Pamekasan Promosikan Kuliner melalui “Sae Salera Culinary Festival 2018”

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mempromosikan potensi kuliner khas Madura berupa sate dan soto Madura melalui kegiatan bertajuk “Sae Salera Culinery Festival 2018” yang digelar di kawasan kuliner Sae Salera di Jalan Niaga Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (13/10/2018) malam.

Selain untuk mempromosikan kuliner khas Madura, festival kuliner sate dan soto Madura ini juga sebagai upaya pemerintah untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat Pamekasan secara khusus dan Madura pada umumnya yang bergerak di bidang kuliner.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mewujudkan cita ideal ‘Pamekasan Hebat’ yang rajjhe tor parjughe,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, S.Psi disela-sela acara kegiatan itu.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, S.Psi beserta ibu Naila Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, S.HI beserta ibu Yuni Lailatul Fitriah Raja’e hadir secara langsung dalam acara itu bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemkab Pamekasan, seperti Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibodo, Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, perwakilan Kejari dan Pengadilan Negeri Pamekasan.

Festival kuliner sate dan soto Madura yang dimeriahkan dengan seni karawitan Sanggar Makan Ati tersebut mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai.

Bupati dan wakil mencicipi secara langsung sajian kuliner sate dan soto yang menjadi peserta festival itu, termasuk Kapolres dan Dandim 0826 Pamekasan.

Saat menikmati sajian sate dan soto para peserta festival itu, Bupati Baddrut Tamam disambut hangan oleh peserta, bahkan para penyaji kuliner dan warga datang menyaksikan festival berebut untuk swafoto bersama Bupati Pamekasan.

Selanjutnya pada bagian akhir acara, panitia Pemkab Pamekasan mengumumkan tiga nominator penyaji terbaik dalam festival sate dan soto Madura itu. Masing-masing untuk sate Madura diraih oleh peserta nomor 18 sebagai I dengan nilai 82, dan juara 2 oleh peserta dengan nomor 9 dengan nilai 81, sedangkan juara 3 oleh peserta nomor 8 dengan nilai 80.

Tiga penyaji terbaik pada kuliner soto diraih oleh peserta nomor 6 dengan nilai 80, juara 2 oleh peserta nomor 7 dengan nilai 79, sedangkan penyaji terbaik 3 atau juara 3 oleh peserta nomor 13 juara dengan nilai total 75.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada penyajik terbaik sate Madura, sedangkan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menyerakan hadiah kepada juara 1 penyaji terbaik kuliner soto Madura.

Sebelum acara ditutup, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama Wakil Bupati Pamekasan Raje’e berfoto bersama dengan peraih juara 1 hingga 3. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini juga berswafoto dengan pakaian khas Madura bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir dalam acara itu. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Pamekasan: Panggil Saja Saya Sahabat

Beginilah keakraban Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

PAMEKASAN HEBAT – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan silaturrahmi dengan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, di Ruang PKK Rato Ebu Pendopo Ronggosukowati, Kamis (11/10/2018).

Pengurus serta pembina IKA PMII Pamekasan yang hadir dalam pertemuan itu adalah Dr. Atiqullah, Dr. Nur Hasan dan KH. Sohibuddin. Kemudian alumni dan kader PMII dari berbagai tingkatan.

Ketua IKA PMII Pamekasan, Dr. Atiqullah dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya datang bersilaturrahmi dengan bupati baru untuk mensolidkan komitmen untuk bersama-sama membangun Pamekasan. Sebab, Bupati Pamekasan saat ini adalah alumni PMII yang sekarang juga menjabat Sekretaris IKA PMII Jawa Timur.

“Semoga dengan silaturrahmi ini dapat bernilai ibadah di sisi Allah, karena IKA PMII dan sahabat bupati harus solid demi tercapainya program selama lima tahun ke depan,” ujar Dosen IAIN Madura itu seperti dikutip portalmadura.com.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam forum itu meminta agar tidak memanggilnya Bupati, sebab dirinya sama-sama alumni PMII. Apalagi sampai hari ini masih menjabat Sekjend IKA PMII Jawa Timur.

“Jangan panggil bupati, panggil sahabat saja. Karena saya sama-sama PMII, saya tahu betul PMII. Karena saya berproses di PMII itu sudah hampir 20 tahun, mulai di Malang sampai menjadi Ketua PKC PMII Jawa Timur, ” katanya disambut tertawa audiensi yang hadir.

Mantan Anggota DPRD Jawa Timur ini menambahkan, dirinya berkomitmen untuk tidak ada jarak dengan rakyat demi lancarnya pembangunan. Sebab beberapa pemimpin yang sukses ternyata tidak berjarak dengan rakyatnya, seperti Bupati Banyuangi, Azwar Anas, Wali Kota Surabaya, Riswa dan Wali Kota Bandung yang sekarang menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil.

“Ternyata mereka tidak berjarak dengan rakyatnya, kemudian saya ingin mengubah atmosfer baru bahwa bupati tidak menakutkan, tidak sok wibawa, tapi fun. Karena pemimpin masa depan itu harus fun,” pungkasnya. (Pamekasan Hebat)

Dari Pamekasan untuk Indonesia Bermartabat