Wabup Raja’e Ingin Mahasiswa Jadi Garda Depan Berantas Narkoba

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e saat makan di warung nasi jagung Sederhana di Jalan Pintu Gerbang, Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menginginkan agar pemuda dan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam ikut memberantas peredaran narkoba di wilayah itu.

Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pamekasan (BNNK) Pamekasan ini menyatakan, peran dan keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam memerangi peredaran narkoba yang kian marak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Pamekasan sangat diharapkan.

“Masa depan bangsa ini berada di tangan pemuda. Maka pemuda yang menjadi harapan masa depan adalah pemuda yang bisa membela kepentingan kemanusiaan dan semangat dalam memberantas kebatilan,” ujar wabup saat menghadiri acara Orasi Kepemudaan tentang Bahaya Narkoba yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira Pamekasan di aula kampus itu, Senin (26/11/2018).

Wabup Pamekasan Raja’e saat menghadiri Orasi Kepemudaan tentang Bahaya Narkoba yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira Pamekasan, Senin (26/11/2018)

Sebagai kelompok elit intelektual, sambung mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu,  mahasiswa mempunyai wawasan dan cara pandang yang lebih baik dibanding masyarakat kebanyakan. Dengan demikian, mereka akan sangat bagus, apabila aktif dan terlibat langsung dalam ikut memberantas peredaran barang haram tersebut.

Wabup yang juga Ketua BNNK Pamekasan ini menjelaskan, untuk memberantas peredaran narkoba tidak bisa hanya diserahkan ke pemerintah dan aparat penegak hukum, karena persoalan narkoba adalah persoalan yang sangat kompleks.

“Karena pengedar narkoba mempunyai sejuta cara untuk meloloskan barang dagangannya, dan jenis peredaran narkoba, biasanya menggunakan sistem terputus,” ujar wabup.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e dalam sebuah acara.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa (Presma) Unira Muhlas menyatakan, dirinya berkomitmen untuk membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di bumi Gerbang Salam itu.

“Kami sepakat memerangi peredaran narkoba, tidak ada alasan barang haram yang merusak masa depan generasi bangsa ini bisa beredar luas di Pamekasan ini,” ujar Muhlas.

Oleh karenanya, ia menggugah kepada hadirin yang mengikuti kegiatan yang digelar di Aula Unira itu, agar sebagai generasi bangsa memiliki kewajiban untuk menyosialisasikan dan mengampanyekan bahaya-bahaya narkoba. Apalagi, narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan hingga kematian.

“Selain itu, Narkoba juga mengancam kehidupan keluarga kita, kita sebagai kaum terdidik harus ikut serta menyelamatkan hal itu,” ujar aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan itu.

Muhlas mengakui, peredaran narkoba kini tidak hanya pada masyarakat umum saja, akan tetapi sudah mulai merambah ke perguruan tinggi. Pengedar sangat lihai dalam membidik calon konsumennya, yakni dengan cara memberikan secara cuma-cuma.

“Maka dari itu, saya minta mahasiswa sepakat memerangi narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa ini,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis aparat Polres Pamekasan, selama tahun 2017, sebanyak 47 kasus narkoba berhasil diungkap instisuti penegak hukum itu.

Menurut Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, dari 47 kasus tersebut, sebanyak 59 orang ditangkap, dan mereka terdiri dari pengedar dan dan pemakai narkoba.

Selama 2017, polisi juga berhasil menyita barang bukti sebanyak 151.01 gram narkoba jenis sabu-sabu, 40 butir pil koplo, 10 butir pil doble L dan 6,99 gram ganja kering.

Dari 59 tersangka itu, 57 berjenis kelampin pria dan dua tersangka berjenis kelamin wanita. Perinciannya, pengedar narkoba sebanyak 29 orang, dan pengguna sebanyak 30 orang.

Diantara ke-57 orang tersangka yang ditangkap petugas itu, sebagian diantara bahkan ada yang masih berusia 15 tahun dan kebanyakan para pengguna barang haram tersebut masih usia produkstif, yakni antara 25 hingga 50 tahun.

Data Polres Pamekasan menyebutkan, peredaran narkoba ternyata bukan hanya di tempat terbuka, akan tetapi tempat yang sangat tertutup seperti lembaga pengasyarakatan juga ditemukan peredaran narkoba.

“Untuk itulah, maka komitmen baik kita harus kita giatkan dan menyatakan perang terhadap peredaran narkoba ini,” ujar kapolres. (PAMEKASAN HEMAT)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close