Inilah Penjelasan Bupati Pamekasan tentang Pasien Meninggal Dunia

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan terkait adanya seorang pasien dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pamekasan yang meninggal dunia di RSUD dr Slamet Martodirdjo.

Orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan ini mengatakan, pasien yang meninggal yang dirawat di RSUD sejak Kamis (19/03/2020) kemarin itu belum terkonfirmasi postif COVID-19.

Pemkab dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Corona, kini masih menunggu hasil pengecekan dari laboratorium di Surabaya. Spesimen pasien yang meninggal dunia tersebut telah dikirim ke Surabaya dan masih menunggu hasilnya.

“Bisa saja penyakitnya demam berdarah, bisa saja penyakit yang lain. Tentang asumsi dari beberapa teman-teman bahwa ini COVID-19 belum bisa disimpulkan. Kenapa?, karena untuk memastikan bahwa pasien yang meninggal itu COVID-19 atau tidak, menunggu hasil laboratorium,” katanya dalam pres rilis yang digelar di Pendopo Ronggosukowati, Jumat (20/02/2020) malam.

Dalam press rilis itu, Baddrut Tamam yang didampingi ketua Satgas COVID-19, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Slamet Martodirdjo Farid Anwar, serta Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, serta Kabag Humas Sigit Priyono.

Selain itu, Baddrut juga menerangkan riwayat perjalanan pasien yang ternyata masih berusia 11 tahun tersebut. Sebelumnya pasien yang meninggal itu datang dari Malang, yakni daerah yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai zona merah, karena masyarakat di wilayah itu ada yang dinyatakan positif terserang virus corona.

Meskipun begitu, pihaknya menegaskan bahwa Satgas COVID-19 telah bekerja dengan maksimal dan terukur sehingga Kabupaten Pamekasan tidak terjangkit Covid-19.

“Banyak chat ke saya bawah di desa ini ada, di sesa ini ada (Covid-19), itu semua hoaks. Di Kabupaten ini belum ada yang terpapar Covid-19 dari informasi rumah sakit dan dokter. Kecuali nanti masih menunggu hasil laboratorium,” terangnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap agar warga Pamekasan tetap tenang dan menerapkan pola hidup sehat. (PAMEKASAN HEBAT)

Wabup Raja’e Ajak HMI Perkuat Nilai-nilai Kepahlawanan

PAMEKASAN HEBAT – Wakil Bupati Pamekasan, Jawa Timur Raja’e mengajak aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ektra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar memperkuat nilai-nilai kepahlawanan guna mensukseskan misi organisasi itu sebagai kader umat dan kader bangsa.

“Dalam konteks revolusi industri 4.0 ini, adik-adik HMI harus mampu berperan aktif melakukan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara dengan, sesuai dengan misi keummatan dan kebangsaan HMI,” kata Raja’e saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus HMI Komisariat Tarbiyah dan Insan Cita Cabang Pamekasan di Pendopo Budaya Pemkab Pamekasan, Minggu (10/11/2019).

Di era ini, sambung dia, keterampilan personal masing-masing individu sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi kecanggihan teknologi dan perubahan yang sangat cepat. Keterampilan personal dan pengusaan informasi dan teknologi sangat dibutuhkan.

HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah penting dalam pergerakan mahasiswa di Indonesia, menurut Raja’e harus mampu berperan aktif, dan menguasai keadaan dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tergilas arus global. [Baca Juga: Bina Semangat Kepahlawanan Pemuda dengan Diklat Bela Negara]

Wabup Raja’e yang juga mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan ini lebih lanjut mengajak agar momentum Hari Pahlawan kali ini menjadi refleksi bersama bagi-bagi kader-kader HMI untuk mengisi perjuangan dan nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks kekinian.

“Kalau dulu perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang bangsa ini dengan terjun ke medan tempur untuk mengusir penjajah, maka dalam konteks saat ini dan kedepan nanti, yang perlu diantisipasi, baik oleh pemerintah maupun adik-adik mahasiswa ini adalah perjajahan dalam bentuk wajah baru,” katanya.

Mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu menjadi pejuang dan pahlawan masa kini, karena masa depan bangsa adalah ditentukan oleh generasi muda saat ini.

“Artinya, kalau ingin melihat masa depan bangsa, maka lihatnya bagaimana upaya pada generasi muda bangsa saat ini, teruma adik-adik aktivis seperti HMI ini,” katanya. [Baca Juga: Wabup Raja’e Ingin Mahasiswa Jadi Garda Depan Berantas Narkoba]

Di bagian akhir sambutannya, mantan Kepala Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar yang kini menjadi Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ini meminta agar HMI juga mempersiapkan diri untuk menyambut revolusi industri 5.0.

Wabup menjelaskan, di era ini, peran-peran manusia berangsur tergantikan oleh kehadiran teknologi canggih seperti robot cerdas yang akan menggantikan peran pekerjaan manusia.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita harus bisa memanfaatkan era kemajuan ini, sehingga kita bisa menjadi tuan rumah, atau pengelolaan di era yang serba modern ini,” katanya.

Menurut Ketua Panitia Pelantikan Kedua Pengurus HMI Komisariat itu, yakni Komisariat Tarbiyah dan Insan Cita Achmad Rhobettah, pelantikan kedua pengurus HMI komisariat itu sengaja digelar secara bersama dan bertepatan dengan Hari Pahlawan, untuk mengingatkan akan pentingnya program organisasi kedepan yang didasarkan pada nilai-nilai kepahlawanan.

Wabup Raja’e juga menjadi saksi serah terima jabatan pengurus di acara pelantikan itu bersama Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq, serta sejumlah anggota Korp Alumni HMI Pamekasan lainnya. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Layak Pemuda Kategori Utama]

Usai pelantikan acara dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Revitalisasi Semangat Juang Perkaderan Menuju Arah Juang HMI kedepan” dengan narasumber Ketua LKBH IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq.

Organisasi ektra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Didirikan pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane di Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta yang kini berumah menjadi UII Yogyakarta.

Saat pertama kali didirikan organisasi ini mengusung dua missi, yakni mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan menyebarluaskan ajaran agama Islam dan organisasi mahasiswa ini merupakan organ independen dan tidak berafiliasi dengan ormas Islam manapun.

Mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Isyad, SI dan Hidayatullah bebas bergabung dengan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini. Atas dasar itulah, dan didukung dengan pola pikir keagamaan yang inklusif sebagaimana tertuang dalam Nilai Identitas Kader (NIK) HMI, sehingga organisasi mahasiswa Islam ini sering disebut sebagai “Miniatur Islam di Indonesia”. (PAMEKASAN HEBAT)

Bina Semangat Kepahlawanan Pemuda Pamekasan dengan Diklat Bela Negara

PAMEKASAN HEBAT – Kodim 0826 Pamekasan, berupaya membina semangat juang dan kepahlawanan kalangan generasi muda di wilayah itu melalui kegiatan diklat bela negara yang digelar institusi itu, Sabtu (9/11/2019).

Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M Effendi selain untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan, diklat bela negara kepada perwakilan pelajar di Pamekasan itu juga dimaksudkan untuk mengarahkan generasi muda bangsa memiliki komitmen kuat dalam ikut memperkuat bela negara.

“Jadi, kegiatan ini merupakan salah satu program dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan para pelajar sebagai generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini,” kata Dandim.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan membuka secara langsung diklat pembentukan Kader Bela Negara di Kabupaten Pamekasan yang diikuti sebanyak 100 orang pelajar dari sejumlah sekolah tingkat SMA/MA dan SMK di Pamekasan ini.

Menurut Dandim, pemuda sebagai generasi penerus bangsa, harus memiliki komitmen dan semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan yang tinggi dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Dengan demikian, sambung dia, maka momentum Hari Pahlawan kali ini merupakan momentum yang tepat dalam pelaksanaan diklat bela negara.

“Para pelajar dan generasi muda bangsa kita ini, harus memiliki kesadaran akan dirinya sendiri sebagai penerus perjuangan bangsa di masa-masa yang akan datang,” kata Dandim.

Selain itu, pihaknya berharap, materi pelatihan yang disampaikan oleh pemateri dalam diklat kali ini, nantinya bisa ditularkan kepada teman-temannya di sekolahnya masing-masing.

“Dan perlu diketahui bahwa pembinaan tentang kesadaran bela negara ini diarahkan untuk menangkal paham-paham idiologi serta budaya yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa kita,” katanya.

Pada dasarnya hakekat pembinaan kesadaran bela negara adalah upaya untuk membangun karakter anak bangsa agar memiliki jiwa nasionalisme serta ketahanan nasional demi terwujudnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga menjelaskan, bahwa pelatihan bela negara tersebut bukanlah militerisme, kendatipun salah satu materinya adalah pada kegiatan baris-berbaris, namun merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengubah pola pikir, menumbuhkan sikap disiplin dan mengasah jiwa kepemimpinan.

“Untuk itu lakukan diklat ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat sesuai arahan dan petunjuk para pembina,” ujar Dandim.

Sementara itu, pada pembukaan diklat tersebut juga hadir Wakil Bupati Pamekasan Rajae, Kapolres Pamekasan AKP Teguh Wibowo, Kasdim 0826/Pamekasan Mayor Inf Imam Suyoso, Kepala Bakesbangpol Pemkab Pamekasan Imam Rifadi, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, dan Kasi Intel Kejari Pamekasan Sutrisno. (PAMEKASAN HEBAT)

DWP Pamekasan Latih warga Teknik “Baking”

PAMEKASAN HEBAT – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pamekasan, melatih wargatentang teknik “baking” atau teknik pengolahan pangan menggunakan oven kompor atau oven listrik dalam pembuatan kuliner.

“Pelatihan ini kami gelar untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah masakan, sehingga bisa bernilai ekonomis,” kata Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pamekasan Yuni Lailatul Fitriyah Raja’e di Pamekasan, Kamis (31/10/2019).

Mohammad Fadil merupakan juru masak yang diundang sebagai pemateri dalam acara pelatihan itu. Teknik baking atau yang sering disebut pemanggangan ini merupakan teknik dalam pengolahan pangan menggunakan oven kompor atau oven listrik untuk mematangkan masakan tertentu tanpa menggunakan minyak atau air sebagai medium pindah panas.

Sumber panas yang digunakan oleh oven kompor adalah panas api dari kompor, sedangkan oven listrik menggunakan listrik sebagai sumber panasnya. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Kuliner melalui “Sae Salera Culinary Festival 2018]

Proses baking ini dapat diatur atau dikontrol sehingga sesuai dengan kondisi proses yang diharapkan. Tentunya waktu pengovenannya bergantung pada jenis produk pangan yang dipanggang.

“Dan produk pangan yang diolah menggunakan teknik baking antara lain bisa berupa roti, cookies, dan pastry. Umumnya proses pemanggangan dilakukan dengan suhu diatas 100 derajat selsius atau tergantung pada jenis oven, bahan pangan, dan tingkat kematangan yang diharapkan,” katanya.

Bentuk pelatihan yang disampaikan kepada ibu-ibu rumah tangga dari sejumlah desa di Pamekasan itu berupa pemaparan teori dan dilanjutkan dengan praktik secara langsung.

Namun, pada pelatihan kali ini, Fadil langsung mempraktikkan pada jenis masakan martabak rendang cheese dan pizza sosis cheese bite, karena jenis masakan ini memang banyak diminati oleh masyarakat Pamekasan. [Baca Juga: Bupati Nikmati Nasi Kobak dan Nasi “Kangen” Buk Musabbihah]

Menurut Penasihat DWP Pamekasan Yuni Lailatul Fitriyah Raja’e, Pamekasan memiliki banyak potensi kuliner. Hanya saja, keterampilan mengolah bahan dasar makanan yang ada di Pamekasan itu belum cukup memadai.

“Maka dari itu, pelatihan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah makanya, dan pada akhirnya bisa mengembangkan makanan olahan tersebut bernilai ekonomis,” katanya, menjelaskan.

Selain itu, pelatihan pengolahan makanan tersebut diharapkan bisa menjadi program pendukung dalam pengembangan pariwisata di Pamekasan.

“Akan sangat mendukung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat jika di Pamekasan nantinya juga dikembangkan wisata kuliner. Makanya pelatihan ini sebagai upaya untuk mempersiapkan kearah sana,” kata mantan aktivis Korp HMI Wati (Kohati) Cabang Pamekasan ini.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini, sambung Yuni, nantinya pihaknya akan meminta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada ibu-ibu rumah tangga yang tersebar di 178 desa di Kabupaten Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Dinkes Pamekasan Luncurkan Program “G1R1J” Cegah DBD

PAMEKASAN HEBAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Selasa (29/10/2019) meluncurkan program “G1R1J” atau Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik untuk mencegah mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang biasa terjadi pada musim pancaroba dan musim hujan.

“Peluncuran ‘G1R1J’ ini sebagai bentuk gerakan terpadu dan upaya antisipasi dengan mengedepankan prinsip pencegahan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Farid Anwar dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media.

Pencanangan dan peluncuran program ‘G1R1J’ ini digelar dengan melibatkan lintas sektor dari berbagai satuan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan di Kecamatan Pademawu, Pamekasan. [Baca Juga: Dharma Wanita Persatuan Bantu Air Bersih Masyarakat Tlanakan]

Para camat, dan Kepala Puskesmas dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan juga dilibatkan untuk mensukses program yang diluncurkan pada 29 Oktober 2019 itu.

Selain itu, Dinkes Pamekasan juga mengukuhkan sebanyak 20 kader sebagai juru pemantau jentik (jumantik) guna mendukung suksesnya program itu.

Menurut Farid, pencanangan program ‘G1R1J’ itu baru di tingkat kabupaten, dan selanjutnya diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

“Jadi, harapan kami, setelah pencanangan di tingkat kabupaten ini, nantinya bisa dilanjutkan pada pencanangan atau sosialisasi di tingkat kecamatan,” kata Farid.

Hal lain yang juga ingin dicapai Dinkes Pamekasan melalui pencanangan ‘G1R1J’ ini terbentuknya kader “jumantik” di tiap-tiap rumah warga.

“Selain itu masyarakat diharapkan bisa melakukan apa yang menjadi imbauan petugas dalam membasmi jentik nyamuk dengan melakukan PSN 3M plus secara serentak dan terus menerus,” kata Farid, menjelaskan. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda 2019]

Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono hadir secara langsung ke acara itu, mewakili Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang berhalangan hadir, karena yang bersangkutan sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan Lemhanas selama dua bulan.

Dalam kesempatan itu, sekda mengajak semua pihak mendukung gerakan ini, sebab, tanpa dukungan semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan, maka program baik untuk kepentingan masyarakat di bidang kesehatan ini tidak akan berjalan secara optimal.

“Dukungan dari semua masyarakat tentu sangat kami harapkan. Sebab, tanpa dukungan, maka program bagus ini tidak akan maksimal,” katanya.

Penyakit demam berdarah dengue adalah jenis panyakit tahunan yang biasa terjadi saat musim pancaroba dan musim hujan. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Kembali Menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat]

Berdasarkan pengalaman tahun 2018, di Kabupaten Pamekasan ada lima kecamatan yang warganya diketahui terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD), sehingga terpaksa harus menjalani peratawan di puskesmas dan rumah sakit di Pamekasan.

Kelima kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Palengaan, Kecamatan Pasean dan Kecamatan Kota Pamekasan. Dengan adanya program ini, Dinkes Pamekasan berharap, sebaran penyakit demam berdarah di Pamekasan bisa ditekan, bahkan Pamekasan bisa bebas dari jenis penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. (PAMEKASAN HEBAT)

Dharma Wanita Persatuan Bantu Air Bersih Masyarakat Tlanakan

PAMEKASAN HEBAT – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pamekasan, Selasa (29/10/2019) memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Larangan Tokol, kecamatan Tlanakan.

Kegiatan ini juga digelar sebagai bentuk kepedulian DWP terhadap dampak kemarau panjang yang melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Pamekasan, dan kondisi tersebut berdampak terjadinya kekeringan dan kekurangan air, terutama air untuk kebutuhan rumah tangga.

“Dan kegiatan ini juga kami gelar dalam rangka memperingati HUT ke-20 Dharma Wanita Persatuan kabupaten Pamekasan,” kata Ketua HUT DPW Ke-20 Ibu Ajib Abdullah. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Utama]

Pendistribusian bantuan air bersih ini merupakan salah satu jenis kegiatan yang digelar DPW Pamekasan. Kegiatan lainnya adalah pengumpulan baju layak pakai yang sudah dimulai sejak tanggal 10 Oktober, dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2019.

Baju-baju hasil pengumpulan para pengurus dan anggota DPW itu nantinya akan diserahkan kepada warga yang kurang mampu. [Baca Juga: Mencari Celah IKM Pamekasan Tembus Pasar Global]

Sementara itu, bantuan air bersih di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan yang disalurkan DPW itu, Selasa (29/10/2019) itu dipimpin oleh ibu Hj. Ir Fonie Totok Hartono.

“Bu Fonie” sapaan akrab Ibu Hj. Ir. Fonie Totok Hartono itu mengatakan, bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, terutama yang membutuhkan air bersih untuk rumah tangga.

“Selain juga untuk menumbuhkan, serta membina rasa saling mencintai dan mengasihi terhadap sesama,” katanya. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Utama

PAMEKASAN HEBAT – Kabupaten Pamekasan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Malam Anugerah Kepemudaan yang digelar di Jakarta Concert Hall iNews Lantai 14 di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 28 Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019) malam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menerima secara langsung piaga pengahargaan yang diserahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zanuddin Amali yang sekaligus merupakan hari puncak perayaan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 ini.

“Keberhasilan Pamekasan meraih penghargaan ini, tidak lepas dari peran serta semua pihak. Terima warga Pamekasan, dan pengharagaan ini sebagai bentuk motifasi agar kita terus lebih semangat dan lebih baik lagi kedepan,” kata Baddrut Tamam. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Kembali Menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat]

Kabupaten Pamekasan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda kategori utama bersama 10 kabupaten/kota lainnya. Di Jawa Timur yang juga berhasil meraih penghargaan serupa adalah Sidoarjo dan Kota Kediri.

Bupati Pamekasan datang ke acara itu didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olehraga Pemkab Pamekasan Ir Muhammad dan beberapa staf organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh dalam sambutannya menyatakan, perayaan Hari Sumpah Pemuda telah berjalan sejak awal Oktober, dan pihaknya telah menggelar sejumlah acara sebelum memberikan penghargaan kepada insan muda berprestasi. [Baca Juga: Bupati Pamekasan Terima Gelar Kebangsawanan dari Kraton Surakarta]

“Kami laporkan bahwa pada kesempatan malam ini, sebagai rangkaian dari perayaan hari Sumpah Pemuda telah dimulai sejak 1 Oktober 2019, melalui peluncuran Bulan Pemuda dan berbagai kegiatan kepemudaan telah dilaksanakan,” kata Asrorun.

Beberapa kegiatan itu, di antaranya adalah Pertemuan Legenda Pemuda sebagai upaya silaturahmi, tukar pengalaman dan juga curah pendapat sebagai kepentingan kemajuan pemuda Indonesia. Kemudian Lomba Penulisan Sejarah Kepahlawanan kaum muda Indonesia, Turnamen Olahraga Pemuda dan Mahasiswa, serta Upacara Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan oleh seluruh instansi pemerintah. [Baca Juga: Santri Peraih Juara Tahfidz ASEAN Disambut di Pendopo Pamekasan]

Sebagai puncak perayaan Sumpah Pemuda, Kemenpora RI memberikan apresiasi kepada talenta-talenta muda di seluruh Indonesia, yang dikelompokkan ke empat bidang.

Penghargaan yang pertama adalah kategori Pemuda Pelopor. Anugrah Pemuda Pelopor diberikan kepada para pemuda yang menjadi pioneer dan kepeloporan di berbagai bidang. Di antaranya Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Inovasi Teknologi, Bidang Pangan, Bidang Pendidikan serta Bidang sumber daya alam (SDA), Lingkungan dan Pariwisata.

Kedua adalah kategori Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi. Jiwa kewirausahaan menjadi salah satu hal yang membangun kemandirian kita sebagai bangsa.

Secara keseluruhan, kata Asrorun, terdapat enam kategori di bidang kewirausahaan, yaitu bidang Pertanian dan Kelautan, bidang Industri Kreatif, bidang Pangan dan Kuliner, bidang Perdagangan dan Jasa, bidang Teknopreneur, serta bidang Sociopreneur. [Baca Juga: Wabup Pamekasan Minta HMI Komitmen pada Missi Perjuangan]

Kemenpora juga memberikan penghargaan kepada Pemuda Hebat, Pemuda Difabel berprestasi dan Pemuda Internasional. Tidak hanya individu, pada kategori keempat sejumlah Kota dan Kabupaten juga mendapat apresiasi atas pembangunan kegiatan kepemudaan di daerah.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia Maju Zainudin Amali yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Anugerah Kepemudaan dengan tema “Bersatu Kita Maju” tersebut memang merupakan wadah pemberian penghargaan untuk setiap figur yang memiliki prestasi di bidang-bidang tertentu.

“Sebagai apresiasi kita kepada pemuda-pemuda berprestasi jadi tahun ini kita serahkan dengan berbagai kategori, tahun depan kita akan lakukan tentu agak kita inovasi lagi seperti apa kriteria-kriteria atau kategori yang akan kita berikan agar tahun ke tahun berbeda,” Katanya. [Baca Juga: Raja’e Ingin HMI-PMII tetap Kritik Pemerintahan]

Kegiatan ini, tambah Zainuddin Amali, bisa dijadikan sebagai pemantik semangat para pemuda, sekaligus akan akan membuat pemuda bersemangat dalam meraih prestasi.

Tampak hadir pula dalam acara ini mantan Menpora Roy Suryo, bahkan ia nampak naik ke atas panggung dan memberikan penganugerahan Bidang Difabel Berprestasi.

Penghargaan Kedua
Pengarhaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda yang diterima Pemkab Pamekasan pada “Malam Anugerah Kepemudaan” tahun ini merupakan kali kedua sejak Bupati Baddrut Tamam bersama Wakilnya Raja’e memimpin Kabupaten Pamekasan.

Pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018, Pemkab Pamekasan juga meraih penghargaan serupa yang kala itu digelar di Balai Samudera, Boulevard Barat Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin (29/10/2018) malam. [Baca Juga: Pamekasan Menerima Anugerah Layak Pemuda 2018]

Bedanya, anugerah Kabupaten/Kota Layak Pamuda yang diterima Pemkab Pamekasan kala itu, kategori pratama dan anugerah itu diberikan karena Pamekasan dinilai memiliki gagasan visioner dalam hal gagasan dan program kepemudaan. Sedangkan anugerah yang diraih Pamekasan tahun 2019 ini kategori Utama. (PAMEKASAN HEBAT)

Mencari Celah IKM Pamekasan Tembus Pasar Internasional

PAMEKASAN HEBAT – Pemkab Pamekasan, Sabtu (26/10/2019), menggelar seminar international bertajuk “Opportunities and Chalenges of Potential Local Products to Penetrate International Markets” di Mandhepa Agung Ronggosukowati dan seminar itu merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Jadi Ke-489 Kabupaten Pamekasan tahun 2019.

Para pemateri yang dihadirkan antara lain Ratlan Pardede, Duta Besar Indonesia untuk Tanzania. Selain itu Lina Hardjito ahli Rumput Laut IPB, dan Wahyu Prihantono dari PT BukaLapak.

Seminar ini diikuti sekitar 200 orang peserta, antara lain para alim ulama, tokoh masyarakat, Forkopimda dan Ketua Pengadilan Negeri Pamekasan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan dan para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Pamekasan. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Fasilitasi Profesi Batik Bersama Bekraf-RI]

Dalam pidato sambutannya Bupati Badrut Tamam mengungkapkan seminar ini bertujuan menemukan strategi ke depan produk UMKM serta produk unggulan lainnya mampu mempunyai daya saing sampai ke pasar internasional. Seminar ini, kata dia, merupakan salah satu langkah Pemkab Pamekasan untuk mendorong berkembangnya industri kecil dan menengah di Pamekasan.

“Oleh karena itu tentu penyelenggaraan seminar ini senantiasa banyak mendapat atensi dan pelaksanaannya tentu sudah dinantikan banyak pihak, sebab Kabupaten Pamekasan kaya akan potensi sektor UMKM dan potensi ekonomi local lainnya serta potensi pariwisata yang saat ini mulai banyak memberikan peningkatan ekonomi masyarakat di Pamekasan,” katanya. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Badrut Tamam menegaskan Pamekasan memiliki potensi lokal seperti industri batik, industri produk olahan ikan, camilan dan olahan rumput laut. Pada sektor pertanian dan perkebunan Kabupaten Pamekasan memiliki potensi unggulan seperti jagung, sapi, garam, dan tembakau. Dan juga dukungan dari potensi unggulan pariwisata.

“Khusus industri batik kini telah dapat memberikan kontribusi cukup berarti dalam perekonomian masyarakat. Pembatikan usaha skala IKM di Pamekasan sampai saat ini tercatat berjumlah 45 sentra, yang terdiri dari 5.812 pengusaha. Pemerintah Pamekasan terus berupaya meningkatkan produksi batik sehingga dapat memenuhi permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri,” ungkapnya. [Baca Juga: Bupati Baddrut Tamam Ajak Pengusaha Dukung Millenial Talent Hub]

Tentang potensi rumput laut, sapi Madura, garam, wisata dan unggulan lainnya, lanjut Badrut, semua itu telah diupayakan untuk dikelola secara maksimal guna bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pamekasan. Namun tidak semua potensi ekonomi dan produk memiliki daya saing. Akibatnya, produk tersebut hanya diminati pasar lokal. Dan keuntungan yang diraih pengusaha tidak besar.

“Karena itulah melalui seminar ini kita perlu mendorong pengusaha itu untuk berkompetisi. Melalui berbagai sumbangan pemikiran dari para nara sumber yang menguasai dibidangnya pada seminar kali ini, mereka para pengusaha itu harus memiliki pengetahuan dan pengalaman baru daya saing agar bisa menembus pasar internasional,” pungkasnya. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Kembali Menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat

RAJA'E-2
Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menerima penghargaan atas keberhasilan Pemkab Pamekasan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan administrasi keuangan Pemkab Pamekasan pada tahun anggaran 2018, dari Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo.

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas capaian standar tertinggi dalam bilang laporan administrasi penggunaan anggaran APBD 2018 dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Penghargaan ini diperoleh, berkat kerja sama tim pemkab yang baik, serta komitmen yang tinggi untuk mengabdi kepada rakyat dengan cara mentaati ketentuan perundang-undangan yang ada,” kata Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, Kamis (3/10/2019).

Wabup Raja’e menerima langsung penganugerahan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo pada acara Penyerahan Piagam Penghargaan Pemerintah Republik Indonesia terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jatim tahun Anggaran 2018 yang digelar di Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Rabu (2/10/2019). [Baca Juga: Pamekasan Menerima Anugerah Kabupaten Layak Pemuda]

RAJA'E-3Penghargaan yang diterima Pemkab Pamekasan tahun ini, merupakan kali kelima dan diharapkan prestasi ini terus dipertahankan kedepan.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengaku bersyukur atas raihan opini WTP terhadap LKPD Pamekasan tahun anggaran 2018 itu.

“Berkat kerjasama seluruh pihak, serta profesionalisme kinerja seluruh elemen pemerintahan, penghargaan ini bisa diraih kembali,” katanya, menjelaskan.  [Baca Juga: MTsN 3 Kembali Harumkan Nama Pamekasan Melalui Pendidikan]

Opini WTP itu bagian dari bentuk akuntabilitas kinerja seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Pamekasan dalam mengelola keuangan daerah.

Dirinya berharap, profesionalitas kinerja, serta kerjasama seluruh elemen pemerintah terus ditingkatkan.

Selain itu, sambung dia, komitmen untuk melakukan perbaikan di seluruh sektor akan terus menjadi perioritas pembangunan daerah.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini juga mengingatkan, agar orientasi setiap penggunaan anggaran diarahkan pada “money follow program”.

“Dengan demikian, manfaat penggunaan keuangan akan betul-betul dirasakan oleh masyarakat Pamekasan secara luas,” katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

 

Desa Tampojung Pregi Siap Jadi Desa Literasi dan Ramah Anak

Pelantikan Kepala Perpustakaan Desa Tampojung Pregi M Abrori di Balai Desa Tampojung Pregi.

PAMEKASAN HEBAT – Kepala Perpustakaan Desa Tampojung Pregi M Abrori resmi dilantik di Balai Desa Tampojung Pregi.

Abror, sapan karib dari M Abrori meminta agar tokoh masyarakat, pemerintah desa dan semua elemen masyarakat yang ada di desanya itu terus mendukung aktivitas perpustakaan desa (perpusdes).

“Saya minta semua elemen masyarakat turut mendukung langkah-langkah Perpudes Bina Bangsa Desa Tampojung Pregi ini,” Ucap Abror dalam sambutannya di Balai desa Tampojung Pregi Waru Pamekasan, Minggu (26/5/2019).

Dalam rilis yang disampaikan kepada media, Abror menyatakan, Perpusdes Bina Bangsa ini bukan miliknya pribadi, akan tetapi milik semua masyarakat yang ada di Desa Tampojung Pregi.

“Karenanya mari kita dukung langkah-langkah taktis dari Perpusdes ini. Selain kursus Bahasa Inggris dan Matematika saya menginginkan adanya bimbingan belajar pasca bulan Ramadhan,” ucapnya.

Pendamping di desa itu, Taufik yang juga sebagai inisiator berdirinya Perpustakaan Desa Bina Bangsa mengatakan, dirinya merasa tidak cukup hanya menjadi pendamping loal desa saja.

“Oleh karena itu, kami mengajak mahasiswa disini untuk mengabdi dengan mendirikan Perpusdes Bina Bangsa, supaya semua masyarakat bisa merasakan keberadaan Perpusdes dan kapan saja bisa berkunjung dan menikmati fasilitas yang ada meskipun saat ini masih serba kekurangan,” kata Taufik.

Ia lebih lanjut menjelaskan, bahwa dirinya lahir dan besar di desa itu, maka seyogianya memikirkan desa agar lebih maju dan pemuda penerusnya bisa berkompetisi dan lebih baik lagi. Ia dan para pengurus Perpusdes menginginkan agar desanya bisa menjadi Desa Literasi dan Desa Ramah Anak.

“Saya berkeinginan desa kami ini menjadi Desa Literasi dan Desa Ramah Anak. Selama ini yang sering berkunjung anak-anak. Tentunya harapan kami pada pemerintah agar memberikan ruang dan fasilitas yang memadai,” pungkas Taufik.

PJ Kepala Desa Tampojung Pregi Syukkur S.H, menanggapi positif semangat para generasi muda di Desa Tampojung Pregi itu dengan mendirikan Pespusdes, karena menurutnya, perpusatakaan merupakan simbol ilmu pengetahuan.

“Saya setuju. Karena denga adanya Perpusdes Insya Allah bisa menambah wawasan pada masyarakat khususnya kelompok anak-anak dengan harapan masyarakat ikut antusias atas keberadaan perpusdes” ucap Syukkur yang juga sebagai Kasi Pemerintahan di Kecamatan Waru.

Hal senada juga disampaikan Camat Waru M Jasin. Ia menyatakan, tanggapan masyarakat juga sangat positif dengan adanya perpustakaan desa itu.

“Respon masyarakat sangat positif sekali dengan program-program pemerintah dalam upaya menumbuhkan minat baca dari bawah yang nantinya bisa menjadi Desa Literasi. Hal ini sejalan dengan trend saat ini bahwa desa harus mempunyai tema demi mendukung cita ideal Bupati Pamekasan yang hendak menjadi Pamekasan sebagai kabupaten maju, yakni Pamekasan Hebat,” kata Jasin.

Rangkaian kegiatan pelantikan ini juga digelar dengan acara penutupan kursus Bahasa Inggris dan Matematika saat Ramadhan serta diakhiri dengan buka bersama yang dihadiri oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan yang diwakili Danafia, dan wali siswa peserta kursus, ketua Yayasan di Lingkungan Desa Tampojung Pregi dan perangkat desa setempat. (PAMEKASAN HEBAT)

Dari Pamekasan untuk Indonesia Bermartabat