Data Kasus Campak Selama 2022 di Madura

PAMEKASAN – Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyebutkan, dua kabupaten di Pulau Madura, yakni Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep tercatat sebagai kabupaten paling banyak dalam kasus virus campak rubela (MR).

Kasus campak di Kabupaten Sampang tercatat sebanyak 57 kasus, sedangkan di Kabupaten Sumenep tercatat sebanyak 55 kasus, lalu Pamekasan sebanyak 25 kasus dan yang paling sedikit Kabupaten Bangkalan, yakni 13 kasus.

Jumlah kasus campak di Kabupaten Pamekasan menempati urutan keempat di Jawa Timur setelah Kabupaten Pasuruan, sedangkan di urutan kelima adalah Kabupaten Bangkalan.

Dinkes Jatim juga merilis urutan kabupaten/kota di Jawa Timur yang terserang kasus campak rubela selama 2022, yakni (1), Kabupaten Sampang sebanyak 57 kasus, (2), Sumenep 55 kasus, (3), Kabupaten Pasuruan sebanyak 34 kasus, (4), Kabupaten Pamekasan 25 kasus, (5). Kabupaten Bangkalan 13 kasus, (6) Kabupaten Magetan 10 kasus, (7) Kabupaten Probolinggo 5 kasus, dan (8). Kota Batu 4 kasus.

“Kami telah mendorong Dinkes kabupaten/kota untuk meningkatkan cakupan imunisasi (MR) rutin yang tinggi dan merata,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jatim Erwin Astha dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media.

Selain menggencarkan cakupan imunisasi MR, Dinkes Jatim telah melakukan pendampingan kepada kabupaten/kota terdampak, dengan melakukan penyelidikan epidemiologi hingga memberikan rekomendasi pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) atau pemberian tambahan imunisasi MR untuk melindungi kelompok masyarakat yang berisiko.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, peningkatan kasus ini disebabkan oleh penurunan cakupan imunisasi yang signifikan saat pandemi COVID-19, sehingga banyak anak yang tidak mendapat imunisasi rutin lengkap.

Penyakit campak dan Rubella adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, penyakit ini sangat mudah menular. Penularan melalui saluran napas melalui butiran liur di udara yang keluar pada saat penderita batuk dan bersin. Penyakit campak atau yang dikenal dengan Morbiili atau Measles memiliki gejala demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/ atau pilek dan/ atau mata merah.( conjunctivitis).

Penyakit ini sangat berbahaya bila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit Rubella adalah penyakit yang mirip dengan campak, gejalanya berupa demam ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terdeteksi. Rubella sangat berbahaya pada wanita hamil terutama pada kehamilan trimester pertama dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir dengan cacat bawaan yang disebut dengan congenital rubella syndrome (CRS).

Setiap orang berisiko untuk tertular penyakit campak terutama orang yang belum divaksinasi bahkan orang yang sudah divaksinasi tetapi belum terbentuk kekebalan. Yang menjadi perhatian adalah efek yang ditimbulkan setelah tertular penyakit campak dan rubella. Penyakit ini umumnya menyerang anak anak dan dewasa muda. Anak-anak yang terinfeksi penyakit ini akan diperparah bila kondisi gizinya kurang sehingga tidak memiliki kekebalan tubuh, dan sering terjadi komplikasi yang berakibat pada kecacatan dan kematian. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s