Pelanggar Protokol Kesehatan Berpotensi Kena Sanksi Hingga Rp500 Ribu

Apel pengamanan, gabutan antara Satpol-PP, Polres dan Kodim 0826 Pamekasan, Kamis (10/9/2020) malam dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan dan sosialisasi Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan menerapkan sanksi denda hingga sebesar Rp500 ribu bagi warga yang melanggar protokol kesehatan, dan penerapan sanksi ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Sanksi denda sebesar Rp500 ribu ini bagi pelaku usaha yang mengabaikan atau melanggar protokol kesehatan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Pamekasan Yusuf Wibisono kepada wartawan di Pamekasan, Kamis (10/9/2020) malam.

Sanksi membayar denda Rp500 ribu ini, merupakan tahapan terakhir yang harus dilakukan oleh petugas, setelah sebelumnya petugas menyampaikan teguran secara lisan dan teguran tertulis.

Menurut Yusuf, acuan tentang denda tersebut adalah Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Pamekasan. [Baca Juga: KIM Se-Jawa Timur Diminta Proaktif Menyajikan Informasi tentang Pencegahan COVID-19]

Satpol-PP, Polres dan Kodim 0826 Pamekasan saat menyampaikan sosialisasi tentang pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan di salah satu rumah makan di Pamekasan, Kamis (10/9/2020) malam.

Dalam Perbup yang ditanda tangani pada 7 September 2020 yang terdiri dari delapan bab dengan 10 pasal tersebut, memuat beberapa ketentuan yang harus dilakukan oleh petugas.

Masing-masing tentang monitoring dan evaluasi, sanksi, sosialisasi dan partisipasi, serta pelaksanaan. [Baca Juga: Kapolres-Dandim Pimpin Pencangan Pamekasan Bermasker]

Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan baik perorangan dan pelaku usaha tertuang pada bab V, Pasal 7, yakni berupa teguran hingga sanksi administratif.

“Di Perbup ini juga diatur tentang sanksi sosial, seperti menyanyikan lagu nasional, juga sanksi administratif bagi perorangan berupa penyitaan KTP, hingga membayar denda sebesar Rp100 ribu, termasuk bagi warga yang tidak menggunakan masker,” katanya, menjelaskan.

Sementara bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan sanksi yang diberikan berupa teguran lisan dan tertulis, denda administratif setinggi-tingginya Rp500 ribu.

“Apabila memang dianggap sangat parah, bisa berupa penghentian usaha sementara, hingga pencabutan izin usaha,” kata Yusuf.

Penerapan sanksi ini bukan hanya dilakukan oleh Satpol-PP Pemkab Pamekasan, akan tetapi juga oleh petugas keamanan, yakni Polres Pamekasan dan Kodim 0826 Pamekasan.

“Saat ini, kami terus bergerak menyampaikan sosialisasi secara langsung tentang Perbup Nomor 50 Tahun 2020 ini,” katanya, menjelaskan.

Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Pamekasan ini sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. (PAMEKASAN HEBAT)

Baca Juga Artikel Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s