Arsip Tag: Top News

Bupati Baddrut Tamam Ajak Umat Islam Teladani Kesabaran Nabi Ibrahim

Petugas melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 Hijriah, JUmat (31/7/2020).

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak umat Islam meneladani ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ia menyatakan banyak ibrah yang bisa dipetik dari pelajaran sejarah Nabiyullah itu, hingga akhirnya menjadi manhaj syariah bagi umat Islam hingga kini.

“Dan mari kita maknai Idul Adha di tengah wabah pandemi COVID-19 ini agar senantiasa tetap menjaga hati dan pikiran untuk selalu mengharap rida dan ampunannya,” kata dia saat menyampaikan sambutan sebelum Shalat Id di Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan, Jumat (31/7/2020).

Virus corona yang telah menyerang warga di 270 lebih negara di dunia, telah menyebabkan banyak perubahan dalam banyak hal, terutama bidang ekonomi di samping banyak warga yang meninggal akibat terpapar COVID-19 itu. [Baca Juga: Pemkab Bentuk Tim Khusus Pemeriksaan Hewan Kurban]

Oleh karena itu, ikhtiar untuk menekan dan mencegah penyebaran COVID-19 harus terus dilakukan.

Di Pamekasan, tercatat 777 orang suspek kasus ini dan sebanyak 233 terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga perlu perhatian serius dari semua pihak.

Memang, sambung mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, untuk menciptakan kesadaran yang menyeluruh tentang pentingnya mengantisipasi penyebaran COVID-19 tidak mudah, karena ada sebagian yang beranggapan bahwa pandemi adalah konspirasi. [Baca Juga: PWI Pamekasan Menerbitkan Buku Madura dalam Sorotan Media]

Namun, upaya serius dan bersungguh-sungguh demi keselamatan bersama dalam menekan penyebaran COVID-19 harus tetap dilakukan.

Selain Bupati Baddrut Tamam, Wakil Bupati Raja’e, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan lainnya juga melaksanakan Shalad Id di masjid terbesar di Kabupaten Pamekasan itu. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Gabung PWI Dirikan Posko COVID-19]

Penyerahan hewan kurban dari Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ke Takmir Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan, Jumat (31/7/2020).

Pelaksanaan shalat dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak. Jamaah yang datang ke masjid itu dilakukan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu oleh petugas dan diminta untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

Bertindak sebagai khatib pada Shalat Id itu Ketua Umum Yayasan Takmir Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan K.H. Baidawi Absar dengan tema khotbah “Keikhlasan Berkurban dalam Mengokohkan Keimanan dan Jiwa Sosial di Masa Pandemi”.  [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyerahkan hewan kurban kepada takmir masjid didampingi Wakil Bupati Raja’e, Sekda Totok Hartono dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pamekasan Halifaturrahman.

Total jumlah hewan yang dikurbankan pada Idul Adha 1441 Hijriah 65 ekor kambing dan 13 ekor sapi. (PAMEKASAN HEBAT)

Jumlah Pasien COVID-19 Sembuh di Pamekasan Mencapai 134 Orang

PAMEKASAN HEBAT – Jumlah pasien positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Pamekasan yang sembuh terus bertambah dan hingga 24 Juli 2020 telah mencapai 134 orang, dari total jumlah pasien terkonfirmasi sebanyak 217 orang.

“Jumlah pasien positif yang kini masih menjalani perawatan tinggal 57 orang dan semua akan terus membaik,” kata Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono. [Baca Juga: Terminologi Baru Kasus COVID-19 yang Perlu Diketahui]

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media Jumat (24/7/2020) malam dijelaskan, pasien positif COVID-19 yang sembuh sesuai data per hari ini sebanyak 8 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Kadur, Waru, Pamekasan dan Kecamatan Proppo.

Ke-8 orang itu masing-masing berinisial M (62) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Kadur, R (31), perempuan asal Kecamatan Waru, S (43) laki-laki asal Kecamatan Pamekasan
, M (48) laki-laki asal Kecamatan Pamekasan, D (43) perempuan asal Kecamatan Pamekasan, S (56) laki-laki asal Kecamatan Pamekasan
, K (36) perempuan asal Kecamatan Propo dan A (33) laki-laki asal Kecamatan Tlanakan. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Sementara itu, total jumlah warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 hingga 24 Juli 2020 ini, terdata sebanyak 217 orang dengan perincian, pasien dirawat sebanyak 57 orang, sembuh 134 orang dan meninggal dunia sebanyak 26 orang. [Baca Juga: PWI Pamekasan Terbitkan Buku Madura Dalam Sorotan Media]

Warga Pamekasan yang suspect COVID-19 terdata sebanyak 768 orang, dengan perincian sebanyak 78 orang dalam pengawasan, 652 orang selesai pengawasan dan sebanyak 38 orang sisanya meninggal dunia. (PAMEKASAN HEBAT)

Gugus Tugas Pamekasan Umum 19 Pasien Positif COVID Sembuh

PAMEKASAN HEBAT – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengumumkan sebanyak 19 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 telah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Ke-19 pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh per hari ini adalah berasal dari tiga kecamatan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media Ahad (19/7/2020) malam.

Perinciannya pasien berasal dari Kecamatan Pademawu sebanyak 7 orang, lalu dari Kecamatan Pamekasan sebanyak 4 orang dan 3 orang sisanya pasien positif COVID-19 yang berasal dari Kecamatan Tlanakan. [Baca Juga: Terminologi Baru Kasus COVID-19 Yang Perlu Diketahui]

Pasien positif COVID-19 asal Kecamatan Pademawu yang telah dinyatakan sembuh masing-masing berinisial M (66) berjenis kelamin laki-laki, S (53) berjenis kelamin perempuan, M (56) juga perempuan, lalu S (tanpa tahun) berjenis kelamin laki-laki, D (49), W (th) berjenis kelamin perempuan dan A (44) berjenis laki-laki.

“Kalau dari Kecamatan Tlanakan masing-masing berinisial D (35), M (28), dan E (51),” kata Sigit menjelaskan.  [Baca Juga: Jumlah Pasien COVID-19 Pamekasan Sembuh Terus Bertambah]

Sedangkan pasien asal Kabupaten Pamekasan yang telah dinyatakan sembuh masing-masing berinisial M (51) berjenis kelamin laki-laki, A (20) berjenis kelamin laki-laki, S (25) juga berjenis kelamin laki-laki, lalu M (32) berjenis kelamin laki-laki dan H (61) berjenis kelamin perempuan. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Gabung PWI Dirikan Posko COVID-19]

Dengan adanya sebanyak 19 pasien positif COVID-19 yang sembuh ini, maka total pasien COVID-19 yang sembuh hingga 19 Juli 2020 sebanyak 75 orang dari total 201 orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19. Sedangkan pasien yang meninggal dunia terdata sebanyak 25 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Jumlah Pasien COVID-19 Pamekasan Sembuh Terus Bertambah

PAMEKASAN HEBAT – Upaya Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pamekasan dalam melakukan pencegahan dan penanganan membuahkan hasil, bahkan jumlah pasien positif terpapar COVID-19 terus bertambah.

“Hari ini ada dua pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya kepada media di Kabupaten Pamekasan, Senin (13/7/2020).

Dengan adanya dua orang pasien positif COVID-19 yang sembuh ini, maka total jumlah pasien sembuh di Kabupaten Pamekasan hingga 13 Juli 2020 sebanyak 59 orang. Keduanya dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji laboratorium. Kedua pasien positif itu masing-masing berinisial S (54) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Pakong dan F (59) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Pamekasan. [Baca Juga: Tim COVID-19 Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona]

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Pamekasan menunjukkan bahwa angka pasien positif COVID-19 yang sembuh ini lebih tinggi dari angka pasien positif yang meninggal dunia. Sebab, jumlah warga Pamekasan yang positif corona yang meninggal dunia, terdata sebanyak 24 orang, dari total jumlah pasien positif sebanyak 170 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan sebanyak 87 orang.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 121 orang. Sebanyak 48 pasien yang masih dalam pengawasan, lalu sebanyak 39 orang masih dalam pengawasan dan sebanyak 34 sisanya meninggal dunia.orang meninggal dunia. [Baca Juga: Penyemprotan Disinfektan Terus Dilakukan Demi Mencegah Corona]

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantau (ODP) mencapai 609 orang, dengan perincian sebanyak 576 sudah selesai dilakukan pemantauan, dan sebanyak 33 orang masih dalam pemantauan.

Upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polisi terus digencarkan. Selain dengan cara melakukan rapid test atau cepat, para petugas gabungan ini, terus gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan masker apabila hendak keluar rumah, dan menjarak jarak fisik atau menghindari kerumunan (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Tim COVID-19 Jatim Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona

PAMEKASAN HEBAT – Tim Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengajak semua pihak lebih proaktif dalam berupaya melakukan pencegahan penularan virus corona di kalangan masyarakat, karena angka kematian pasien positif COVID-19 masih tinggi.

Bahkan, menurut Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Jawa Timur Dr Kohar Hari Santoso, persentasi kematian pasien positif terpapar virus corona di Jawa Timur lebih tinggi dibanding luar negeri.

“Persentasi kematian pasien COVID-19 yang meninggal dunia di luar negeri itu, antara 3 hingga 5 persen, dari total jumlah pasien positif,” kata Kohar saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi pencegahan COVID-19 di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (10/7/2020).

Sedangkan, sambung dia, di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, persentase angka kematian pasien yang positif terpapar COVID-19 antara antara 15 hingga 40 persen lebih.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab, disamping pasien yang terpapar memiliki jenis penyakit lain, atau penyakit bawaan, sehingga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.

Jika daya tahan tubuh menurun, maka virus yang ada dalam tubuh orang yang terpapar corona akan lebih cepat bekerja.

“Dan Kabupaten Pamekasan ini termasuk kabupaten dengan persentase angka kematian pasien positif corona yang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim, persentase kematian pasien terpapar COVID-19 sebesar 15,58 persen.

Pasien terbanyak yang meninggal duia adalah berusia lanjut, yakni antara umur 60 hingga 69 tahun.

Selain tingginya angka kematian pasien positif COVID-19, angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) juga sangat tinggi dan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Tiga kabupaten/kota terbanyak persentasi angka kematian pasien dalam pengawasan adalah Kabupaten Bangkalan, lalu Kabupaten Sumenep dan yang ketiga adalah Kota Mojokerto.

Persentase angka kematian PDP di Bangkalan 48 persen, Sumenep 43 persen dan Kota Mojokerto 39 persen.

“Yang paling sedikit sesuai dengan data tim adalah Kabupaten Bondowoso, Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang. Ini untuk PDP ya, bukan yang positif corona,” ujar Hari.

Selanjutnya Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam berupaya melakukan pencegahan. “Pencegahan ini bisa dilakukan secara primer, sekunder dan tersier,” kata Hari.

Yang dimaksud dengan pencegahan primer adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak tertular virus corona, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak menjadi sakit, yakni dengan cara terus berupaya meningkatkan imun tubuh dan membentuk masyarakat tangguh.

Sementara pada pencegahan tersier, menurut dia agar warga yang telah terpapar COVID-19 tidak fatal, sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.

“Caranya tentu dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung rumah sakit, termasuk kualitas pelayanan,” katanya, menjelaskan.

“Jadi, pencegahan primer bagi orang dalam pemantauan atau orang tanpa gelajar, sekunder bagi pasien dalam pengawasan, sedangkan pencegahan tersier, adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan bagi orang yang sudah positif COVID-19,” katanya, menambahkan. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Pamekasan Fasilitasi Perdamaian Polres-PMII Terkait Kekerasan Unjuk Rasa

Jumpa pers Polres, Pemkab dan PMII serta alumni PMII Pamekasan terkait insiden kekerasan unjuk rasa pada 25 Juni 2020.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memfasilitasi kesepakan damai antara institusi Polres Pamekasan dengan organisasi ektra kampus, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, terkait insiden kekerasan dalam kegiatan unjuk rasa organisasi mahasiswa itu pada 25 Juni 2020.

Pertemuan tentang kesepakatan damai antara kedua institusi ini digelar di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pemkab Pamekasan oleh Bupati Baddrut Tamam didampingi Wakil Bupati Raja’e, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sigit Priyono, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan, Sabtu (26/6/2020).

“Tapi proses hukum bagi oknum yang melakukan tindak kekerasan saat unjuk rasa itu tetap berlangsung,” kata Ketua Koordinator Cabang PMII Jawa Timur Abdul Ghoni, seperti dilansir situs antaranews.com, 26 Juni 2020.

Upaya damai insiden kekerasan oleh oknum anggota polisi saat unjuk rasa memrotes praktik penambangan galian C ilegal itu juga dihadiri sejumlah alumni organisasi PMII, seperti Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Pamekasan Atiqullah dan sesepuh alumni PMII Pamekasan Sohibuddin. [Baca Juga: “Berbaur” Sowan Kepada Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan]

Selain menuntut tetap menindak tegas oknum polisi yang terlibat kekerasan, PMII juga meminta agar polisi bertanggung jawab atas tiga orang mahasiswa yang cedera dalam insiden unjuk rasa tersebut.

PMII juga bersepakat untuk berkoordinasi dengan PMII se-Indonesia melalui PMII Jawa Timur agar kasus di Pamekasan tidak memantik unjuk rasa di berbagai daerah, demi menjaga situasi kondusif di tengah pandemik COVID-19 ini.

“Jadi, empat poin tersebut, yakni sepakat untuk berdamai, tindakan tegas bagi pelanggar aturan dan oknum pelaku kekerasan, dan menanggung biaya pengobatan korban menjadi kesepaktan damai,” kata Baddrut Tamam yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris IKA PMII Jawa Timur ini.

Sementara Kapolres AKBP Djoko Lestari menyatakan pihaknya memang akan menindak tegas siapa saja yang terbukti bersalah. “Personel yang terekam melakukan pemukulan sudah menjalani pemeriksaan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga bersedia memberikan ganti rugi biaya pengobatan bagi tiga orang peserta unjuk rasa tersebut. [Baca Juga: Ketika Yang Muda Membangun Kepemimpinan Tak Berjarak]

“Terkait dugaan praktik penambangan galian C ilegal juga kami proses, bahkan ditangani langsung oleh Polda Jatim,” ujar kapolres.

Insiden kekerasan pada unjuk rasa mahasiswa PMII Pamekasan yang digelar pada 25 Juni 2020 hingga menyebabkan tiga orang mahasiswa peserta aksi luka-luka, setelah sebagian di antara peserta itu ada yang melompat pagar.

Polisi kemudian menjadi beringas, dan memukul peserta yang dinilai tidak mengindahkan arahan petugas.

Selanjutnya Bupati Baddrut Tamam menyatakan, menyampaikan aspirasi di depan publik tidak dilarang dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi, akan lebih efektif apabila penyampaian aspirasi secara dialog, sehingga poin-poin yang hendak disampaikan akan lebih jelas dan terarah. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

“Berbaur” Sowan Kepada Para Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e, Jumat (29/5/2020) malam sowan kepada dua orang mantan Bupati Pamekasan yakni KH Kholilurrahman dan Achmad Syafii, serta mantan mantan Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari, dan kegiatan itu digelar dalam rangka menyambung silaturrahmi, sekaligus sebagai bentuk pendidikan politik kepada masyarakat Pamekasan.

Dalam acara itu, Bupati dan Wabup Pamekasan didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan. Antara lain, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Achmad Zaini, Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Sigit Priyono, para asisten, dan beberapa orang staf di lingkungan Pemkab Pamekasan. Lanjutkan membaca “Berbaur” Sowan Kepada Para Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan

PWI – Madura United bagikan 2 ton beras bagi warga terdampak COVID-19

PAMEKASAN HEBAT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Jawa Timur bersama klub sepakbola Madura United FC dan Yayasan Madura Peduli Indonesia (YMPI) membagikan sedikitnya 2 ton beras bagi warga terdampak COVID-19 di wilayah itu.

Pembagian dalam paket ini terdiri dari 3 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 4 bungkus mie instan di depan kantor Madura United FC di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, Sabtu (9/5/2020) dengan jumlah total 4.600 paket.

“Bhakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada warga terdampak COVID-19. Nilainya memang tidak seberapa, tapi kegiatan aksi kemanusiaan ini kami harapkan bisa menginspirasi kepada kelompok masyarakat lainnya di Pamekasa secara khusus dan Madura pada umumnya, agar ikut peduli kepada sesama,” kata Direktur PT Polana Bola Madura (PBMB) Ziaul Haq Abdurrahim.

Pembagikan paket sembako kepada warga terdampak COVID-19 hasil kerja sama antara Madura United FC, Yayasan Madura Peduli Indonesia dan PWI Pamekasan ini dengan memperhatikan protokoler kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Antara lain dengan tetap menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Pembagian paket sembako kepada warga ini hanya sebagian kecil saja, karena kebanyakan paket bantuan diantar secara langsung ke rumah-rumah penerima bantuan oleh pengurus yayasan, jurnalis anggota PWI Pamekasan dan suporter klub sepakbola yang menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Garam ini.

“Yang kami bagikan disini hanya sekitar 200 bungkus saja, sedangkan 400 bungkus sisanya diantar secara langsung ke rumah-rumah warga,” kata Ketua Yayasan Madura Peduli Indonesia Umar Wahid.

Selain membagikan paket sembako, klub sepakbola berjuluk “Laskar Sape Kerrap” ini juga membagikan sebanyak 1.000 buah masker untuk masjid dan mushalla dan 200 buah alat suci tangan.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menyatakan, gerakan bhakti peduli warga terdampak COVID-19 sebagaimana dilakukan Madura United FC dan Yayasan Madura Peduli Indonesia ini perlu mendapatkan dukungan penuh kalangan insan pers, guna mendorong terwujudnya tatanan masyarakat yang memiliki komitmen pada sesama, dan mempertahankan budaya gotong royong sebagai bagian dari nilai-nilai luhur budaya bangsa ini.

“Saya kira, ini juga seirama dengan misi kita sebagai penyampai risalah, yakni ikut mendorong dan melestarikan kesalehan sosial bagi umat dan bangsa ini,” kata Aziz.

Alumni Magister Media dan Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini lebih lanjut menjelaskan, pandemi COVID-19 telah menyebabkan berbagai tatanan sosial berubah, terutama dalam bidang ekonomi.

Warga miskin dan kurang mampu sangat merasakan dampak sistemik dari pandemi corona tersebut, sehingga perlu ada upaya sistemik pula untuk mengatasi permasalah tersebut.

PWI sebagai organisasi profesi wartawan memang tidak memiliki kekayaan yang cukup untuk ikut membantu secara langsung meringankan beban warga yang terdampak COVID-19 ini.

Maka cara efektif yang dilakukan adalah dengan mendorong dan memediasi elemen-elemen masyarakat yang memiliki kemampuan melalui pemberitaan media massa, dan menjadi mitra bagi kelompok masyarakat yang memiliki komitmen pada warga yang membutuhkan bantuan.

“Karena kekayaan kelompok seperti kita kita ini bukan pada materi, akan tetapi pada media, dan gagasan dalam ikut mengedukasi publik. Dan disinilah nilai-nilai kebaikan yang perlu kita lakukan,” kata jurnalis yang juga penulis buku “Madura dalam Sorotan Media” ini.

Gerakan bhakti sosial yang dilakukan oleh klub sepakbola Madura United FC bersama Yayasan Madura Peduli Indonesia dalam berupaya mencegah penyebaran COVID-19 bukan kali ini saja.

Sebelumnya, Madura United dan Yayasan Madura Peduli Indonesia juga telah mendistribusikan bantuan kepada empat rumah sakit umum daerah (RSUD) di Madura berupa alat pelindung diri, hand sanitizer dan masker operasi.

Total bantuan yang telah disalurkan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Madura selama pandemi COVID-19 ini berlangsung telah mencapai 80 ton beras se-Madura, APD 1.200 buah, ratusan hand sanitizer dan puluhan ribu masker. (PAMEKASAN HEBAT)

Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang bantu APD di RSUD Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang memberikan bantuan sejumlah paket alat pelindung diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo Pamekasan sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi ini dalam ikut mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah itu.

“Selain APD, kami juga menyerahkan bantuan berupa masker medis, dan sarung tangan karet,” kata Ketia Ikatan Alumni (IKA) Unibraw wilayah Madura Iskandar dalam rilis yang disampaikan ke Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat, Senin (4/5/2020).

Jumlah APB berupa baju hazmat yang disumbangkan Unibraw ke RSUD Pamekasan melalui perwakilan alumninya di Madura pada 30 April 2020 itu sebanyak 50 buah, masker medis 250 buah dan sarung tangan karet sebanyak 100 buah. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

Iskandar yang juga Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pamekasan ini lebih lanjut meminta agar bantuan itu tidak dinilai dari jumlah, akan tetapi pada kepedulian lembaganya dalam ikut menangani pencegahan COVID-19 di Pamekasan.

Ia berharap, aksi sosial ini bisa menginspirasi institusi dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut peduli dan bergotong royong dalam mencegah penularan COVID-19. [Baca Juga: Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyampaikan bahwa di bulan suci Ramadhan ini ada dua poin penting yang harus diperhatikan untuk mencegah penyebaran virus corona, yakni pencegahan dan gotong royong.

Pencegahan harus efektif diterapkan dengan membatasi pergerakan masyarakat untuk tidak keluar rumah, akan tetapi disatu sisi pemerintah juga perlu tetap menjamin kebutuhan logistik masyarakat yang terdampak COVID-19.

Dalam kontek goyong-royong pada poin kedua, menurut Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Madura ini, ialah dengan memanfaatkan berkah Ramadhan dalam mewujudkan “kesalehan sosial”. [Baca Juga: Bencana Melahirkan Optimisme]

“Zakat mal dan zakat fitrah bisa kita manfaatkan untuk membantu sesama yang terdampak COVID-19,” kata Iskandar.

Mantan anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan ini mengaku yakin, dengan cara seperti itu, maka persoalan masyarakat akibat COVID-19 akan berkurang.

“Jadi, mari kita bergandengan tangen membantu saudara kita yang yang mengalami krisis akibat pandemi ini , dengan menggalakkan zakat fitrah dan zakat mal secara merata, ya tentunya seeuai dengan kapasitasnya masing-masing,” ajak Iskandar.

Kepada petugas medis dan paramedis yang bekerja, Iskandar berharap, mereka tetap optimis, dan semangat untuk terus membantu dan memberikan pertolongan kepada warga yang terpapar COVID-19.

“Karena di tangan saudaralah Tuhan mengirimkan anda sebagai penolong bagi yang sakit. Yakinlah bahwa setelah kesulitan ini akan ada kemudahan dan jalan keluar dari wabah ini,” ujarnya. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

“Semoga diterima segala jerih upaya perjuangan sebagai sumbangsih bagi kesehatan warga Pamekasan. Kami juga berharap kepada pihak swasta masih terbuka peluang untuk mengalirkan bantuan APD dan bansos melalui program CSR-nya,” katanya, menambahkan.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Dr Mazhar mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak Unibraw Malang pada RSUD Pamekasan.

“Bagi kami, bantuan ini sangat berharga, bahkan melalui bantuan ini, pihak Unibraw serasa memberikan motivasi agar kami bisa semangat untuk terus berjuang memberikan pelayanan terbaik dalam mengobati para penderita COVID-19 di Pamekasan ini,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai satu dari tiga kabupaten di Pulau Madura yang warganya ada yang positif terpapar COVID-19.

Hingga 3 Mei 2020, warga Pamekasan yang terdata positif terpapar COVID-19 sebanyak 10 orang. Perinciannya sebanyak 4 orang telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih menjalani perawatan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Bencana Melahirkan Optimisme

Bupati Pamekasan bersama salah seorang tokoh ulama Pamekasan dalam sebuah kesempatan.

Oleh: Baddrut Taman
PAMEKASAN HEBAT – Ramadhan tahun ini, sungguh berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Umat Islam Indonesia, bahkan muslim di seluruh dunia, menjalankan ibadah puasa ditengah pandemi global, penyebaran Coronavirus disease (COVID-19). Karena itulah, wujud kegembiraan menyambut Ramadhan tahun sebelumnya, seperti tarawih di masjid dan langgar, tadarrus maupun musik patrol keliling, tidak lagi terjadi pada Ramadhan kali ini.

Hal itu, bukan karena kita meragukan ketetapan taqdir Alla, karena kecepatan penularan COVID-19 ini dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Akan tetapi, kiat sedang menghindari taqdir Allah yang satu, pergi pada taqdir Allah yang lainnya, seperti dilakukan Amirul Mukminin Sayidina Umar Bin Khattab, ketika memutuskan menghindari Kota Syam yang sedang dilanda wabah penyakit.

Lalu, apakah hikmah yang bisa kita ambil dari mewabahnya COVID-19 disaat kita menjalankan ibadah puasa ini?. Adalah Imam Syafi’i yang pernah mengomentari surat Al Ashr, dengan sangat optimis Imam Syafi’i berkata; Seandainya tidak ada Alquran, lalu hanya ada Surat Al Ashr, maka itu sudah cukup. Sebabnya, Surat Al Ashr mengajarkan tentang tiga hal yang demikian urgen dalam kehidupan setiap muslim. Ketiganya adalah iman, amal saleh dan saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran. Surat Al Ashr ini merupakan spirit penting, dimana keimanan kita pada kadar tertentu harus diiringi dengan pesan-pesan untuk menegakkan kebenaran dan kesabaran.

Sabar dan berkata benar adalah dua hal esensi ketika sebuah wabah penyakit melanda. Ketika Nabi Ayub dilanda penyakit, beliau tak hanya sabar ketika diuji beragam cobaan, tapi juga harus berkata benar kepada istrinya, satu-satunya pendampingnya yang masih ada saat itu. Musibah Corona ini mirip dengan apa yang dialami Nabi Ayub, yaitu sebuah musibah yang tidak hanya berupa penyakit namun juga keterpurukan ekonomi dan hilangnya sebuah sejarah keluarga. Ayub tak hanya sakit, tapi beliau juga diuji kemerosotan ekonomi berupa hilangnya harta-hartanya dan wafatnya putra-putranya. Di akhir perjalanan sakit beliau ada ujian dari istrinya berupa keputusasaan sang istri atas penyakit Nabi Ayub.

Namun, apakah Ayub luluh. Ternyata tidak, Ayub mampu menjalani ujian pahit itu dengan sangat baik. Di kemudian hari, kesabarannya menjadi pepatah tentang keteladanan kesabaran berupa kalimat “kesabarannya seperti kesabarannya Ayub”.

Setelah kesulitan maka datanglah kemudahan. Setelah musibah yang menjemukan, apa yang didapat Ayub. Ternyata Tuhan membalasnya dengan kebaikan berlipat. Quran Surat Shad ayat 41-44 melukiskan bagaimana Tuhan membalas kesabaran Ayub dengan obat, harta dan keluarga yang lebih banyak serta insyafnya sang istri.

Bencana memang harus melahirkan optimisme dan semangat untuk menasihati dalam kebenaran. Wabah COVID-19 ini juga memiliki korelasi dengan situasi kita hari ini. Di tengah beragam persoalan yang muncul sejak masalah ritual sampai ekonomi, kita memang harus terus berkata benar. Bukankah kita dihadapkan saat ini pada kondisi nyinyir sebagian kecil masyarakat kita terhadap anjuran MUI dan Pemerintah dalam soal ibadah. Bukankah kita menjumpai bertebarannya hoaks tentang corona, dimana kita harus menyampaikan kebenaran sebenar-benarnya, sejauh yang kita pahami. Beragam hoaks yang menjangkiti masyarakat kita akhirnya pada tataran tertentu melahirkan satu sikap kritis agar kita mau aktif dalam menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Optimisme itu perlu dibangun dengan satu sikap positif thinking. seorang muslim yang berpengetahuan, pasti punya pikiran positif atas segala musibah. Karena ujian berupa penyakit tak hanya menimpa muslim saja, tapi juga semua manusia bahkan sekelas nabi seperti Ayub. Faktanya, manusia memang tidak ada yang hidupnya senang terus atau susah terus. kebahagiaan dan derita datang silih berganti. Maka, dengan cara berpikir yang sederhana, kita hanya menyajikan satu hal saja dalam benak kita. Corona suatu saat akan berlalu seperti halnya bencana bencana lainnya.

Betapa pentingnya kita bersabar dalam kurun musibah ini. Bersabar dan berkata benar pada dasarnya merupakan salah satu kunci untuk mendatangkan kebahagiaan. Imam Ghazali berkata dalam salah satu Bab dalam Ihya’ Ulumuddinnya, bahwa kebahagiaan akan diraih sempurna jika seseorang bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan kesengsaraan akan terjadi ketika seseorang dikuasai nafsunya sendiri. Bersabar dan berkata benar adalah kunci untuk mengekang hawa nafsu. Ramadhan adalah momentum dimana kesabaran dan kebenaran itu dipertunjukkan dalam panggung ritualisme kita.

Dibalik semua musibah, Tuhan telah menyiapkan banyak skenario kebaikan, yang bahkan mungkin akal kita tak bisa menjangkaunya. Banyak hikmah yang akan didapat seorang muslim manakala dia mau bermuhasabah atas pandemic global ini. Seorang muslim pasti akan menyadari bahwa beginilah takdir Allah berlaku, jika Yang Maha Besar berkehendak. Seorang muslim yang baik pasti akan berfikir bahwa musibah global ini akan menunjukkan, bahwa ada orang yang bersyukur dan bersabar, pun sebaliknya, ada orang yang yang kurang bersyukur dan tidak sabar atas musibah yang diberikan Allah.

Muslim yang cermat juga akan melihat dengan hati bersih, bahwa dunia adalah miniatur akhiratnya kelak. Kebahagiaan dan kesengsaraan hidup yang dialaminya, adalah sesuatu yang akan dia alami dalam perjalanan Barzakhnya dan perjalanan akhiratnya. Pelajaran hidup itu bisa menjelaskan, bahwa terkadang kelezatan hidup menjadi relative, ketika melihat bagaimana negeri-negeri yang indah secara duniawi, makmur secara materi, bahagia secara relasi sosial, tiba-tiba berubah drastis setelah corona melanda. Lihatlah Italia, Swiss, Jerman, Perancis dan negeri-negeri eksotik lainnya. Mereka tak ubahnya sebuah negara biasa saja ketika musibah ini datang.

Kekayaan negeri-negeri itu tak ada artinya di hadapan virus-virus nakal yang ukurannya super kecil. Emas-emas yang mereka miliki tak ada gunanya kala mereka sakit. Teknologi kesehatan mereka, bahkan masih membutuhkan waktu untuk menemukan formulasi vaksin yang tepat, sementara korban terus berjatuhan dan resesi di depan mata. Sungguh benar firman Allah dalam Surat Al Ashr (Demi waktu, Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran).

Dalam Alquran, Ramadhan tersambung dengan kata Syahr (bulan), menjadi “Syahru Romadhon” (Bulan Ramadhan). Tahukah kita bahwa Syahr itu terkait dengan kata Masyhur (populer). Syahr (bulan) menjadi Masyhur (terkenal/populer) karena dulu orang Arab ketika melihat hilal awal Ramadhan lalu mengumumkannya, Sehingga kabar awal Ramadhan menjadi masyhur atau populer. Begitupun kita hari ini, interupsi corona tak boleh mengalahkan kemasyhuran Ramadhan. Ramadhan harus terus hadir dengan segala kebaikannya namun dengan tetap berhati-hati dan cermat atas penyebaran COVID-19. (PAMEKASAN HEBAT)