Pamekasan Masuk Daftar 100 Calender of Event Wisata Budaya

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat membuka acara “Music Daul Karinal” di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (21/10/2018) malam.

PAMEKASAN HEBAT – “Music Daul Carnival” menutup rangkaian kegiatan tahunan pertunjukan seni budaya lokal Madura bertajuk “Kemilau Madura 2018” di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (21/10/2018) malam.

Sebanyak 20 kelompok musik tradisional daul dari empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur, yakni Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Kabupaten Bangkalan, ambil bagian dalam kegiatan itu.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, selain untuk melestarikan seni dan budaya lokal Madura, “Music Daul Carnival” itu merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Jadi Ke-488 Kabupaten Pamekasan.

“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menunjukkan kepada masyarakat di luar Madura, bahwa di Pulau Madura ini sebenarnya kaya akan seni budaya,” ujar Baddrut.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama kelompok musik daul

Kegiatan tahunan “Kemilau Madura” ini digelar mulai 19 Oktober 2018 diawali dengan “fasion show” batik Madura, lalu kontes kecantikan sapi, pertunjukan seni budaya Madura bertajuk “Semalam di Madura”, karapan sapi dan ditutup dengan “Music Daul Carnival”.

Karnaval musik tradisional Madura ini, memukau para wisatawan manca negara yang hadir menyaksikan kegiatan itu.

Para pejabat dan tamu undangan dari berbagai kabupaten di Madura yang hadir mengenakan pakaian adat Madura, yakni pesak.

Menurut Baddrut Tamam, upaya melestarikan musik tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal tanpa harus menghilangkan ruh-ruh ke-Islaman sebagai identitas Madura.

Ia juga berharap, karnaval musik daul itu tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Madura secara umum dan Pamekasan secara khusus, akan tetapi juga bisa menjadi tuntunan.

“Sebagaimana alat musik tradisional walaupun berbeda-beda alat dan nadanya, akan tetapi ketika dikolaborasikan menjadi alunan irama yang sangat indah,” ujar Baddrut.

Begitu juga, sambung dia, dengan membangun Pamekasan dan Madura, harus saling padu, dan menyatu serta seirama, agar cita ideal Pamekasan Hebat segera terwujud.

“Music Daul Carnival” itu dimulai dari Monumen Arek Lancor, Pamekasan dan finis di perempatan Jalan Asem Manis yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Akibat kegiatan itu, arus lalu lintas yang melalui kota Pamekasan terpaksa ditutup, sehingga kendaraan yang dari arah Sumenep dan hendak menuju Surabaya atau sebaliknya harus melalui ring road di Jalan Raya Pademawu, Pamekasan.

Kegiatan “Kemilau Madura” itu, sudah masuk dalam 100 kegiatan rutin tahunan yang menjadi destinasi wisata budaya di Indonesia. (PAMEKASAN HEBAT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close