Arsip Tag: COVID-19 Pamekasan

Jumlah Pasien COVID-19 Sembuh di Pamekasan Mencapai 134 Orang

PAMEKASAN HEBAT – Jumlah pasien positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Pamekasan yang sembuh terus bertambah dan hingga 24 Juli 2020 telah mencapai 134 orang, dari total jumlah pasien terkonfirmasi sebanyak 217 orang.

“Jumlah pasien positif yang kini masih menjalani perawatan tinggal 57 orang dan semua akan terus membaik,” kata Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono. [Baca Juga: Terminologi Baru Kasus COVID-19 yang Perlu Diketahui]

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media Jumat (24/7/2020) malam dijelaskan, pasien positif COVID-19 yang sembuh sesuai data per hari ini sebanyak 8 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Kadur, Waru, Pamekasan dan Kecamatan Proppo.

Ke-8 orang itu masing-masing berinisial M (62) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Kadur, R (31), perempuan asal Kecamatan Waru, S (43) laki-laki asal Kecamatan Pamekasan
, M (48) laki-laki asal Kecamatan Pamekasan, D (43) perempuan asal Kecamatan Pamekasan, S (56) laki-laki asal Kecamatan Pamekasan
, K (36) perempuan asal Kecamatan Propo dan A (33) laki-laki asal Kecamatan Tlanakan. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Sementara itu, total jumlah warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 hingga 24 Juli 2020 ini, terdata sebanyak 217 orang dengan perincian, pasien dirawat sebanyak 57 orang, sembuh 134 orang dan meninggal dunia sebanyak 26 orang. [Baca Juga: PWI Pamekasan Terbitkan Buku Madura Dalam Sorotan Media]

Warga Pamekasan yang suspect COVID-19 terdata sebanyak 768 orang, dengan perincian sebanyak 78 orang dalam pengawasan, 652 orang selesai pengawasan dan sebanyak 38 orang sisanya meninggal dunia. (PAMEKASAN HEBAT)

Pasien COVID-19 Pamekasan Sembuh Bertambah 33 orang

PAMEKASAN HEBAT – Pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang sembuh di Kabupaten Pamekasan, bertambah sebanyak 33 orang dalam dua hari terakhir ini.

Berdasarkan data yang dirilis Tim Pencegahan Penanganan COVID-19 Pamekasan, Senin (20/7/2020) jumlah total pasien positif terpapar COVID-19 yang sembuh sebanyak 108 orang. Dua hari sebelumnya, pasien positif COVID-19 yang sembuh, yakni pada 18 Juli 2020 sebanyak 75 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien positif COVID-19 bertambah sebanyak 33 orang.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono menjelaskan, diantara pasien positif terpapar virus corona yang sembuh itu, dari Kecamatan Pademawu, Tlanakan dan Kecamatan Pamekasan.

Sementara, pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan hingga tanggal 20 Juli 2020 ini sebanyak 74 orang. Jumlah pasien positif meninggal dunia terdata sebanyak 25 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Gugus Tugas Pamekasan Umum 19 Pasien Positif COVID Sembuh

PAMEKASAN HEBAT – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengumumkan sebanyak 19 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 telah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Ke-19 pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh per hari ini adalah berasal dari tiga kecamatan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media Ahad (19/7/2020) malam.

Perinciannya pasien berasal dari Kecamatan Pademawu sebanyak 7 orang, lalu dari Kecamatan Pamekasan sebanyak 4 orang dan 3 orang sisanya pasien positif COVID-19 yang berasal dari Kecamatan Tlanakan. [Baca Juga: Terminologi Baru Kasus COVID-19 Yang Perlu Diketahui]

Pasien positif COVID-19 asal Kecamatan Pademawu yang telah dinyatakan sembuh masing-masing berinisial M (66) berjenis kelamin laki-laki, S (53) berjenis kelamin perempuan, M (56) juga perempuan, lalu S (tanpa tahun) berjenis kelamin laki-laki, D (49), W (th) berjenis kelamin perempuan dan A (44) berjenis laki-laki.

“Kalau dari Kecamatan Tlanakan masing-masing berinisial D (35), M (28), dan E (51),” kata Sigit menjelaskan.  [Baca Juga: Jumlah Pasien COVID-19 Pamekasan Sembuh Terus Bertambah]

Sedangkan pasien asal Kabupaten Pamekasan yang telah dinyatakan sembuh masing-masing berinisial M (51) berjenis kelamin laki-laki, A (20) berjenis kelamin laki-laki, S (25) juga berjenis kelamin laki-laki, lalu M (32) berjenis kelamin laki-laki dan H (61) berjenis kelamin perempuan. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Gabung PWI Dirikan Posko COVID-19]

Dengan adanya sebanyak 19 pasien positif COVID-19 yang sembuh ini, maka total pasien COVID-19 yang sembuh hingga 19 Juli 2020 sebanyak 75 orang dari total 201 orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19. Sedangkan pasien yang meninggal dunia terdata sebanyak 25 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Terminologi Baru Kasus COVID-19 Yang Perlu Diketahui

PAMEKASAN HEBAT – Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan keputusan Nomor: HK. 01.07-MENKES-413-2020 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia.

Keputusan yang berisi 207 halaman tersebut diantaranya membahas tentang terminologi kasus COVID-19 terbaru, yakni 1). Kasus Suspek, 2). Kasus Probable, 3). Kasus Terkonfirmasi,

4). Kontak Erat, 5). Pelaku Perjalanan, 6). Discarded, 7). Selesai Isolasi, dan 8). Kematian.

KASUS SUSPEK adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria (a). Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Lalu, (b), orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19. (c). Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

KASUS PROBABLE adalah kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan

gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

KASUS KONFIRMASI adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang

dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi ini dibagi menjadi dua, yakni (2:a). Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan (2:b). Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

.KONTAK ERAT adalah  Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19.  Riwayat kontak yang dimaksud antara lain, (a). kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

Berikutnya, (b), melakukan sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain). Lalu pada poin (c), adalah orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.

Berikutnya (d). Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik)  untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

PELAKU PERJALANAN adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Yang dimaksud dengan DISCARDED apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: (a), Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam. (b), seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan  masa karantina selama 14 hari selesai.

ISOLASI  selesai ialah isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria, (a), kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10

hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. (b), Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. (c). Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala(simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan (PAMEKASAN HEBAT)

Jumlah Pasien COVID-19 Pamekasan Sembuh Terus Bertambah

PAMEKASAN HEBAT – Upaya Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pamekasan dalam melakukan pencegahan dan penanganan membuahkan hasil, bahkan jumlah pasien positif terpapar COVID-19 terus bertambah.

“Hari ini ada dua pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya kepada media di Kabupaten Pamekasan, Senin (13/7/2020).

Dengan adanya dua orang pasien positif COVID-19 yang sembuh ini, maka total jumlah pasien sembuh di Kabupaten Pamekasan hingga 13 Juli 2020 sebanyak 59 orang. Keduanya dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji laboratorium. Kedua pasien positif itu masing-masing berinisial S (54) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Pakong dan F (59) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Pamekasan. [Baca Juga: Tim COVID-19 Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona]

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Pamekasan menunjukkan bahwa angka pasien positif COVID-19 yang sembuh ini lebih tinggi dari angka pasien positif yang meninggal dunia. Sebab, jumlah warga Pamekasan yang positif corona yang meninggal dunia, terdata sebanyak 24 orang, dari total jumlah pasien positif sebanyak 170 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan sebanyak 87 orang.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 121 orang. Sebanyak 48 pasien yang masih dalam pengawasan, lalu sebanyak 39 orang masih dalam pengawasan dan sebanyak 34 sisanya meninggal dunia.orang meninggal dunia. [Baca Juga: Penyemprotan Disinfektan Terus Dilakukan Demi Mencegah Corona]

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantau (ODP) mencapai 609 orang, dengan perincian sebanyak 576 sudah selesai dilakukan pemantauan, dan sebanyak 33 orang masih dalam pemantauan.

Upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polisi terus digencarkan. Selain dengan cara melakukan rapid test atau cepat, para petugas gabungan ini, terus gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan masker apabila hendak keluar rumah, dan menjarak jarak fisik atau menghindari kerumunan (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Penyemprotan Disinfektan Terus Dilakukan Demi Mencegah COVID-19

PAMEKASAN HEBAT – Penyemprotan disinfektan terus dilakukan berbagai kalangan di Kabupaten Pamekasan guna mencegah penyebaran virus corona, baik di tempat ibadah, lembaga pendidikan hingga di sejumlah pondok pesantren.

Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan tercatat sebagai salah satu kelompok masyarakat yang paling aktif membantu pemerintah menanggulangi pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Berikut data kegiatan lembaga ini, sebagaimana disampaikan kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat.

Pondok Pesantren
1. Payepen

2. Hidayatun Najah

3. Darul Ulum

4. Bata-bata

5. Taman sari

6. Kebun Baru

7. Darul Ahlaq

8. Kembang kuning

9. Al-Faqih

10. Ponpes Rabah

11. Al-Hamidi

12. Ponpes Bandaran

 

Taman Pendidikan

1. Az-Zahry

2. Al-Uswah

3. TPI Nurul Hikmah

4. TPI Abfa

5. Tpi Al-Faqih

6. Yayasan Maarif Desa Terrak

7. Yayasan Maarif Kertagenah Laok

8. SMK Kaduara Barat

9. Smk 1

10. Smk 3

11. IAIN

12. Unira

13. TPI Kembang kuning

14. TPI Al-Marzuki

15. TPI Nasirul ulum

16. Lpi se bujur barat

17. Smp 2 Larangan

18. Sma Muhammadiyah

Tempat Ibadah

1. 10 masjid Bujur Barat

2. 15 masjid Pademawu Timur

3. 12 tempat ibadah kadur

4. 20 tempat ibadah di pinggir jalan nasional

5. 6 masjid di desa taroan

6. 7 masjid di gladak anyar

7. 6 tempat ibadah di kel. Kolpajung

8. 5 masjid di desa Konang

9. 13 tempat ibadah di desa tobungan

10. 3 masjud di desa tambung

11. As-syuhada

12. 15 masjid di desa sumedangan

13. Vihara

14. Geraja Maria Ratu

15. 20 tempat ibadah di desa gagah, kadur

16. Masjid laden

17. 3 masjid di Kangenan

Situs Religi

1. K. Ratoh

2. Batuampar

3. Ronggosukowati

4. Bujuk lenduh

5. Joko Tarub

Rumah Penduduk

1. 600 rumah di RW 5 Kel. Parteker

2. 200 rumah di Kek jungcangcang

3. 420 rumah di kelurahan Gladak Anyar

4. 300 rumah di lawangan daya

5. 200 rumah Dusun tandes konang

6. 50 rumah di Kel. Bugih

7. 100 rumah di kel patemon

8. 400 rumah komplek Tlanakan Indah

9. 85 rumah di perumahan basar

10. 200 rumah di kel. Kolpajung

Faskes :

1. Kowel

2. Tlanakan

3. Kadur

4. Teja

5. Bandaran

6. As- salamah

Panti asuhan

4 panti asuhan Muhammadiyah

Hotel :
Madinah

:Edotel

Bank:
Bank Jatim se-Pamekasan dan seluruh ATM

Pasar:

Kolpajung

Pasar sore

Pasar parteker

Perkantoran :

1. PU

2. Imigrasi

3. Syahbandar

4. Polsek Tlanakan

5. Kec. Kadur

6. Kec tlanakan

7. Bakorwil

8. Cab. Dinas pendidikan prov. Jatim

9. Cab. Dinas kehutanan

10. UPT PSBR
11. Koni

12. Kantor PWI Pamekasan

13. Suara Pamekasan

14. JTV

15. Radar Madura

16. XL

17. FIF

18. KSP Nuri

19. Larangan

20. Kota

21. Tlanakan

22. Kodim

RM/Depot/cafe :

1. Blitar bersaudara

2. Warung mantap

3. Warung Barokah

4. Cafe Cozy

5. Melati

6. De Biddeng

7. Big Queen

8. warkop tapsiun

9. 10 warkop di Desa Gagah

10. Balai Desa :

1. Gagah

2. Pademawu Timur

3. Palengaan Laok

4. Kacok

5. Kadur

6. Tobungan

7. Sumedangan

8. Pamoroh

9. Kolpajung

10. Balai desa Rombuh

11. Balai Desa Bujur Barat

12. Jungcangcang

12 kali kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) di terminal Ronggosukowati. FRPB

juga menyalurkan bantuan berupa 520 paket sembako kepada warga terdampak COVID-19.

Data dan Kegiatan Tambahan:

– 200 rumah di belakang putri, kel. Patemon

– 25 rumah di dess lemper

– 8 masjid murtajih
– balai desa murtajih

– SDLB

– perumahan samatan asri

– perumahan nyalabu permai

– terminal Pamekasan

– terminal Ronggosukowati

– Taman Gladak Anyar

– Smp Muhammadiyah. (KIM.PAMEKASAN HEBAT)

Warga Pamekasan Terpapar COVID-19 Bertambah 7 Orang, 1 Orang Sembuh

PAMEKASAN HEBAT – Warga Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi terpapar Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Minggu (12/7/2020) bertambah tujuh orang, sehingga jumlah total penderita virus corona di daerah ini mencapai 170 orang, dan satu pasien dinyatakan sembuh.

“Ketujuh orang warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 ini dari dua kecamatan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pananganan COVID-19 Kabupaten Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya kepada media di Kabupaten Pamekasan, Minggu (12/7/2020) malam.

Masing-masing dari Kecamatan Pamekasan sebanyak enam orang, dan seorang lagi dari Kecamatan Pasean. [Baca Juga: Tim COVID-19 Jatim Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona]

Pasien positif dari Kecamatan Pamekasan meliputi: N (76), A (53), A (17), selanjutnya AI (57), H (36) dan pasien berinisial M (18).

Sedangkan pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 dari Kecamatan Pasean berinisial H (41). “Mereka diketahui positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab,” kata Sigit.

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan ini kini juga melakukan pelacakan kepada orang-orang yang pernah kontak dengan ketujuh orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 itu.

Selain mengumumkan adanya pasien tambahan baru yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pamekasan juga mengumumkan adanya pasien yang sembuh. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

“Yang sembuh per hari ini, adalah pasien asal Kecamatan Pademawu,” katanya, menjelaskan.

Dengan adanya tambahan pasien sembuh ini, maka total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 per 12 Juli 2020 ini sebanyak 57 orang dari total 170 warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terdata sebanyak 119 orang dengan perincian, dalam pengawasan sebanyak 47 orang, selesai pengawasan 39 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 33 orang. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Tim COVID-19 Jatim Ajak Semua Pihak Proaktif Cegah Corona

PAMEKASAN HEBAT – Tim Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengajak semua pihak lebih proaktif dalam berupaya melakukan pencegahan penularan virus corona di kalangan masyarakat, karena angka kematian pasien positif COVID-19 masih tinggi.

Bahkan, menurut Ketua Tim Pelacakan Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Jawa Timur Dr Kohar Hari Santoso, persentasi kematian pasien positif terpapar virus corona di Jawa Timur lebih tinggi dibanding luar negeri.

“Persentasi kematian pasien COVID-19 yang meninggal dunia di luar negeri itu, antara 3 hingga 5 persen, dari total jumlah pasien positif,” kata Kohar saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi pencegahan COVID-19 di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (10/7/2020).

Sedangkan, sambung dia, di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, persentase angka kematian pasien yang positif terpapar COVID-19 antara antara 15 hingga 40 persen lebih.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab, disamping pasien yang terpapar memiliki jenis penyakit lain, atau penyakit bawaan, sehingga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.

Jika daya tahan tubuh menurun, maka virus yang ada dalam tubuh orang yang terpapar corona akan lebih cepat bekerja.

“Dan Kabupaten Pamekasan ini termasuk kabupaten dengan persentase angka kematian pasien positif corona yang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Jatim, persentase kematian pasien terpapar COVID-19 sebesar 15,58 persen.

Pasien terbanyak yang meninggal duia adalah berusia lanjut, yakni antara umur 60 hingga 69 tahun.

Selain tingginya angka kematian pasien positif COVID-19, angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) juga sangat tinggi dan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Tiga kabupaten/kota terbanyak persentasi angka kematian pasien dalam pengawasan adalah Kabupaten Bangkalan, lalu Kabupaten Sumenep dan yang ketiga adalah Kota Mojokerto.

Persentase angka kematian PDP di Bangkalan 48 persen, Sumenep 43 persen dan Kota Mojokerto 39 persen.

“Yang paling sedikit sesuai dengan data tim adalah Kabupaten Bondowoso, Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang. Ini untuk PDP ya, bukan yang positif corona,” ujar Hari.

Selanjutnya Direktur Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam berupaya melakukan pencegahan. “Pencegahan ini bisa dilakukan secara primer, sekunder dan tersier,” kata Hari.

Yang dimaksud dengan pencegahan primer adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak tertular virus corona, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan agar tidak menjadi sakit, yakni dengan cara terus berupaya meningkatkan imun tubuh dan membentuk masyarakat tangguh.

Sementara pada pencegahan tersier, menurut dia agar warga yang telah terpapar COVID-19 tidak fatal, sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.

“Caranya tentu dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung rumah sakit, termasuk kualitas pelayanan,” katanya, menjelaskan.

“Jadi, pencegahan primer bagi orang dalam pemantauan atau orang tanpa gelajar, sekunder bagi pasien dalam pengawasan, sedangkan pencegahan tersier, adalah upaya pencegahan yang harus dilakukan bagi orang yang sudah positif COVID-19,” katanya, menambahkan. (PAMEKASAN HEBAT)