Penyemprotan Disinfektan Terus Dilakukan Demi Mencegah COVID-19

PAMEKASAN HEBAT – Penyemprotan disinfektan terus dilakukan berbagai kalangan di Kabupaten Pamekasan guna mencegah penyebaran virus corona, baik di tempat ibadah, lembaga pendidikan hingga di sejumlah pondok pesantren.

Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan tercatat sebagai salah satu kelompok masyarakat yang paling aktif membantu pemerintah menanggulangi pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Berikut data kegiatan lembaga ini, sebagaimana disampaikan kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat.

Pondok Pesantren
1. Payepen

2. Hidayatun Najah

3. Darul Ulum

4. Bata-bata

5. Taman sari

6. Kebun Baru

7. Darul Ahlaq

8. Kembang kuning

9. Al-Faqih

10. Ponpes Rabah

11. Al-Hamidi

12. Ponpes Bandaran

 

Taman Pendidikan

1. Az-Zahry

2. Al-Uswah

3. TPI Nurul Hikmah

4. TPI Abfa

5. Tpi Al-Faqih

6. Yayasan Maarif Desa Terrak

7. Yayasan Maarif Kertagenah Laok

8. SMK Kaduara Barat

9. Smk 1

10. Smk 3

11. IAIN

12. Unira

13. TPI Kembang kuning

14. TPI Al-Marzuki

15. TPI Nasirul ulum

16. Lpi se bujur barat

17. Smp 2 Larangan

18. Sma Muhammadiyah

Tempat Ibadah

1. 10 masjid Bujur Barat

2. 15 masjid Pademawu Timur

3. 12 tempat ibadah kadur

4. 20 tempat ibadah di pinggir jalan nasional

5. 6 masjid di desa taroan

6. 7 masjid di gladak anyar

7. 6 tempat ibadah di kel. Kolpajung

8. 5 masjid di desa Konang

9. 13 tempat ibadah di desa tobungan

10. 3 masjud di desa tambung

11. As-syuhada

12. 15 masjid di desa sumedangan

13. Vihara

14. Geraja Maria Ratu

15. 20 tempat ibadah di desa gagah, kadur

16. Masjid laden

17. 3 masjid di Kangenan

Situs Religi

1. K. Ratoh

2. Batuampar

3. Ronggosukowati

4. Bujuk lenduh

5. Joko Tarub

Rumah Penduduk

1. 600 rumah di RW 5 Kel. Parteker

2. 200 rumah di Kek jungcangcang

3. 420 rumah di kelurahan Gladak Anyar

4. 300 rumah di lawangan daya

5. 200 rumah Dusun tandes konang

6. 50 rumah di Kel. Bugih

7. 100 rumah di kel patemon

8. 400 rumah komplek Tlanakan Indah

9. 85 rumah di perumahan basar

10. 200 rumah di kel. Kolpajung

Faskes :

1. Kowel

2. Tlanakan

3. Kadur

4. Teja

5. Bandaran

6. As- salamah

Panti asuhan

4 panti asuhan Muhammadiyah

Hotel :
Madinah

:Edotel

Bank:
Bank Jatim se-Pamekasan dan seluruh ATM

Pasar:

Kolpajung

Pasar sore

Pasar parteker

Perkantoran :

1. PU

2. Imigrasi

3. Syahbandar

4. Polsek Tlanakan

5. Kec. Kadur

6. Kec tlanakan

7. Bakorwil

8. Cab. Dinas pendidikan prov. Jatim

9. Cab. Dinas kehutanan

10. UPT PSBR
11. Koni

12. Kantor PWI Pamekasan

13. Suara Pamekasan

14. JTV

15. Radar Madura

16. XL

17. FIF

18. KSP Nuri

19. Larangan

20. Kota

21. Tlanakan

22. Kodim

RM/Depot/cafe :

1. Blitar bersaudara

2. Warung mantap

3. Warung Barokah

4. Cafe Cozy

5. Melati

6. De Biddeng

7. Big Queen

8. warkop tapsiun

9. 10 warkop di Desa Gagah

10. Balai Desa :

1. Gagah

2. Pademawu Timur

3. Palengaan Laok

4. Kacok

5. Kadur

6. Tobungan

7. Sumedangan

8. Pamoroh

9. Kolpajung

10. Balai desa Rombuh

11. Balai Desa Bujur Barat

12. Jungcangcang

12 kali kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) di terminal Ronggosukowati. FRPB

juga menyalurkan bantuan berupa 520 paket sembako kepada warga terdampak COVID-19.

Data dan Kegiatan Tambahan:

– 200 rumah di belakang putri, kel. Patemon

– 25 rumah di dess lemper

– 8 masjid murtajih
– balai desa murtajih

– SDLB

– perumahan samatan asri

– perumahan nyalabu permai

– terminal Pamekasan

– terminal Ronggosukowati

– Taman Gladak Anyar

– Smp Muhammadiyah. (KIM.PAMEKASAN HEBAT)

Warga Pamekasan Terpapar COVID-19 Bertambah 7 Orang, 1 Orang Sembuh

PAMEKASAN HEBAT – Warga Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi terpapar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Minggu (12/7/2020) bertambah tujuh orang, sehingga jumlah total penderita virus corona di daerah ini mencapai 170 orang, dan satu pasien dinyatakan sembuh.

“Ketujuh orang warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 ini dari dua kecamatan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pananganan COVID-19 Kabupaten Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya kepada media di Kabupaten Pamekasan, Minggu (12/7/2020) malam.

Masing-masing dari Kecamatan Pamekasan sebanyak enam orang, dan seorang lagi dari Kecamatan Pasean. [Baca Juga: Tim COVID-19 Jatim Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona]

Pasien positif dari Kecamatan Pamekasan meliputi: N (76), A (53), A (17), selanjutnya AI (57), H (36) dan pasien berinisial M (18).

Sedangkan pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 dari Kecamatan Pasean berinisial H (41). “Mereka diketahui positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab,” kata Sigit.

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan ini kini juga melakukan pelacakan kepada orang-orang yang pernah kontak dengan ketujuh orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 itu.

Selain mengumumkan adanya pasien tambahan baru yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pamekasan juga mengumumkan adanya pasien yang sembuh. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

“Yang sembuh per hari ini, adalah pasien asal Kecamatan Pademawu,” katanya, menjelaskan.

Dengan adanya tambahan pasien sembuh ini, maka total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 per 12 Juli 2020 ini sebanyak 57 orang dari total 170 warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terdata sebanyak 119 orang dengan perincian, dalam pengawasan sebanyak 47 orang, selesai pengawasan 39 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 33 orang. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Momentum Polri Lebih Dekat dengan Rakyat

PAMEKASAN HEBAT – Pada tanggal 1 Juli 2020 ini, Polri memperingati Hari Bhayangkara Ke-74. Hari Bhayangkara, sebenarnya bukan merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) atau terbentuknya Polri. Akan tetapi merupakan hari Kepolisian Nasional yang merujuk pada turunnya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946.

Peraturan ini menyatukan kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional dan bertanggung jawab secara langsung pada pimpinan tertinggi negara, yakni Presiden. Nama Bhayangkara sendiri sebenarnya merupakan istilah yang digunakan Patih Gadjah Mada dari Majapahit untuk menamai pasukan keamanan yang ditugaskan menjaga raja dan kerajaan kala itu. Lanjutkan membaca Momentum Polri Lebih Dekat dengan Rakyat

Distribusi Bantuan Tandong untuk Mencegah COVID-19 Terus Berlanjut

PAMEKASAN HEBAT – Distrubusi bantuan tandon untuk cuci tangan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Pamekasan terus berlanjut.

Setelah, Minggu (3/5/2020) pendistribusian digelar di wilayah Kecamatan Batumarmat, kini, Senin (4/5/2020) Satgas COVID-19 dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan mendistribusikan bantuan tandon tempat cuci tangan, kepada sejumlah masjid di Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Sejumlah masjid yang dibantu, antara lain, 1). Masjid Al-Mabrur, Dusun Topeng, Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo, 2). Masjid Fi Sabilillah, Dusun Angsanah, Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, 3). Masjid Jamik Al-Ikhlas, Dusun Utara, Desa Billaan, Kecamatan Proppo, 4). Masjid Al-Jannah, Dusun Jelbutan, Desa Campor, Kecamatan Proppo, 5). Masjid Al-Falah, Dusun Gayam Barat, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, dan 6). Masjid Al-Ikhlas, Dusun Timur, Desa Mapper, Kecamatan Proppo. [Baca Juga: Universitas Brawijaya Malang Bantu APD di RSUD Pamekasan]

Menurut Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, selain memberikan bantuan berupa alat cuci tangan paket lengkap, yakni berupa tandon, sabun dan tisu, pihaknya juga memberikan bantuan masker.

“Yang jelas, tim selalu bergerak, sebagai upaya antisipasi dalam penyebaran virus corona ini,” katanya. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

Rencananya, sambung Firdaus, pihaknya juga akan membagi-bagikan masker di sejumlah titik di Pamekasan, seperti di masjid dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pamekasan, termasuk kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional, mengingat masih banyak ditemukan pedagang yang tidak memakai masker.

Padahal, sambung dia, penularan virus corona itu, salah satunya melalui percikan air liur, sehingga menggunakan masker, merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus tersebut. (PAMEKASAN HEBAT)

Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren

PAMEKASAN HEBAT – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran Virus Corona (COVID-19) Pamekasan, Jawa Timur menggencarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona ke sejumlah pondok pesantren dengan membagikan tempat cuci tangan lengkap.

Menurut Koordinator Satgas Penanggulangan COVID-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus di Pamekasan, Senin (4/5/2020) pagi, pesantren menjadi sasaran bantuan tempat cuci tangan, karena beberapa pertimbangan.

“Selain sebagai upaya antisipasi, pondok pesantren juga menjadi pusat kegiatan ibadah,” katanya.

Tempat cuci tangan yang diberikan ke sejumlah pondok pesantren oleh Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan itu adalah tempat cuci tangan paket lengkap berupa tandon, wastafel, sabun serta tisu. [Baca Juga: TNI-Polri Pantau Kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Pamekasan]

Firdaus menjelaskan, selama ini, memang belum ada santri pondok pesantren di Pamekasan yang terpapar virus corona.

“Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan. Kalau santri barangkali memang sulit berhubungan dengan masyarakat luar, tapi orang tua santri yang mengirim santrinya di pesantren bisa saja berhubungan dengan orang luar,” kata Firdaus.

Penyaluran bantuan tandon di salah satu pondok pesantren di Kabupaten PamekasanPenyaluran bantuan tempat cuci tangan dengan paket lengkap, berupa tandon, wastafel, sabun dan tisu ini menurutnya sudah digelar sejak beberapa hari lalu.

“Kemarin bantuan kami salurkan ke sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan,” katanya, menjelaskan. [Baca Juga: Universitas Brawijaya Malang Bantu APD di RSUD Pamekasan]

Selain pondok pesantren tempat umum lainnya yang juga menjadi sasaran bantuan tempat cuci tangan adalah pasar, rumah sakit, puskesmas dan posko cek poin petugas di lapangan.

Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai satu dari tiga kabupaten di Pulau Madura yang warganya ada yang positif terpapar COVID-19.

Hingga 3 Mei 2020, warga Pamekasan yang terdata positif terpapar COVID-19 sebanyak 10 orang. Perinciannya sebanyak 4 orang telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih menjalani perawatan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang.

“Warga yang positif terpapar COVID-19 ini umumnya yang pernah kontak dengan warga luar Madura atau datang dari zona merah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Achmad Marsuki. (PAMEKASAN HEBAT)

TNI-Polri pantau kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Kapolres AKBP Djoko Lestari dan Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur Letkol Inf M Effendi, memantau secara langsung kedatangan 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di terminal bus Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (30/4/2020) malam.

“Kami sengaja memantau langsung bersama Pak Dandim karena mereka harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

PMI yang berjumlah 36 orang itu dari sejumlah kecamatan di Pamekasan. Antara lain dari Kecamatan Batumarmar, Pakong, Proppo dan sebagian dari Kecamatan Tlanakan.

Setibanya di terminal Bus Ronggosukowati yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, para pekerja buruh migran ini langsung didata oleh tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Pamekasan. [Baca Juga: Satgas COVID-19 Benarkan Ada 3 Warga Lagi Positif Corona]

Sejumlah tim medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Antara lain memeriksa suhu tubuh, dan mendata alamat lengkap mereka, termasuk nomor telepon.

Petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan ke barang-barang yang dibawa para buruh migran yang bekerja di Malaysia melalui jalur resmi ini.

Ke-36 PMI asal Kabupaten Pamekasan ini merupakan bagian dari 1,2 juta penduduk Indonesia yang bekerja di Malaysia dan mereka dipulangkan atas bantuan pemerintah Indonesia.

Sebelumnya Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan, kebijakan pemulangan itu, karena terdampak pandemik COVID-19. Teknisnya dengan cara bekerja sama dengan Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19. [Baca Juga: Wabup Raja’e Ajak HMI Perkuat Nilai-Nilai Kepahlawanan]

Berdasarkan data BP2MI, jumlah PMI terbesar di Malaysia, yakni sebanyak1,2 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 56.368 orang sudah pulang dari Malaysia melalui jalur regular, dan sebanyak 1.621 orang terpaksa dideportasi oleh pemerintah Malaysia, karena tidak mengantongi surat-surat resmi.

“Kami dengan Kodim juga akan memerintahkan anggota untuk ikut melakukan pemantauan dan memastikan para PMI ini bisa melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, sebagaimana telah ditetapkan pemerintah,” kata Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Satgas Pamekasan benarkan ada 3 warga lagi positif COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono

PAMEKASAN HEBAT – Juru bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Pemkab Pamekasan, Sigit Priyono membenarkan ada tiga orang warga lagi yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona (COVID-19), sehingga total jumlah warga terpapar menjadi 10 orang.

“Dari tiga orang yang diketahui positif terpapar COVID-19 ini, seorang diantaranya berjenis kelamin perempuan, sedangkan dua lainnya laki-laki,” kata Sigit dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Rabu (29/4/2020) malam.

Perempuan yang positif terpapar COVID-19 itu berasal dari Kecamatan Proppo, Pamekasan dari klaster haji.

Pasien ini, sambung dia, sudah diambil spesimen dahaknya oleh tim medis Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan tanggal 17 April 2020 dan dikirim langsung Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. [Baca Juga: Inilah Penjelasan Bupati Pamekasan tentang Pasien Meninggal Dunia]

“Pada tanggal 29 April 2020 hasil lab dari Litbangkes Kemenkes RI Jakarta keluar, dan diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19,” kata Sigit.

Pasien positif kedua berjenis kelamin laki-laki berumur 43 tahun, asal Kecamatan Pakong, Pamekasan, juga dari klaster haji.

Pengambilan spesimen sampel oleh petugas medis juga pada tanggal 17 April 2020 dan pada tanggal 29 April diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Sementara, pasien ketiga berumur 40 tahun, asal Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Pengambilan sampelnya juga sama sebagaimana pasien pertama dan kedua. [Baca Juga: Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

“Bedanya pasien ketiga ini, memiliki riwayat kontak dengan masyarakat luar Madura, karena yang bersangkutan merupakan pendatang dari Ujung Pandang, Makasar,” katanya, menjelaskan.

Saat ini, sambung Sigit, ketiga orang warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 tersebut, menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan.

Menurut juru bicara Satgas COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono, dengan adanya tiga orang yang positif itu, maka total warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 hingga kini sebanyak 10 orang. [Baca Juga: Bencana Melahirkan Optimisme]

Perinciannya, dua orang telah dinyatakan sembuh, tujuh orang dalam perawatan dan 1 orang meninggal dunia.

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6 orang dengan perincian, 4 orang dalam pengawasan, dan 2 orang lainnya telah selesai menjalani proses pengawasan oleh tim medis. (PAMEKASAN HEBAT)

Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19

Grup Whatshapp Satgas KIM COVI-19, bentukan Kemenkominfo.

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberdayakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di masing-masing daerah guna mensosialisasikan pencegahan dan memberikan pendidikan publik tentang virus corona (COVID-19) yang kini mewabah di negeri ini.

“Saat ini KIM di seluruh Indonesia telah membentuk grup whatshapp sebagai media koordinasi antarsesama pengurus KIM,” kata Sekretaris KIM Pamekasan Hebat Fathor Arifin dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Sabtu (25/4/2020) malam.

Grup whatshapp yang diberima nama “Satgas KIM COVID-19” yang dibentuk oleh Analis Kebijakan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Annisa Nur Muslimah K itu, untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasi program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona itu.

Satgas KIM COVID-19 ini sengaja dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Ditjend Tata Kelola Kemitraan Publik Kemenkominfo RI (TKKKP), Seksi Kemitraan Komunikasi Sosial sebagai akselerasi diseminasi konten COVID-19 dari Gugus Tugas Pusat, Kemenkominfo dan Kementerian terkait lainnya.

Diseminasi konten resmi terkait COVID-19 yang disampaikan melalui grup WA itu, agar para pegiat KIM bisa meneruskan informasi tersebut lebih luas ke komunitas melalui media yang dikelolanya, seperti media sosial, dan blog oleh masing-masing KIM.

Selain menyampaikan informasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19, Satgas KIM COVID-19 bentukan Kemenkominfo itu juga menyampaikan klarifikasi berita bohong yang beredar di sejumlah media sosial.

“Selain itu, kami juga bermitra dengan Satgas COVID-19 kabupaten berkaitan dengan kegiatan pencegah COVID-19 yang dilakukan,” kata Arif.

KIM Pamekasan Hebat merupakan salah satu kelompok informasi masyarakat yang menjadi binaan organisasi profesi wartawan yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, sebagai upaya mewujudkan cita ideal tatanan masyarakat melek media, serta meningkatkan peran masyarakat dalam bidang jurnalistik (citizen journalistic).

Keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan media blog berbasis konten lokal, yang mendidik dan mencerahkan, merupakan salah satu missi yang hendak diwujudkan melalui kelompok informasi.

Tujuan pembentukan KIM ini, antara lain, meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dan keaktifan masyarakat tentang informasi yang benar, serta mampu menyaring informasi yang valid dan mencerahkan.

Maraknya, penyebaran informasi bohong di berbagai media sosial, juga menjadi alasan kelompok informasi masyarakat ini, membentuk wadah organisasi untuk bergerak di bidang penyebaran informasi berbasis blog.

“Saat ini, kami juga bergabung dengan komunitas wartawan di Pamekasan membentuk posko informasi COVID-19,” kata Sekretaris KIM Pamekasan Hebat Fathol Arif, menjelaskan. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Warga Positif COVID-19 di Pamekasan Bertambah 2 Orang

PAMEKASAN HEBAT – Warga di Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bertambah 2 orang, sehingga jumlah total warga positif corona hingga kini sebantak 7 orang.

Sementara, jumlah total se-Madura yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 hingga awal Ramadhan 1441 Hijriah kali ini sebanyak 19 orang.

Ke-19 warga itu tersebar di tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Bangkalan sebanyak 8 orang, Pamekasan sebanyak 7 orang dan di Kabupaten Sumenep sebanyak 4 orang.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ahmad Marsuki di Pamekasan, Kamis (24/4/2020) malam, data sebaran warga Madura yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu, sesuai dengan data terbaru yang dirilis Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Timur.

“Dari 19 warga yang terkonfirmasi positif di Pulau Madura ini, enam orang diantaranya merupakan kasus baru, yakni 2 orang dari Pamekasan dan empat orang dari Kabupaten Sumenep,” kata Marsuki.

Kedua pasien positif tambahan asal Pamekasan itu terdiri dari, warga asal Kecamatan Proppo, yakni seorang wanita berusia 60 tahun dan masih tercatat sebagai salah seorang famili dari pasien positif corona sebelumnya.

Pasien positif berikutnya juga seorang wanita berusia 53 tahun asal Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

“Berdasarkan riwayatnya orang ini memang pernah kontak dengan pasien yang terpapar corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Terkait pasien positif baru asal Kecamatan Proppo, Plt Kepala Dinkes Pamekasan menjelaskan, bahwa pada 12 April 2020, pihaknya melakukan penelusuran pada orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien positif corona.

Pada tanggal 14 April 2020, tim media Satgas COVID-19 Pamekasan mengambil swab dari beberapa orang yang terlibat kontak dengan pasien positif corona.

Lalu, hasil spesimen dari beberapa orang pasien itu dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Litbangkes RI) dan hasilnya positif.

“Jadi, dari beberapa orang yang diuji lab itu, dua orang diantaranya terkonfirmasi positif corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Sementara, terkait adanya pasien tambahan positif COVID-19 itu, kini tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan terus melakukan pelacakan kepada orang-orang yang pernah terlibat kontak langsung dengan kedua pasien positif itu.

Tim juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa rumah warga yang diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 itu.

Sementara, pasien baru terkonfirmasi positif di Sumenep, merupakan warga yang pernah mengikuti pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo di Surabaya dan kini keempat orang tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD Sumenep. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Dua Warga Pamekasan Terkonfirmasi Lagi Positif COVID-19

Mobil Ambulans Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan saat menjemput pasien positif corona di Kecamatan Proppo, Pamekasan, Selasa (14/4/2020) malam.

PAMEKASAN HEBAT – Dua orang warga Pamekasan, terkonfirmasi lagi positif terpapar virus corona (COVID-19), sesuai hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kata Humas Satgas COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono.

“Dengan adanya kasus baru COVID-19 di Pamekasan ini, maka jumlah total kasus positif yang terkonfirmasi hingga kini sebanyak 5 orang. Satu diantaranya telah meninggal dunia,” kata Sigit dalam rilis yang disampaikan kepada media, Selasa (14/4/2020) malam.

Kedua warga Pamekasan yang positif terpapar COVID-19 itu terdiri dari Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH), berusia 57 tahun asal Kecamatan Proppo, dan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Pamekasan berusia 40 tahun asal Kecamatan Galis.

Sigit menjelaskan, pada tanggal 27 Maret 2020 tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan melakukan pelacakan pada PPIH tersebut dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

“Saat itu ia melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” kata Sigit.

Selanjutnya pada tanggal 9 April 2020, kembali dilakukan tes cepat dan pada saat yang sama petugas juga mengambil spesimen pasien. Lalu pada tanggal 14 April 2020, hasilnya diketahui positif.

Terkait pasien positif dari TKHI, Sigit menjelaskan, pada tanggal 24 Maret 2020 Satgas melakukan pelacakan dan ditemukan gejala bahwa yang bersangkutan terindikasi terpapar COVID-19 dengan status orang dalam pemantauan.

Pada tanggal 3 April 2020 dilakukan rapid tes atau tes cepat, hasilnya negatif.

Selanjutnya pada tanggal 9 April 2020, petugas kembali melakukan rapid test, dan diketahui hasilnya positif.

Pada saat yang sama, petugas mengambil spesimen untuk diuji dilaboratorium Kemenkes RI, dan pada tanggal 14 April 2020, terkonfirmasi bahwa hasilnya adalah positif.

“Setelah diketahui pasti bahwa hasilnya adalah positif, maka tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan langsung membawa keduanya ke RSUD Pamekasan untuk diisolasi,” kata Sigit Priyono, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Dari Pamekasan untuk Indonesia Bermartabat