Arsip Tag: Bupati Baddrut Tamam

Bupati Pamekasan Fasilitasi Perdamaian Polres-PMII Terkait Kekerasan Unjuk Rasa

Jumpa pers Polres, Pemkab dan PMII serta alumni PMII Pamekasan terkait insiden kekerasan unjuk rasa pada 25 Juni 2020.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memfasilitasi kesepakan damai antara institusi Polres Pamekasan dengan organisasi ektra kampus, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, terkait insiden kekerasan dalam kegiatan unjuk rasa organisasi mahasiswa itu pada 25 Juni 2020.

Pertemuan tentang kesepakatan damai antara kedua institusi ini digelar di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pemkab Pamekasan oleh Bupati Baddrut Tamam didampingi Wakil Bupati Raja’e, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sigit Priyono, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan, Sabtu (26/6/2020).

“Tapi proses hukum bagi oknum yang melakukan tindak kekerasan saat unjuk rasa itu tetap berlangsung,” kata Ketua Koordinator Cabang PMII Jawa Timur Abdul Ghoni, seperti dilansir situs antaranews.com, 26 Juni 2020.

Upaya damai insiden kekerasan oleh oknum anggota polisi saat unjuk rasa memrotes praktik penambangan galian C ilegal itu juga dihadiri sejumlah alumni organisasi PMII, seperti Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Pamekasan Atiqullah dan sesepuh alumni PMII Pamekasan Sohibuddin. [Baca Juga: “Berbaur” Sowan Kepada Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan]

Selain menuntut tetap menindak tegas oknum polisi yang terlibat kekerasan, PMII juga meminta agar polisi bertanggung jawab atas tiga orang mahasiswa yang cedera dalam insiden unjuk rasa tersebut.

PMII juga bersepakat untuk berkoordinasi dengan PMII se-Indonesia melalui PMII Jawa Timur agar kasus di Pamekasan tidak memantik unjuk rasa di berbagai daerah, demi menjaga situasi kondusif di tengah pandemik COVID-19 ini.

“Jadi, empat poin tersebut, yakni sepakat untuk berdamai, tindakan tegas bagi pelanggar aturan dan oknum pelaku kekerasan, dan menanggung biaya pengobatan korban menjadi kesepaktan damai,” kata Baddrut Tamam yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris IKA PMII Jawa Timur ini.

Sementara Kapolres AKBP Djoko Lestari menyatakan pihaknya memang akan menindak tegas siapa saja yang terbukti bersalah. “Personel yang terekam melakukan pemukulan sudah menjalani pemeriksaan,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga bersedia memberikan ganti rugi biaya pengobatan bagi tiga orang peserta unjuk rasa tersebut. [Baca Juga: Ketika Yang Muda Membangun Kepemimpinan Tak Berjarak]

“Terkait dugaan praktik penambangan galian C ilegal juga kami proses, bahkan ditangani langsung oleh Polda Jatim,” ujar kapolres.

Insiden kekerasan pada unjuk rasa mahasiswa PMII Pamekasan yang digelar pada 25 Juni 2020 hingga menyebabkan tiga orang mahasiswa peserta aksi luka-luka, setelah sebagian di antara peserta itu ada yang melompat pagar.

Polisi kemudian menjadi beringas, dan memukul peserta yang dinilai tidak mengindahkan arahan petugas.

Selanjutnya Bupati Baddrut Tamam menyatakan, menyampaikan aspirasi di depan publik tidak dilarang dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi, akan lebih efektif apabila penyampaian aspirasi secara dialog, sehingga poin-poin yang hendak disampaikan akan lebih jelas dan terarah. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Pamekasan Terima Gelar Kebangsawanan dari Karaton Surakarta

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menerima gelar kebangsawanan dari Raja Karaton Surakarta Pakoe Boewono XIII sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) H Baddrut Tamam Cakrahadipuro.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan istri Nayla Hasanah Baddrut Tamam menerima gelar kebangsawanan dari Karaton Surakarta pada 30 Maret 2019 dalam acara rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan ke-15 Raja Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyandalem Ingkang Sinoehoen Kangjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono XIII.

Bupati Baddrut Tamam bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) H Baddrut Tamam Cakrahadipuro, sedangkan ibu, yakni Nayla Hasanah bergelar Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Hj Nayla Hasanah Adiningtyas.

Kabag Humas Pemkab Pamekasan Soepriyanto dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Akhmad Sjaifuddin berfoto bersama dengan Bupati Baddrut Tamam dan ibu Nayla Hasanah Baddrut Tamam

Saat menerima gelar kebangsawanan itu, bupati didamping Kabag Humas Pemkab Pamekasan Soepriyanto dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Akhmad Sjaifuddin.

Tingalan Dalem Jumenengan merupakan salah satu ritual paling sakral karena memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta raja. Rangkaian acara ini antara lain kirab pasukan keraton yang diiringi gending gamelan Jawa sebagai pembuka acara. Lalu dilanjutkan dengan tarian sakral Bedoyo yang dibawakan oleh sembilan penari.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Ibu Nayla Hasanah Baddrut Tamam, merupakan bagian dari beberapa pejabat pemerintah yang menerima gelar kebangsawaan pada acara rutin Tingalan Dalem Jumenengan di Karaton Surakarta itu.

Kanjeng Radem Tumenggung (KRT) H Baddrut Tamam Cakrahadipuro dan Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Hj Nayla Hasanah Adiningtyas.

Tahun lalu, yakni pada 12 April 2018, Karaton Surakarta juga memberikan gelar bangsawan kepada sejumlah pejabat saat pelaksanaan Tingalan Dalem Jumenengan ke-14 Pakoe Buwono (PB) XIII Hangabehi. Dua gelar di antaranya diberikan kepada Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono.

Gelar diberikan kepada orang yang dinlai telah berjasa dan memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya. Prosesi Tingalan Jumenengan ini ditandai dengan keluarnya Sinoehoen Pakoe Boewono XIII dari Dalem Ageng Prabasuyasa menuju Sasana Sewaka tempat berlangsungnya jumenengan. Dalam kesempatan itu juga digelar tarian Bedaya Ketawang oleh sembilan penari.

Sebelum acara Tingalan Dalem Jumenengan ini digelar, warga sekitar dan seisi karaton melakukan acara resik-resik yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Jumat, 29 Maret 2019.

Ganjar Pranowo mengatakan keraton beserta segala ritualnya merupakan bagian dari sejarah kebudayaan, sekaligus objek wisata.

“Jadi sudah semestinya aset ini selalu dijaga supaya bersih luar dan dalamnya, baik lahir maupun batin,” kata Ganjar Pranowo, seperti dilansir situs antaranews.com.

Foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta ibu dengan Raja dan Ratu Karaton Surakarta.

Ganjar Pranowo melakukan bersih-bersih karaton bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mochamad Effendi, Asisten Deputi I Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan Mayor Jenderal TNI Wawan Kustiyawan; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono Soedarmoningrat; Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono; Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo; Kepala Polres Kota Surakarta Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo, dan peserta lainnya.

Acara bersih-bersih diawali dengan pertunjukan Tari Gugur Gunung kemudian dilanjutkan dengan apel yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo. Selanjutnya ada penyematan ikat kepala dan sapu oleh Gubernur kepada perwakilan peserta sebagai tanda memulai kegiatan bersih-bersih.

Sementara itu, Karaton Kasunanan Surakarta ini, berdiri pada 1744 dan hingga kini tetap terpelihara keindahan bangunan sebagai warisan budaya. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Pamekasan Terima Gelar Kehormatan dari Karaton Amarta Bumi

Prosesi penganugerahan gelar sebagai “Kanjeng Raden Haryo Baddrut Tamam Adi Ningrat” kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Karaton Kawitan Amarta Bumi, di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019).

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mendapatkan penghargaan gelar kehormatan sebagai “Kanjeng Raden Haryo Baddrut Tamam Adi Ningrat” dari Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi, Sri Anglung Prabu Punta Djojonagoro Cakrabuana Girinata, Sabtu (23/3/2019).

Penghargaan itu diserahkan oleh Sri Anglung Prabu pada acara Pengetan Abhiseka di Karaton Kawitan Amarta Bumi di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

“Bupati Pamekasan mendapatkan anugerah gelar ini, berkat komitmennya dalam ikut melestarikan seni budaya tradisional Pamekasan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pemkab Pamekasan Akhmad Sjaifuddin di Pamekasan, Minggu (24/3/2019).

Penghargaan ini, sambung dia yang saat itu mendampingi Bupati Baddrut Tamam di acara penganugerahan di Karaton Kawitan Amarta Bumi itu, sebagai tindak lanjut dari penyerahan pin emas oleh Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi kepada Bupati Baddrut Tamam pada acara malam “Malam Kemilau Madura 2018” di Pamekasan.

Saat itu, perwakilan raja-raja Nusantara, termasuk Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi diundang ke Pamekasan untuk menyaksikan malam pertunjukan seni budaya Madura yang dikemas dalam tema “Malam Kemilau Madura 2018”.

Raja Amarta Bumi merasa terkesan dengan program Bupati Baddrut Tamam dalam ikut melestarikan seni budaya tradisional, sehingga ia lalu mengundang yang bersangkutan untuk menerima anugerah tersebut.

Foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama tamu undangan dan utusan raja-raja Nusantara di Karaton Kawitan Amarta Bumi.

Pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh raja-raja dari seluruh Nusantara, termasuk keluarga raja Pamekasan, Raden Panji KH Toriq Sya’rani serta tamu undangan dari sejumlah negara sahabat.

Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi, Sri Anglung Prabu Punta Djojonagoro Cakrabuana Girinata adalah Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Adipati Hari Djojonagoro yang dinobatkan oleh keluarga karaton itu di Pendapa Saridin, Karaton Kawitan Amarta Bumi yang terletak di Jalan Sunan Katon, Sekatul, Desa Margosari, Limbangan, Kendal, Jawa Tengah.

Prosesi penganugerahan gelar “Kanjeng Raden Haryo Baddrut Tamam Adi Ningrat” kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Karaton Kawitan Amarta Bumi, di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019).

Nama Saridin ini mengacu pada tokoh yang hidup pada masa Sultan Agung Anyokrokusumo, Raja Mataram yang memimpin pada tahun 1613 hingga 1645. Nama Saridin atau Syekh Jangkung sangat dikenal oleh masyarakat Pati dan daerah lainnya di Pantura Timur Jawa Tengah. Saridin menjadi tokoh ikonik yang melegenda karena kesaktiannya.

Berdasarkan catatan Kampoeng Djowo Sekatul, rumah Joglo Saridin di tanah Sekatul diawali dengan sebuah wangsit yang didapat oleh Kanjeng Pangeran Adipati Haryo Herry Djojonegoro. Rumah Joglo Saridin merupakan rumah milik Retno Jenoli, kakak dari Sultan Agung Anyokrokusumo, yang menjadi istri Syekh Jangkung (Saridin), juga merupakan sebuah hadiah sayembara yang dimenangkan oleh Saridin.

Saridin juga merupakan murid kesayangan dari Sunan Kalijaga, kemudian oleh Saridin rumah Joglo dibawa ke Kabupaten Pati.

Pada tahun 2009 Herry Djojonegoro menemukannya dalam kondisi lengkap, dan dibawa ke Sekatul untuk dilestarikan. Joglo Saridin ini memiliki 2 massa bangunan, yakni Omah Lanang dan Omah Wedok. Omah Lanang difungsikan sebagai pendapa dan Omah Wedok sebagai tempat duduk kerajaan atau pertemuan khusus raja-raja, terletak di belakang omah lanang.

Karaton Kawitan Amarta Bumi ini merupakan karaton yang peduli pada pelestarian seni budaya nusantara, dan setiap tahun menggelar “Abhiseka” di Pendopo Saridin itu.

“Abhiseka” adalah penganugerahan atau pemberian gelar kehormatan dari Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi Sri Anglung Prabu Punto Djojonagoro Cakra Buana Girinata kepada masyarakat di Nusantara yang dianggap berjasa dalam melestarikan seni budaya nusantara.

Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi, Sri Anglung Prabu Punta Djojonagoro Cakrabuana Girinata saat menyerahkan gelar kehormatan kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Sabtu (23/3/2019).

Selain Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, tokoh lain yang juga pernah mendapatkan “abhiseka” dari Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi adalah Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal Tommy Soeharto.

Tomy mendapatkan gelar kehormatan berupa gelar Kanjeng Pangeran Haryo Hutomo Mandala Putra Negara pada 3 Meret 2018. Pemberian gelar kehormatan kepada Tommy Soeharto itu karena dia merupakan sesepuh dari Majelis Adat Budaya Nusantara (Madukara). Di samping itu, Tommy masih mempunyai darah keturunan dari Mangkunegaran Surakarta dan dinilai sangat peduli dalam ikut melestarikan budaya bangsa.

Kala itu, pemberian penghargaan disaksikan raja dari seluruh nusantara serta tamu undangan dari sejumlah negara sahabat, serta abdi dalem karaton, bahkan turut hadir kala Direktur Pembinaan Ekonomi dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Lutfi dan Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Supriyanto, mewakili Plt Gubernur Jawa Tengah. (PAMEKASAN HEBAT)

Baddrut Tamam Jelaskan Penertiban PKL di Arek Lancor

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan tentang kebijakan pemerintah menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan.

“Penertiban ini, sebagai upaya untuk menata kota Pamekasan ini agar cantik dan indah, bersih asri dan enak dipandang,” kata Baddrut saat menemui para pengunjuk rasa perwakilan pedagang asongan yang berjualan di sekitar area Arek Lancor itu.

Saat ini, tata kota nampak kumuh dan terlihat sangat tidak indah dipandang, sehingga pemerintah perlu melakukan langkah-langkah agar Pamekasan lebih indah dan cantik. Selain itu, penertiban bagi penjual asongan di area Monumen Arek Lancor bukan dimaksudkan untuk menggusur kegiatan ekonomi masyarakat, karena PKL sejatinya merupakan kekuatan ekonomi masyarakat Pamekasan.

Sebab Pemkab Pamekasan melalui Peraturan Bupati Pamekasan Nomor: 38 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tentang Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima telah menentukan lokasi dan waktu kegiatan usaha.

Pada Pasal 6 Bab III tentang Lokasi dan Waktu Kegiatan Usaha dijelaskan ada delapan lokasi yang ditetapkan menjadi tempat aktivitas pedagang kaki lima Pamekasan dalam menjalankan usahanya. Masing-masing, (1) kawasan Sae Salera di Jalan Niaga, mulai sore hingga malam hari, (2), kawasan Sae Rassah di Jalan Dirgahayu mulai sore hingga malam hari, (3), kawasan eks Stasiun PJKA di Jalan Trunojoyo, selama 24 jam, (4), kawasan Jalan Wahid Hasyim sisi barat, mulai sore hingga malam hari, (5), kawasan Jalan Cokroatmojo sisi timur selama 24 jam, lalu (6), kawasan Jalan Kemayoran mulai sore hingga malam hari, (7), kawasan Jalan Stadion sisi barat mulai sore hingga malam hari dan (8) kawasan Jalan Panglegur ke barat selama 24 jam.

Pada Perbup Nomor: 38 Tahun 2009 yang ditanda tangani oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman kala itu pada 8 Desember 2009 dan diundangkan pada 14 Desember 2009, Arek Lancor bukan kawasan tempat berusaha PKL.

“Dan pada Pasal 10 Perbup Nomor: 38 Tahun 2009 ini dijelaskan bahwa sejak perbup ini diundangkan telah dinyatakan berlaku,” kata Baddrut menerangkan.

Dinas teknis dibawah kepemimpinan dirinya saat ini yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dibantu aparat kepolisian dan institusi teknis lainnya, menurut dia, menyelenggaran Perbup Nomor 38 Tahun 2009 yang telah ditanda tangani oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman kala itu.

“Jadi penertiban ini bukan untuk membubarkan usaha kecil, akan tetapi untuk menata, agar kota ini menjadi indah, enak dipandang dan tamu yang datang ke Pamekasan ini kerasan datang ke kabupaten yang kita cintai ini,” ujar mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur ini.

Baddrut menjelaskan, cita ideal “Pamekasan Hebat” di era kepemimpinan dirinya akan ditata melalui hal-hal kecil, sebagai bentuk realisasi nilai moral dari program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam) yang telah menjadi keputusan politik Pamekasan sejak lama.

“Jargon baik kita di Islam itu kan ‘kebersihan sebagian dari iman’ dan saya berkomitmen agar nilai-nilai ini tidak menjadi jargon dan ajaran nilai semata, akan tetapi terlaksana,” kata bupati muda yang berlasangan dengan Raja’e ini.

Situasi unjuk rasa PKL Arlan Pamekasan

Oleh karenanya, Bupati Baddrut Tamam mengajak semua elemen masyarakat mendukung program baik Pemkab Pamekasan dalam menata kota lebih indah, asri dan nyaman.

Bupati juga menuturkan, bahwa dirinya memiliki komitmen kuat dalam memberdayakan program ekonomi kerakyatan karena memang telah menjadi program perioritas dirinya. Bahkan ia menjelaskan, bahwa dirinya juga pernah menjadi pelaku pedagang kaki lima saat kuliah di Malang dulu, sehingga ia merasakan bahwa apa yang dirasakan para pedagang kali lima tersebut.

Sementara itu, hasil audiensi PKL dengan Bupati Pamekasan Baddrut Taman tercapai kesepakatan untuk sementara mereka tetap boleh berjualan hingga pemerintah menemukan tempat relokasi bagi mereka. Hanya saja, bupati, meminta agar mereka menjaga kebersihan dan tidak menaruh gerobak sembarangan, apalagi ditinggal di lokasi area PKL, karena merusak keindahan kota. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Akan Beri Beasiswa Santri Penghafal Al Quran

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bershalawat bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq yang digelar masyarakat Larangan Badung dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, pemkab telah merancang kebijakan akan memberikan beasiswa kepada santri penghafal Al Quran, sebagai bentuk kepedulian dalam mewujudkan tatanan masyarakat Qur’ani di wilayah itu.

Selain beasiswa bagi penghafal Al Quran, pemkab juga mulai merancang bantuan beasiswa bagi santri berprestasi.

“Tahun ini kita lounching beasiswa santri dan tahun berikutnya kita tambah lagi,” kata Baddrut Tamam saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di yang digelar masyarakat Desa Larangan Badung, Pamekasan, bersama bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq, Selasa (20/11/2018) malam.

Beasiswa bagi santri berprestasi ini, menurutnya merupakan satu dari 17 program aksi yang dijanjikan, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 27 Juni 2018.

Sedangkan, beasiswa untuk penghafal Al Quran, menurutnya akan dimulai pada tahun anggaran 2019.

Beasiswa bagi penghafal Al Quran ini sebagai upaya untuk mendorong penguatan pendidikan masyarakat Qurani di kabupaten yang memfokuskan pembangunan pada Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

Kebijakan lainnya yang sedang menjadi perhatian pemkab menurut bupati adalah mendorong terwujudnya tradisi bershalawat bagi masyarakat dan kalangan pemuda di Pamekasan, sehingga kegiatan seperti itu semakin sering digelar.

“Kami menginginkan Pamekasan bershalawat menjadi akhlaq aparatur sipil dan ahlak masyarakat Pamekasan,” ucap Baddrut.

Bupati berharap, rencana yang akan dikerjakan itu nantinya bisa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat Pamekasan.

“Semoga di bulan-bulan yang akan datang Majelis Pemuda Bershalawat bisa hadir di Pendopo Pamekasan dan bershalawat bersama masyarakat Pamekasan,” katanya. (PAMEKASAN HEBAT)

Nenek Ini Doakan Bupati Baddrut Tamam Sukses Memimpin Pamekasan

Begini suasana pertemuan antara seorang nenek yang dulu pernah nyantri di Pondok Pesantren Az-Zubair, Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Ada suasana berbeda, ketika Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menghadiri acara malam penutupan dan ijazah istighatsah Sunan Drajat bersama Rasulina yang digelar Pondok Pesantren An-Nasyiin di Desa Grujukan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Rabu (14/11/2018) malam.

Setelah acara selesai, seorang nenek tiba-tiba menyeruak diantara kerumunan warga dan langsung mendekati Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang waktu itu berjalan bersama warga.

Nenek berbaju kuning dan berkerudung merah ini, langsung memeluk sang bupati muda. “Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan kepada Ra Baddrut dan keselamatan dalam memimpin Pamekasan,” ucap Nenek itu, sambil bersalaman, lalu memeluk sang bupati.

Suasana seketika nampak haru. Tatapan penuh arti sang Nenek, serta sambutan penuh hormat dengan senyum tulus sang bupati, seolah menyiratkan makna tersendiri pada pertemuan keduanya.

Bupati muda ini, seolah kelu dan tak banyak menyampaikan kata-kata selain kalimat “amien” menjawab doa sang Nenek. “Amien, amien..! mator sakalangkong atas du’a epon,” ucap Baddrut.

Ternyata, Nenek yang juga hadir dalam acara Harlah Ke-28 Pondok Pesantren An-Nasyiin ini, dulu pernah menjadi “abdi dalem” saat “nyantri” di Pondok Pesantren Az-Zubair Dusun Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Nenek ini mengaku kagum dengan Baddrut Tamam, karena sikapnya yang sopan, dan selalu menghormati yang lebih tua, seperti orang tuanya sendiri. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Ajak Civitas Akademika STIEBA Dukung Program Pamekasan Hebat

Dosen STIEBA Pamekasan Akhmad Fawaid menyerahkan bingkisan hasil kerajinan industri rumah tangga kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak semua civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa (STIEBA) mendukung program “Pamekasan Hebat” yang kini tengah dicanangkan Pemkab Pamekasan.

“Pamekasan Hebat ini merupakan cita ideal yang hendak kami wujudkan bersama Pak Raja’e, dan tentunya butuh dukungan dari semua pihak,” kata Baddrut dalam acara silaturrahmi dengan di ruang peringgitan Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, Rabu (14/11/2018) malam.

Bupati mengatakan, guna mensukseskan berbagai jenis program yang kini dicanangkan Pemkab Pamekasan itu, dukungan dari semua pihak, termasuk dari unsur Perguruan Tinggi sangat ia harapkan.

Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) sebagai bagian dari semangat untuk membangun tata kelola pemerintah yang baik, bersih, dan bermartabat, berlandaskan nilai-nilai moral Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui landasan ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal.

Dalam kesempatan itu, Baddrut Tamam juga menjelaskan mengenai sejumlah program yang menjadi perioritas pembangunan di Kabupaten Pamekasan untuk lima tahun kedepan. Antara lain, tentang perluasan penciptaan lapangan kerja, serta upaya menumbuhkan ekonomi kreatif, beasiswa bagi siswa berprestasi dan program inovatif desa, serta peningkatan layanan publik.(PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Baddrut Tamam Silaturrahmi ke Tiga Pesantren Bersama Dandim Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Rabu (14/11/18) bersilaturrahmi ke sejumlah pondok pesantren dan ulama pengasuh lembaga pendidikan Islam itu.

Selain untuk menjalin silaturahmi, kegiatan itu juga dilakukan untuk mendamping Dandim 0826 Pamekasan Letkol Nuryanto yang pamitan kepada para kiai karena dalam waktu dekat akan segera pindah tugas.

Ada tiga pondok pesantren yang dikunjungi Bupati Badrut Tamam, yakni Pondok Pesantren Al Mujtamak Plakpak Pegantenan, asuhan KH Abdul Ghafur. Pondok pesantren Sumber Bungur Pakong Asuhan KH Madani dan yang terakhir silaturrahmi ke kediaman KH Marzuki Jufri Blumbungan Kecamatan larangan.

Dalam kunjungan silaturrahmi ini Bupati didampingi oleh Pj Sekdakab Pamekasan Moh Alwi dan sejumlah Kepala Dinas antara lain Kepala Dinas PUPR Totok Hartono, Kepala Dinas Pendidikan Moh Tarsun, Kepala dinas Pemuda dan Olah Raga Mohammad, Plt Kepala Bappeda Rachmad Kurniadi Suroso, Kepala Dinas Perumahan Muharram, Kepala Badan Pemberdwaan Pegawai dan SDM Lukman Hedi Mahdia, Kabag Kesra Faris Syaifullah Wajdi dan Kabag Humas Protokol Suprianto.

Para pengusuh pondok yang dikunjungi mengucapkan terima kasih atas kunjungan bupati bersama rombongan. Mereka juga berterima kasih kepada Dandim 0826 Pamekasan Letkol Nuryanto yang telama lama bertugas mengabdi di Pamekasan.

Para kiai juga berharap Bupati Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’ie akan bisa melaksanakan tugas dengan baik sebagai pemimpin baru di Pamekasan. Begitu juga kepada Dandim 0826 Pamekasan Letkol Nuryanto, selain berterima kasih atas pengabdiannya bertugas di Pamekasan, para kiai yang dikunjungi berharap agar bisa melaksanakan tugas dengan baik ditempat tugas yang baru nanti. (NAUFAL – HUMAS)