujuh orang, sehingga jumlah total penderita virus corona di daerah ini mencapai 170 orang, dan satu pasien dinyatakan sembuh.

“Ketujuh orang warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 ini dari dua kecamatan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pananganan COVID-19 Kabupaten Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya kepada media di Kabupaten Pamekasan, Minggu (12/7/2020) malam.

Masing-masing dari Kecamatan Pamekasan sebanyak enam orang, dan seorang lagi dari Kecamatan Pasean. [Baca Juga: Tim COVID-19 Jatim Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona]

Pasien positif dari Kecamatan Pamekasan meliputi: N (76), A (53), A (17), selanjutnya AI (57), H (36) dan pasien berinisial M (18).

Sedangkan pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 dari Kecamatan Pasean berinisial H (41). “Mereka diketahui positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab,” kata Sigit.

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan ini kini juga melakukan pelacakan kepada orang-orang yang pernah kontak dengan ketujuh orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 itu.

Selain mengumumkan adanya pasien tambahan baru yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pamekasan juga mengumumkan adanya pasien yang sembuh. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

“Yang sembuh per hari ini, adalah pasien asal Kecamatan Pademawu,” katanya, menjelaskan.

Dengan adanya tambahan pasien sembuh ini, maka total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 per 12 Juli 2020 ini sebanyak 57 orang dari total 170 warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terdata sebanyak 119 orang dengan perincian, dalam pengawasan sebanyak 47 orang, selesai pengawasan 39 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 33 orang. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Tim COVID-19 Jatim Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona

PAMEKASAN HEBAT – Tim Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengajak semua pihak lebih proaktif dalam berupaya melakukan pencegahan penularan virus corona di kalangan masyarakat, karena angka kematian pasien positif COVID-19 masih tinggi.

Bahkan, menurut Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Jawa Timur Dr Kohar Hari Santoso, persentasi kematian pasien positif terpapar virus corona di Jawa Timur lebih tinggi dibanding luar negeri.

“Persentasi kematian pasien COVID-19 yang meninggal dunia di luar negeri itu, antara 3 hingga 5 persen, dari total jumlah pasien positif,” kata Kohar saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi pencegahan COVID-19 di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (10/7/2020).

Sedangkan, sambung dia, di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, persentase angka kematian pasien yang positif terpapar COVID-19 antara antara 15 hingga 40 persen lebih.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab, disamping pasien yang terpapar memiliki jenis penyakit lain, atau penyakit bawaan, sehingga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.

Jika daya tahan tubuh menurun, maka virus yang ada dalam tubuh orang yang terpapar corona akan lebih cepat bekerja.

“Dan Kabupaten Pamekasan ini termasuk kabupaten dengan persentase angka kematian pasien positif corona yang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim, persentase kematian pasien terpapar COVID-19 sebesar 15,58 persen.

Pasien terbanyak yang meninggal duia adalah berusia lanjut, yakni antara umur 60 hingga 69 tahun.

Selain tingginya angka kematian pasien positif COVID-19, angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) juga sangat tinggi dan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Tiga kabupaten/kota terbanyak persentasi angka kematian pasien dalam pengawasan adalah Kabupaten Bangkalan, lalu Kabupaten Sumenep dan yang ketiga adalah Kota Mojokerto.

Persentase angka kematian PDP di Bangkalan 48 persen, Sumenep 43 persen dan Kota Mojokerto 39 persen.

“Yang paling sedikit sesuai dengan data tim adalah Kabupaten Bondowoso, Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang. Ini untuk PDP ya, bukan yang positif corona,” ujar Hari.

Selanjutnya Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam berupaya melakukan pencegahan. “Pencegahan ini bisa dilakukan secara primer, sekunder dan tersier,” kata Hari.

Yang dimaksud dengan pencegahan primer adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak tertular virus corona, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak menjadi sakit, yakni dengan cara terus berupaya meningkatkan imun tubuh dan membentuk masyarakat tangguh.

Sementara pada pencegahan tersier, menurut dia agar warga yang telah terpapar COVID-19 tidak fatal, sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.

“Caranya tentu dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung rumah sakit, termasuk kualitas pelayanan,” katanya, menjelaskan.

“Jadi, pencegahan primer bagi orang dalam pemantauan atau orang tanpa gelajar, sekunder bagi pasien dalam pengawasan, sedangkan pencegahan tersier, adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan bagi orang yang sudah positif COVID-19,” katanya, menambahkan. (PAMEKASAN HEBAT)

Momentum Polri Lebih Dekat dengan Rakyat

PAMEKASAN HEBAT – Pada tanggal 1 Juli 2020 ini, Polri memperingati Hari Bhayangkara Ke-74. Hari Bhayangkara, sebenarnya bukan merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) atau terbentuknya Polri. Akan tetapi merupakan hari Kepolisian Nasional yang merujuk pada turunnya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946.

Peraturan ini menyatukan kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional dan bertanggung jawab secara langsung pada pimpinan tertinggi negara, yakni Presiden. Nama Bhayangkara sendiri sebenarnya merupakan istilah yang digunakan Patih Gadjah Mada dari Majapahit untuk menamai pasukan keamanan yang ditugaskan menjaga raja dan kerajaan kala itu. Lanjutkan membaca Momentum Polri Lebih Dekat dengan Rakyat

Bupati Pamekasan Fasilitasi Perdamaian Polres-PMII Terkait Kekerasan Unjuk Rasa

Jumpa pers Polres, Pemkab dan PMII serta alumni PMII Pamekasan terkait insiden kekerasan unjuk rasa pada 25 Juni 2020.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memfasilitasi kesepakan damai antara institusi Polres Pamekasan dengan organisasi ektra kampus, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, terkait insiden kekerasan dalam kegiatan unjuk rasa organisasi mahasiswa itu pada 25 Juni 2020.

Pertemuan tentang kesepakatan damai antara kedua institusi ini digelar di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pemkab Pamekasan oleh Bupati Baddrut Tamam didampingi Wakil Bupati Raja’e, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sigit Priyono, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan, Sabtu (26/6/2020).

“Tapi proses hukum bagi oknum yang melakukan tindak kekerasan saat unjuk rasa itu tetap berlangsung,” kata Ketua Koordinator Cabang PMII Jawa Timur Abdul Ghoni, seperti dilansir situs antaranews.com, 26 Juni 2020.

Upaya damai insiden kekerasan oleh oknum anggota polisi saat unjuk rasa memrotes praktik penambangan galian C ilegal itu juga dihadiri sejumlah alumni organisasi PMII, seperti Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Pamekasan Atiqullah dan sesepuh alumni PMII Pamekasan Sohibuddin. [Baca Juga: “Berbaur” Sowan Kepada Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan]

Selain menuntut tetap menindak tegas oknum polisi yang terlibat kekerasan, PMII juga meminta agar polisi bertanggung jawab atas tiga orang mahasiswa yang cedera dalam insiden unjuk rasa tersebut.

PMII juga bersepakat untuk berkoordinasi dengan PMII se-Indonesia melalui PMII Jawa Timur agar kasus di Pamekasan tidak memantik unjuk rasa di berbagai daerah, demi menjaga situasi kondusif di tengah pandemik COVID-19 ini.

“Jadi, empat poin tersebut, yakni sepakat untuk berdamai, tindakan tegas bagi pelanggar aturan dan oknum pelaku kekerasan, dan menanggung biaya pengobatan korban menjadi kesepaktan damai,” kata Baddrut Tamam yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris IKA PMII Jawa Timur ini.

Sementara Kapolres AKBP Djoko Lestari menyatakan pihaknya memang akan menindak tegas siapa saja yang terbukti bersalah. “Personel yang terekam melakukan pemukulan sudah menjalani pemeriksaan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga bersedia memberikan ganti rugi biaya pengobatan bagi tiga orang peserta unjuk rasa tersebut. [Baca Juga: Ketika Yang Muda Membangun Kepemimpinan Tak Berjarak]

“Terkait dugaan praktik penambangan galian C ilegal juga kami proses, bahkan ditangani langsung oleh Polda Jatim,” ujar kapolres.

Insiden kekerasan pada unjuk rasa mahasiswa PMII Pamekasan yang digelar pada 25 Juni 2020 hingga menyebabkan tiga orang mahasiswa peserta aksi luka-luka, setelah sebagian di antara peserta itu ada yang melompat pagar.

Polisi kemudian menjadi beringas, dan memukul peserta yang dinilai tidak mengindahkan arahan petugas.

Selanjutnya Bupati Baddrut Tamam menyatakan, menyampaikan aspirasi di depan publik tidak dilarang dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi, akan lebih efektif apabila penyampaian aspirasi secara dialog, sehingga poin-poin yang hendak disampaikan akan lebih jelas dan terarah. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

“Berbaur” Sowan Kepada Para Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e, Jumat (29/5/2020) malam sowan kepada dua orang mantan Bupati Pamekasan yakni KH Kholilurrahman dan Achmad Syafii, serta mantan mantan Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari, dan kegiatan itu digelar dalam rangka menyambung silaturrahmi, sekaligus sebagai bentuk pendidikan politik kepada masyarakat Pamekasan.

Dalam acara itu, Bupati dan Wabup Pamekasan didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan. Antara lain, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Achmad Zaini, Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Sigit Priyono, para asisten, dan beberapa orang staf di lingkungan Pemkab Pamekasan. Lanjutkan membaca “Berbaur” Sowan Kepada Para Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan

PWI – Madura United bagikan 2 ton beras bagi warga terdampak COVID-19

PAMEKASAN HEBAT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Jawa Timur bersama klub sepakbola Madura United FC dan Yayasan Madura Peduli Indonesia (YMPI) membagikan sedikitnya 2 ton beras bagi warga terdampak COVID-19 di wilayah itu.

Pembagian dalam paket ini terdiri dari 3 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 4 bungkus mie instan di depan kantor Madura United FC di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, Sabtu (9/5/2020) dengan jumlah total 4.600 paket.

“Bhakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada warga terdampak COVID-19. Nilainya memang tidak seberapa, tapi kegiatan aksi kemanusiaan ini kami harapkan bisa menginspirasi kepada kelompok masyarakat lainnya di Pamekasa secara khusus dan Madura pada umumnya, agar ikut peduli kepada sesama,” kata Direktur PT Polana Bola Madura (PBMB) Ziaul Haq Abdurrahim.

Pembagikan paket sembako kepada warga terdampak COVID-19 hasil kerja sama antara Madura United FC, Yayasan Madura Peduli Indonesia dan PWI Pamekasan ini dengan memperhatikan protokoler kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Antara lain dengan tetap menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Pembagian paket sembako kepada warga ini hanya sebagian kecil saja, karena kebanyakan paket bantuan diantar secara langsung ke rumah-rumah penerima bantuan oleh pengurus yayasan, jurnalis anggota PWI Pamekasan dan suporter klub sepakbola yang menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Garam ini.

“Yang kami bagikan disini hanya sekitar 200 bungkus saja, sedangkan 400 bungkus sisanya diantar secara langsung ke rumah-rumah warga,” kata Ketua Yayasan Madura Peduli Indonesia Umar Wahid.

Selain membagikan paket sembako, klub sepakbola berjuluk “Laskar Sape Kerrap” ini juga membagikan sebanyak 1.000 buah masker untuk masjid dan mushalla dan 200 buah alat suci tangan.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menyatakan, gerakan bhakti peduli warga terdampak COVID-19 sebagaimana dilakukan Madura United FC dan Yayasan Madura Peduli Indonesia ini perlu mendapatkan dukungan penuh kalangan insan pers, guna mendorong terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki komitmen pada sesama, dan mempertahankan budaya gotong royong sebagai bagian dari nilai-nilai luhur budaya bangsa ini.

“Saya kira, ini juga seirama dengan misi kita sebagai penyampai risalah, yakni ikut mendorong dan melestarikan kesalehan sosial bagi umat dan bangsa ini,” kata Aziz.

Alumni Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini lebih lanjut menjelaskan, pandemi COVID-19 telah menyebabkan berbagai tatanan sosial berubah, terutama dalam bidang ekonomi.

Warga miskin dan kurang mampu sangat merasakan dampak sistemik dari pandemi corona tersebut, sehingga perlu ada upaya sistemik pula untuk mengatasi permasalah tersebut.

PWI sebagai organisasi profesi wartawan memang tidak memiliki kekayaan yang cukup untuk ikut membantu secara langsung meringankan beban warga yang terdampak COVID-19 ini.

Maka cara efektif yang dilakukan adalah dengan mendorong dan memediasi elemen-elemen masyarakat yang memiliki kemampuan melalui pemberitaan media massa, dan menjadi mitra bagi kelompok masyarakat yang memiliki komitmen pada warga yang membutuhkan bantuan.

“Karena kekayaan kelompok seperti kita kita ini bukan pada materi, akan tetapi pada media, dan gagasan dalam ikut mengedukasi publik. Dan disinilah nilai-nilai kebaikan yang perlu kita lakukan,” kata jurnalis yang juga penulis buku “Madura dalam Sorotan Media” ini.

Gerakan bhakti sosial yang dilakukan oleh klub sepakbola Madura United FC bersama Yayasan Madura Peduli Indonesia dalam berupaya mencegah penyebaran COVID-19 bukan kali ini saja.

Sebelumnya, Madura United dan Yayasan Madura Peduli Indonesia juga telah mendistribusikan bantuan kepada empat rumah sakit umum daerah (RSUD) di Madura berupa alat pelindung diri, hand sanitizer dan masker operasi.

Total bantuan yang telah disalurkan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Madura selama pandemi COVID-19 ini berlangsung telah mencapai 80 ton beras se-Madura, APD 1.200 buah, ratusan hand sanitizer dan puluhan ribu masker. (PAMEKASAN HEBAT)

Distribusi Bantuan Tandong untuk Mencegah COVID-19 Terus Berlanjut

PAMEKASAN HEBAT – Distrubusi bantuan tandon untuk cuci tangan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Pamekasan terus berlanjut.

Setelah, Minggu (3/5/2020) pendistribusian digelar di wilayah Kecamatan Batumarmat, kini, Senin (4/5/2020) Satgas COVID-19 dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan mendistribusikan bantuan tandon tempat cuci tangan, kepada sejumlah masjid di Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Sejumlah masjid yang dibantu, antara lain, 1). Masjid Al-Mabrur, Dusun Topeng, Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo, 2). Masjid Fi Sabilillah, Dusun Angsanah, Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, 3). Masjid Jamik Al-Ikhlas, Dusun Utara, Desa Billaan, Kecamatan Proppo, 4). Masjid Al-Jannah, Dusun Jelbutan, Desa Campor, Kecamatan Proppo, 5). Masjid Al-Falah, Dusun Gayam Barat, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, dan 6). Masjid Al-Ikhlas, Dusun Timur, Desa Mapper, Kecamatan Proppo. [Baca Juga: Universitas Brawijaya Malang Bantu APD di RSUD Pamekasan]

Menurut Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, selain memberikan bantuan berupa alat cuci tangan paket lengkap, yakni berupa tandon, sabun dan tisu, pihaknya juga memberikan bantuan masker.

“Yang jelas, tim selalu bergerak, sebagai upaya antisipasi dalam penyebaran virus corona ini,” katanya. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

Rencananya, sambung Firdaus, pihaknya juga akan membagi-bagikan masker di sejumlah titik di Pamekasan, seperti di masjid dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pamekasan, termasuk kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional, mengingat masih banyak ditemukan pedagang yang tidak memakai masker.

Padahal, sambung dia, penularan virus corona itu, salah satunya melalui percikan air liur, sehingga menggunakan masker, merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus tersebut. (PAMEKASAN HEBAT)

Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang bantu APD di RSUD Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang memberikan bantuan sejumlah paket alat pelindung diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo Pamekasan sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi ini dalam ikut mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah itu.

“Selain APD, kami juga menyerahkan bantuan berupa masker medis, dan sarung tangan karet,” kata Ketia Ikatan Alumni (IKA) Unibraw wilayah Madura Iskandar dalam rilis yang disampaikan ke Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat, Senin (4/5/2020).

Jumlah APB berupa baju hazmat yang disumbangkan Unibraw ke RSUD Pamekasan melalui perwakilan alumninya di Madura pada 30 April 2020 itu sebanyak 50 buah, masker medis 250 buah dan sarung tangan karet sebanyak 100 buah. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

Iskandar yang juga Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pamekasan ini lebih lanjut meminta agar bantuan itu tidak dinilai dari jumlah, akan tetapi pada kepedulian lembaganya dalam ikut menangani pencegahan COVID-19 di Pamekasan.

Ia berharap, aksi sosial ini bisa menginspirasi institusi dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut peduli dan bergotong royong dalam mencegah penularan COVID-19. [Baca Juga: Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyampaikan bahwa di bulan suci Ramadhan ini ada dua poin penting yang harus diperhatikan untuk mencegah penyebaran virus corona, yakni pencegahan dan gotong royong.

Pencegahan harus efektif diterapkan dengan membatasi pergerakan masyarakat untuk tidak keluar rumah, akan tetapi disatu sisi pemerintah juga perlu tetap menjamin kebutuhan logistik masyarakat yang terdampak COVID-19.

Dalam kontek goyong-royong pada poin kedua, menurut Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Madura ini, ialah dengan memanfaatkan berkah Ramadhan dalam mewujudkan “kesalehan sosial”. [Baca Juga: Bencana Melahirkan Optimisme]

“Zakat mal dan zakat fitrah bisa kita manfaatkan untuk membantu sesama yang terdampak COVID-19,” kata Iskandar.

Mantan anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan ini mengaku yakin, dengan cara seperti itu, maka persoalan masyarakat akibat COVID-19 akan berkurang.

“Jadi, mari kita bergandengan tangen membantu saudara kita yang yang mengalami krisis akibat pandemi ini , dengan menggalakkan zakat fitrah dan zakat mal secara merata, ya tentunya seeuai dengan kapasitasnya masing-masing,” ajak Iskandar.

Kepada petugas medis dan paramedis yang bekerja, Iskandar berharap, mereka tetap optimis, dan semangat untuk terus membantu dan memberikan pertolongan kepada warga yang terpapar COVID-19.

“Karena di tangan saudaralah Tuhan mengirimkan anda sebagai penolong bagi yang sakit. Yakinlah bahwa setelah kesulitan ini akan ada kemudahan dan jalan keluar dari wabah ini,” ujarnya. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

“Semoga diterima segala jerih upaya perjuangan sebagai sumbangsih bagi kesehatan warga Pamekasan. Kami juga berharap kepada pihak swasta masih terbuka peluang untuk mengalirkan bantuan APD dan bansos melalui program CSR-nya,” katanya, menambahkan.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Dr Mazhar mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak Unibraw Malang pada RSUD Pamekasan.

“Bagi kami, bantuan ini sangat berharga, bahkan melalui bantuan ini, pihak Unibraw serasa memberikan motivasi agar kami bisa semangat untuk terus berjuang memberikan pelayanan terbaik dalam mengobati para penderita COVID-19 di Pamekasan ini,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai satu dari tiga kabupaten di Pulau Madura yang warganya ada yang positif terpapar COVID-19.

Hingga 3 Mei 2020, warga Pamekasan yang terdata positif terpapar COVID-19 sebanyak 10 orang. Perinciannya sebanyak 4 orang telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih menjalani perawatan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren

PAMEKASAN HEBAT – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran Virus Corona (COVID-19) Pamekasan, Jawa Timur menggencarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona ke sejumlah pondok pesantren dengan membagikan tempat cuci tangan lengkap.

Menurut Koordinator Satgas Penanggulangan COVID-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus di Pamekasan, Senin (4/5/2020) pagi, pesantren menjadi sasaran bantuan tempat cuci tangan, karena beberapa pertimbangan.

“Selain sebagai upaya antisipasi, pondok pesantren juga menjadi pusat kegiatan ibadah,” katanya.

Tempat cuci tangan yang diberikan ke sejumlah pondok pesantren oleh Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan itu adalah tempat cuci tangan paket lengkap berupa tandon, wastafel, sabun serta tisu. [Baca Juga: TNI-Polri Pantau Kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Pamekasan]

Firdaus menjelaskan, selama ini, memang belum ada santri pondok pesantren di Pamekasan yang terpapar virus corona.

“Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan. Kalau santri barangkali memang sulit berhubungan dengan masyarakat luar, tapi orang tua santri yang mengirim santrinya di pesantren bisa saja berhubungan dengan orang luar,” kata Firdaus.

Penyaluran bantuan tandon di salah satu pondok pesantren di Kabupaten PamekasanPenyaluran bantuan tempat cuci tangan dengan paket lengkap, berupa tandon, wastafel, sabun dan tisu ini menurutnya sudah digelar sejak beberapa hari lalu.

“Kemarin bantuan kami salurkan ke sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan,” katanya, menjelaskan. [Baca Juga: Universitas Brawijaya Malang Bantu APD di RSUD Pamekasan]

Selain pondok pesantren tempat umum lainnya yang juga menjadi sasaran bantuan tempat cuci tangan adalah pasar, rumah sakit, puskesmas dan posko cek poin petugas di lapangan.

Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai satu dari tiga kabupaten di Pulau Madura yang warganya ada yang positif terpapar COVID-19.

Hingga 3 Mei 2020, warga Pamekasan yang terdata positif terpapar COVID-19 sebanyak 10 orang. Perinciannya sebanyak 4 orang telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih menjalani perawatan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang.

“Warga yang positif terpapar COVID-19 ini umumnya yang pernah kontak dengan warga luar Madura atau datang dari zona merah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Achmad Marsuki. (PAMEKASAN HEBAT)