
PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan penghargaan Adipura yang diterima tahun ini bukan tujuan utama melainkan sasaran antara menuju terciptanya Pamekasan hebat, yakni Pamekasan yang Rajha, Bajhra tor Parjugha.
“Adipura bukan tujuan utama, namun hanya imbas atau semacam tujuan antara menuju tujuan utama yakni Pamekasan hebat, rajha, bajrha tor parjugha,” kata Baddrut Tamam.
Pamekasan hebat kita membutuhkan berbagai perbaikan pelayanan dari segala aspeknya, termasuk di bidang kebersihan lingkungan,” katanya. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]
Penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup ini diraih Pamekasan, setelah hasil kerja keras dan ikhlas dari seluruh elemen tertakit, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait, Camat, para lurah dan kepala desa, pasukan kuning serta elemen masyarakat lainnya yang berjasa dalam penciptaan lingkungan bersih.
“Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah berupaya menjadikan kota Pamekasan ini sebagai kota bersih dan lingkungan sehat. Terutama kepada Dinas lingkungamn hidup dan OPD terkait lainnya, yang telah bersinergi membangun dan memenuhi persyaratan untuk diraihnaya Adipura ini,” katanya. [Baca Juga: Pamekasan Hebat, City Brand Masa Depan]

Tugas selanjutnya setelah diraihnya penghargaan ini, kata Baddrut, adalah upaya untuk mempertahankan penghargaan itu dan lebih jauh lagi menjadikan pola hidup bersih dan lingkungan sehat dan peduli lingkungan, menjadi bagian dari sikap hidup keseharian masyarakat Pamekasan.
Atas raihan ini, Pemkab Pamekasan pada 16 Januari 2019, melakukan kirap Adipura dengan keliling KOta Pamekasan dan merayakannya bersama semua elemen masyarakat, termasuk pasukan kuning di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan. [Baca Juga: Bercermin di Pasar Batik]
Kirab Piala Adipura dilakukan mulai pintu masuk Pamekasan tepatnya di depan kantor kecamatan Tlanakan. Piala Adipura diletakkan di atas mobil terbuka yang diapit oleh Bupati Badrut Tamam dan wakilnya Raja’ie. Lalu di belakangnnya diikuti oleh mobil Pj Sekdakab dan Kepala Dinas dan Pimpinan OPD terkait.

Dari depan kantor Camat Tlanakan Piala Adipura itu lalu dibawa meluncur ke arah utara menuju kota Pamekasan. Lalu iring iringan mobil yang mengikuti kirap itu berbelok kanan menuju Jalan Niaga, lalu belok kiri di jalan Jingga dan belok kanan lagi menyusuri jalan Jokotole. Lalu belok kiri menuju Jalan Raya Sumenep. [Baca Juga: Unira Bantu Promosi Batik Pamekasan ke Mahasiswa Filipina]
Dari jalan raya Sumenep rombongan kirab berbelok kiri di Jalan Bonorogo menuju arah barat, lalu menuju jalan stadion, lalu kembali menuju jalan Jokotole dan menuju kearah barat menuju Monumen Arek Lancor. Di sana sudah menunggu para pejabat dan pimpinan OPD lain dilingkungan Pemkab Pamekasan untuk menyambut Bupati dan Wabup bersama Piala Adipura.
Di sepanjang jalan yang dilalui konvoi tampak masyarakat Pamekasan antusias menyambut kirab Adipura ini. Bahkan siswa sekolah yang kebetulan lokasinya berada di pinggir jalan yang dilalui konvoi, mereka keluar kelas memberikan sambutan atas rombongan iringan mobil kirap Piala Adipura tersebut.
Usai penyambutan di Arek Lancor kirap Piala Adipura dilanjutkan menuju arah barat ke pendopo Ronggosukowati. Disana menunggu Ketua DPRD Pamekasan dan anggota Forkopminda Pamekasan. Piala Adipura itu kemudian diserahkan oleh Bupati kepada Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin. (PAMEKASAN HEBAT)