Semua tulisan dari PAMEKASAN HEBAT

Dari Pamekasan Menuju Indonesia Bermartabat

Hari Jadi Pamekasan Pijakan Spirit Pembangunan Berkeadaban

PAMEKASAN HEBAT –  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, peringatan Hari Jadi ke-488 Kabupaten Pamekasan hendaknya bisa menjadi pijakan untuk merefleksikan bagaimana spirit perjuangan Panembahan Ronggosukowati, sebagai raja Islam pertama di Pamekasan yang berkeadaban.

“Momentum ini penting untuk menjadi spirit bagi kita semua, karena di Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ini merupakan tonggak sejarah bagaimana komitmen keummatan dan kebangsaan ditanamkan di bumi Pamekasan ini,” kata Baddrut Tamam.

Saat menyampaikan sambutan pada sidang paripurna dalam rangka Hari Jadi Ke-488 Kabupaten Pamekasan, RBT sapaan akrab “Ra Baddrut Tamam” ini menyatakan, semangat kebangsaan tokoh Panembahan Ronggosukowati tercetus setelah yang bersangkutan dinobatkan sebagai raja. Sedangkan spirit keummatan yang tertanam dalam diri Panembahan Ronggosukowati, karena yang bersangkutan merupakan raja Islam pertama di Bumi Pamekasan.

Ia mengatakan, semangat menanamkan nilai-nilai ke-Islam-an di bumi Pamekasan telah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu melalui Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam). Gerakan ini diharapkan menjadi motifator dan sumber inspirasi, agar semangat juang keummatan yang telah dipelopori oleh Ronggosukowati senantiasa terus tertanam dalam diri masyarakat Pamekasan.

Sehingga, Islam tidak hanya berorientasi pada tataran formal sebagai agama, akan tetapi menjadi nilai yang membumi dan sebagai sumber nilai dari berbagai program dan gerakan pembangunan di Pamekasan.

Bupati muda yang juga mantan anggota DPRD Jatim ini mengatakan, melalui momentum Hari Jadi Ke-488 Kabupaten Pamekasan ini diharapkan sejumlah program yang dicanangkan dirinya bisa berjalan optimal.

Menurut Baddrut, ada beberapa program yang kini sedang dicanangkan pemkab. Antara lain, pencipataan 10.000 pengusaha secara bertahap, tiap tahun 2000 pengusaha. Dari seluruh desa dan kelurahan yang ada di Pamekasan nantinya dilakukan pelatihan wirausaha sehingga akan tumbuh bibit-bibit pengusaha di desa, itu sesuai dengan potensi di desa masing-masing desa.

“Potensi potensi yang dimiliki tiap desa itu apa saja baru di cluster, dan nanti Cluster itulah yang kemudian menggambarkan potensi desa masing-masing, itu di bidang industri di bidang pendidikan. Harapan kita pendidikan kita berkemajuan,” ungkapnya.

Dokumen rekam jejak penobatan Panembahan Ronggosukowati pada HUT Hari Jadi Ke-488 Kabupaten Pamekasan.

Dia mengaku di beberapa kesempatan selalu mengatakan wajah Pamekasan bisa dilihat dari hari ini menuju Pamekasan empat atau lima tahun kedepan. Melalui beberapa gagasan program rencana yang sedang dirumuskan mulai dari pembuatan RPJMD yang sesuai dengan visi dan misi Pamekasan kedepan.

Selain itu, lanjut dia, Renstra Pamekasan 5 tahun ke depan, juga diharapkan bisa mendorong kemakmuran  rakyat. Diupayakan program-program pembangunan berkembang di segala sektor, baik bidang pendidikan, bidang pertanian sebagai pendorong utama PDRB, bidang SDM  semakin bagus dan infrastruktur berkemajuan sehingga pelayanan pada publik makin baik.

Mulai tahun 2019 mendatang, Bupati Baddrut Tamam juga mengharapkan sudah bisa melounching Mal Pelayanan, dan di tahun ini juga lounching mobil mobil dinas untuk dibranding batik Pamekasan.

“Di tahun ini juga sejumlah gagasan dan rencana Pembangunan sudah mulai dirancang sesuai rencana sebagai awal menuju Pamekasan hebat,” katanya, menjelaskan.

Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) dengan mengacu kepada konsep normatif Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui pilar ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal.

“Dengan begitu, bayangan Pamekasan lima tahun kedepan sudah bisa dilihat. Tahapan tahapan itulah yang kemudian kita sedang rancang di RPJMD kita,” ujar mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur ini.

Bupati Baddrut Tamam juga bersyukur diawal kepemimpinanya sudah ada penghargaan yang diterimanya dari Kementrian Pemuda dan Olah Raga yaitu sebagai Kabupaten Layak Pemuda Tingkat Pratama.

“Alhamdulillah ini baru sekarang kita mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Pemuda, baru tahun ini kita dapat, sekarang di tingkat Pratama itu nomor satu kita Pratama, tahun depan sudah harus meningkat lagi menjadi utama,” katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT).

Bupati Pamekasan Jelaskan Hari Jadi Pamekasan dengan Bahasa Madura

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan berbahasa Madura di rapat paripurna DPRD Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam membeberkan tentang Hari Jadi Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan Bahasa Madura pada sidang Paripurna Hari Jadi Ke-488 di ruang pertemuan DPRD Pamekasan, Senin (5/11/2018).

Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-488, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menggelar rapat paripurna dengan menggunakan bahasa Madura yang dipimpin langsung Ketua DPRD Halili Yasin.

Tampil dengan mengenakan pakaian adat bangsawan berwarna hitam dan ikat kepala (odheng), Bupati Pamekasan Baddrut Tamam nampak lancar menggunakan bahasa Madura halus, saat memberi sambutan kepada seluruh tamu undangan di ruang sidang paripurna DPRD setempat.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menceritakan sejarah tentang berdirinya Kabupaten Pamekasan, mulai zaman Kerajaan Parupuh (Proppo) yang dipimpin Arya Menak Senoyo hingga Kerajaan Pamekasan yang dipimpin Pangeran Ronggosukowati.

“Puji sokkor e areh sammangken Pamekasan ampon omor 488 taon. Omor ka’ dhintoh aropaagi settong hal senampuh badhan kauleh sareng sampean sokkore (Puji syukur pada hari ini Pamekasan sudah berusia 488 tahun. Di usia ini merupakan suatu hal harus kita syukuri),” terang Baddrut Tamam, Senin (5/11/2018).

Pada tanggal 3 November merupakan hari jadi Pamekasan. Pada tanggal tersebut raja Ronggoskowati dikukuhkan sebagai raja Pamelingan hingga sekarang.

Maka dari itu, tambah Baddrut, berdasarkan peraturan dari pemerintah tahun 2004 setiap tanggal 3 November Pemkab Pamekasan memperingati hari jadi Kabupaten Pamekasan.

“Raja Ronggosukowati ka’ dhinto ampon onggu-onggu abherri’ gembheren dhe’ badhan kauleh sareng sampean sadhejeh bahwa Pamekasan ka’ dhintoh dhaddi kabupaten se bernuansa religius, agamais dengan nilai-nilai agama sebagai pondasi (Raja Ronggosukowati sudah memberi gambaran kepada kita bahwa Kabupaten Pamekasan akan menjadi kabupaten yang bernuansa religius, agamis dengan nilai-nilai agama sebagai pondasi),” ucapnya.

Pihaknya juga mengajak kepada semua tamu undangan yang hadir agar selalu menciptakan inovasi untuk Pamekasan semakin baik ke depan.

“Ngereng areng sareng berinovasi kaangguy kamajuan Pamekasan tor kamakmuran sadhaje masyarakat Pamekasan (Mari bersama-sama berinovasi demi kemajuan Pamekasan dan kemakmuran masyarakat Pamekasan,” pungkasnya.

Saat Baddrut Tamam menyampaikan pidato, suasana nampak tenang, dan bersahabat, bahkan terlihat ceria. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Menerima Anugerah Kabupaten Layak Pemuda

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat menerima Anugerah sebagai kabupaten layak pemuda 2018.

PAMEKASAN HEBAT – Kabupaten Pamekasan, menerima anugerah sebagai kabupaten layak pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda pada “Malam Anugerah Kepemudaan 2018” di Balai Samudera, Boulevard Barat Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin (29/10/2018) malam.

“Ini hadiah yang baik untuk rakyat Pamekasan,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media seusai acara itu, Senin malam.

Adapun kategori penghargaan diantaranya Anugerah Pemuda Pelopor 2018, Wirausaha Muda Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional 2018, serta Kabupaten dan Kota Layak Pemuda 2018.

Anugerah Kabupaten/Kota Layak Pamuda yang diterima Pemkab Pamekasan kali ini kategori pratama dan anugerah itu diberikan karena Pamekasan dinilai memiliki gagasan visioner dalam hal gagasan dan program kepemudaan.

“Pernghargaan ini merupakan kali pertama, dan semoga tahun depan kita mendapatkan penghargaan lagi kabupaten layak pemuda tapi dengan kategori utama,” ujar Baddrut.

Bupati muda yang juga mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan, penghargaan itu akan menjadi pemicu bagi Pemkab Pamekasan untuk terus memperbaiki kinerja dan pelayanan kepada rakyat.

“Saya berkeyakinan bahwa kedepan Pamekasan akan banyak mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas kerja cerdas dan inovasi yang akan kami lakukan,” katanya.

Bupati Baddrut Tamam didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Muhammad hadir langsung menerima penghargaan yang diserahkan Menpora Imam Nahrowi, dalam acara bertajuk “Malam Anugerah Kepemudaan Tahun 2018” tersebut.

Bupati hadir dengan memakai baju pesak, yakni baju berwarna hitam dan celana gombor hitam dengan kaos merah.

Menurut bupati, pakaian tradisional Madura itu sengaja dipakai, sebagai bentuk promosi karena dirinya memang berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam memajukan seni budaya dan tradisi Madura.

Rangkaian kegiatan anugerah kepemudaan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga itu dilaksanakan dua hari. Sebelumnya juga digelar Youth Expo di Velodrome Rawamangun Jalan Pemuda No. 6 Jakarta Timur. (PAMEKASAN HEBAT)

Kemendes: Program Desa Inovatif Pamekasan Bisa Berdampak Nasional

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat meluncurkan bursa desa inovatif di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Sekretaris Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi menyatakan, program bursa inovasi desa yang digagas Pemkab Pamekasan, Jawa Timur bisa berdampak secara nasional.

“Ini akan menjadi bagian yang sangat penting untuk mempercepat pembangunan di desa. Saya yakin program ini akan memberikan dampak bagi Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya,” kata Anwar Sanusi saat menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran program bursa inovasi desa di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, Rabu (24/10/2018).

Anwar menilai, program inovatif yang dicanangkan Pemkab Pamekasan ini, kedepan akan menjadi sarana efektif untuk membangun kompetisi sehat antardesa yang ada di Pamekasan.

Kemendes juga menilai, Pemkab Pamekasan dibawah kepemimpinan Baddrut Tamam mampu menerjemahkan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa secara kreatif.

“Tentu sudah banyak sekali capaian di Kabupaten Pamekasan. Kita berharap, capaian bisa ditularkan kepada desa-desa yang lain, dan bursa desa inovatif ini merupakan sarana efektif,” katanya, menjelaskan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, bursa desa inovatif ini sengaja dicanangkan untuk mendukung program peningkatan ekonomi masyarakat desa dan menciptakan daya saing kompetitif.

“Kami menginginkan konsep ‘global village/ desa global’ menjadi konsep yang membumi dan oleh karena itu bursa desa inovatif ini kita canangkan,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu di Kabupaten Pamekasan ada sebanyak 178 desa yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah itu.

Dari jumlah itu baru ada beberapa desa saja yang mampu melakukan upaya-upaya inovatif dalam memajukan perekonomian masyarakat di desanya, dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana usaha.

“Kami yakin melalui program terpadu dan inovatif ini, Pamekasan bisa lebih baik, sehinggi cita ideal Pamekasan menjadi rajhe, bajhre tor parjughe bisa segera terwujud pula,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Bursa Inovasi Desa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah itu melalui program kegiatan bursa inovasi desa.

Sebanyak 178 desa dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Rabu, menghadiri bursa inovasi desa yang dicanangkan Pemkab Pamekasan di pendopo setempat.

“Melalui program ini, kami ingin menciptakan kompetisi sehat di masing-masing, sehingga dengan cara ini, persaingan sehat akan terwujud,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Bupati mengatakan, desa yang kreatif secara ekonomi lebih mandiri dan mampu mewujudkan peluang kerja bagi masyarakat di desanya, dan demikian juga sebaliknya.

Pada program inovasi ini, juga diharapkan agar desa yang lebih maju bisa menginspirasi desa lain yang belum maju.

“Kami ingin di masing-masing desa bisa nantinya bisa memiliki program inovatif antara dua hingga 3, sebagai program unggulan,” katanya.

Nantinya, sambung dia, program-program ini hendaknya dibahas secara detail di tingkat desa, dimasukkan dalam rancangan kerja dan anggaran pemerintahan desa, yakni APBDes.

“Jadi, bursa Inovasi desa ini akan menjadi sarana untuk saling menunjukkan program kreatif yang akan dilakukan masing-masing desa, untuk memajukan desanya,” ujar Bupati Baddrut Tamam.

“Program ini juga sebenarnya merupakan implemantasi dari anjuran Islam, yakni ‘berlomba-lomba menuju kebaikan,” katanya, menambahkan.

Bupati juga meminta agar Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa terus melakukan pendampingan terkait pencanangan program tersebut, sehingga cita ideal Pemkab Pamekasan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat desa melalui program kreatif bisa segera terwujud.

Hadir dalam acara pencanangan program inovasi desa ini, Sekretrais Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi. (PAMEKASAN HEBAT)

Sidak Dua Kecamatan, Bupati Temukan Camat-Sekcam Tak Berada di Kantor

Bupati Pamekasan saat sidak di kantor kecamatan, Selasa (23/10/2018)

PAMEKASAN – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua kecamatan yakni Kecamatan Proppo, Puskesmas Proppo, Kecamatan Palengaan dan Puskesmas Palenggaan, Selasa (23/10/2018)

Bupati datang secara sendirian ke dua kecamatan itu. Ia hanya didampingi ajudan dan sejumlah asisten pribadi bupati, sejumlah petugas Satpol-PP Pemkab Pamekasan.

Kecamatan Proppo menjadi sasaran sidak pertama Bupati Baddrut Tamam. Namun di kantor kecamatan ini, bupati menemukan Camat dan Sekcam Proppo tidak berada kantor tanpa alasan yang jelas. Sekcam dan Camat baru tiba di kantor kecamatan setelah bupati hendak meninggalkan kantor Kecamatan Proppo.

Di Kecamatan Proppo ini, Bupati Baddrut Tamam meninjau secara langsung kondisi sebagian kantor kecamatan yang rusak, dan beberapa kelengkapan kantor yang dikeluhkan staf kecamatan kepada Bupati Pamekasan.

Selanjutnya bupati melanjutkan sidak memantau pelayanan di Puskesmas Proppo, Pamekasan. Di Puskesmas ini semua petugas dan pimpinan lengkap, masuk kantor sesuai jam kerja yang telah ditetapkan.

Setelah melakukan sidak ke kantor Kecamatan Proppo, Bupati Baddrut Tamam didampingi ajudan, petugas Satpol-PP dan asisten pribadi bupati melanjutkan sidak ke Kecamatan Palengaan. Sebagaimana di Kecamatan Proppo, di Kecamatan Palengaan Sekcam dan Camat Palengaan juga tidak ada di kantor kecamatan tanpa alasan yang jelas. Camat dan Sekcam baru tiba di kantor kecamatan setelah bupati hendak meninggalkan kantor kecamatan.

“Saya sengaja sidak diam-diam tanpa didampingi pimpinan SKPD seperti ini untuk mengecek secara langsung bagaimana kinerja pihak kecamatan pusat layanan publik lainnya di kecamatan. Sebab, kami sudah berkomitmen bahwa pelayanan di Pamekasan ini harus ditingkatkan,” ujar bupati di sela-sela sidak itu.

Setelah melakukan sidak di Kantor Kecamatan Palengaan, Bupati Baddrut Tamam melanjutkan sidak ke Puskesmas Palengaan. Di Puskesmas Palengaan, semua petugas dan pimpinan lengkap dan bertugas sebagaimana biasanya.

Sidak yang dilakukan langsung oleh Bupati Pamekasan jni mulai pukul 11.30 WIB dan berakhir sekitar dua jam kemudian. (TMC/PAMEKASAN HEBAT)