Semua tulisan dari PAMEKASAN HEBAT

Dari Pamekasan Menuju Indonesia Bermartabat

TNI-Polri pantau kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Kapolres AKBP Djoko Lestari dan Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur Letkol Inf M Effendi, memantau secara langsung kedatangan 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di terminal bus Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (30/4/2020) malam.

“Kami sengaja memantau langsung bersama Pak Dandim karena mereka harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

PMI yang berjumlah 36 orang itu dari sejumlah kecamatan di Pamekasan. Antara lain dari Kecamatan Batumarmar, Pakong, Proppo dan sebagian dari Kecamatan Tlanakan.

Setibanya di terminal Bus Ronggosukowati yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, para pekerja buruh migran ini langsung didata oleh tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Pamekasan. [Baca Juga: Satgas COVID-19 Benarkan Ada 3 Warga Lagi Positif Corona]

Sejumlah tim medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Antara lain memeriksa suhu tubuh, dan mendata alamat lengkap mereka, termasuk nomor telepon.

Petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan ke barang-barang yang dibawa para buruh migran yang bekerja di Malaysia melalui jalur resmi ini.

Ke-36 PMI asal Kabupaten Pamekasan ini merupakan bagian dari 1,2 juta penduduk Indonesia yang bekerja di Malaysia dan mereka dipulangkan atas bantuan pemerintah Indonesia.

Sebelumnya Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan, kebijakan pemulangan itu, karena terdampak pandemik COVID-19. Teknisnya dengan cara bekerja sama dengan Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19. [Baca Juga: Wabup Raja’e Ajak HMI Perkuat Nilai-Nilai Kepahlawanan]

Berdasarkan data BP2MI, jumlah PMI terbesar di Malaysia, yakni sebanyak1,2 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 56.368 orang sudah pulang dari Malaysia melalui jalur regular, dan sebanyak 1.621 orang terpaksa dideportasi oleh pemerintah Malaysia, karena tidak mengantongi surat-surat resmi.

“Kami dengan Kodim juga akan memerintahkan anggota untuk ikut melakukan pemantauan dan memastikan para PMI ini bisa melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, sebagaimana telah ditetapkan pemerintah,” kata Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Satgas Pamekasan benarkan ada 3 warga lagi positif COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono

PAMEKASAN HEBAT – Juru bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Pemkab Pamekasan, Sigit Priyono membenarkan ada tiga orang warga lagi yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona (COVID-19), sehingga total jumlah warga terpapar menjadi 10 orang.

“Dari tiga orang yang diketahui positif terpapar COVID-19 ini, seorang diantaranya berjenis kelamin perempuan, sedangkan dua lainnya laki-laki,” kata Sigit dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Rabu (29/4/2020) malam.

Perempuan yang positif terpapar COVID-19 itu berasal dari Kecamatan Proppo, Pamekasan dari klaster haji.

Pasien ini, sambung dia, sudah diambil spesimen dahaknya oleh tim medis Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan tanggal 17 April 2020 dan dikirim langsung Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. [Baca Juga: Inilah Penjelasan Bupati Pamekasan tentang Pasien Meninggal Dunia]

“Pada tanggal 29 April 2020 hasil lab dari Litbangkes Kemenkes RI Jakarta keluar, dan diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19,” kata Sigit.

Pasien positif kedua berjenis kelamin laki-laki berumur 43 tahun, asal Kecamatan Pakong, Pamekasan, juga dari klaster haji.

Pengambilan spesimen sampel oleh petugas medis juga pada tanggal 17 April 2020 dan pada tanggal 29 April diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Sementara, pasien ketiga berumur 40 tahun, asal Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Pengambilan sampelnya juga sama sebagaimana pasien pertama dan kedua. [Baca Juga: Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

“Bedanya pasien ketiga ini, memiliki riwayat kontak dengan masyarakat luar Madura, karena yang bersangkutan merupakan pendatang dari Ujung Pandang, Makasar,” katanya, menjelaskan.

Saat ini, sambung Sigit, ketiga orang warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 tersebut, menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan.

Menurut juru bicara Satgas COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono, dengan adanya tiga orang yang positif itu, maka total warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 hingga kini sebanyak 10 orang. [Baca Juga: Bencana Melahirkan Optimisme]

Perinciannya, dua orang telah dinyatakan sembuh, tujuh orang dalam perawatan dan 1 orang meninggal dunia.

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6 orang dengan perincian, 4 orang dalam pengawasan, dan 2 orang lainnya telah selesai menjalani proses pengawasan oleh tim medis. (PAMEKASAN HEBAT)

Bencana Melahirkan Optimisme

Bupati Pamekasan bersama salah seorang tokoh ulama Pamekasan dalam sebuah kesempatan.

Oleh: Baddrut Taman
PAMEKASAN HEBAT – Ramadhan tahun ini, sungguh berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Umat Islam Indonesia, bahkan muslim di seluruh dunia, menjalankan ibadah puasa ditengah pandemi global, penyebaran Coronavirus disease (COVID-19). Karena itulah, wujud kegembiraan menyambut Ramadhan tahun sebelumnya, seperti tarawih di masjid dan langgar, tadarrus maupun musik patrol keliling, tidak lagi terjadi pada Ramadhan kali ini.

Hal itu, bukan karena kita meragukan ketetapan taqdir Alla, karena kecepatan penularan COVID-19 ini dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Akan tetapi, kiat sedang menghindari taqdir Allah yang satu, pergi pada taqdir Allah yang lainnya, seperti dilakukan Amirul Mukminin Sayidina Umar Bin Khattab, ketika memutuskan menghindari Kota Syam yang sedang dilanda wabah penyakit.

Lalu, apakah hikmah yang bisa kita ambil dari mewabahnya COVID-19 disaat kita menjalankan ibadah puasa ini?. Adalah Imam Syafi’i yang pernah mengomentari surat Al Ashr, dengan sangat optimis Imam Syafi’i berkata; Seandainya tidak ada Alquran, lalu hanya ada Surat Al Ashr, maka itu sudah cukup. Sebabnya, Surat Al Ashr mengajarkan tentang tiga hal yang demikian urgen dalam kehidupan setiap muslim. Ketiganya adalah iman, amal saleh dan saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran. Surat Al Ashr ini merupakan spirit penting, dimana keimanan kita pada kadar tertentu harus diiringi dengan pesan-pesan untuk menegakkan kebenaran dan kesabaran.

Sabar dan berkata benar adalah dua hal esensi ketika sebuah wabah penyakit melanda. Ketika Nabi Ayub dilanda penyakit, beliau tak hanya sabar ketika diuji beragam cobaan, tapi juga harus berkata benar kepada istrinya, satu-satunya pendampingnya yang masih ada saat itu. Musibah Corona ini mirip dengan apa yang dialami Nabi Ayub, yaitu sebuah musibah yang tidak hanya berupa penyakit namun juga keterpurukan ekonomi dan hilangnya sebuah sejarah keluarga. Ayub tak hanya sakit, tapi beliau juga diuji kemerosotan ekonomi berupa hilangnya harta-hartanya dan wafatnya putra-putranya. Di akhir perjalanan sakit beliau ada ujian dari istrinya berupa keputusasaan sang istri atas penyakit Nabi Ayub.

Namun, apakah Ayub luluh. Ternyata tidak, Ayub mampu menjalani ujian pahit itu dengan sangat baik. Di kemudian hari, kesabarannya menjadi pepatah tentang keteladanan kesabaran berupa kalimat “kesabarannya seperti kesabarannya Ayub”.

Setelah kesulitan maka datanglah kemudahan. Setelah musibah yang menjemukan, apa yang didapat Ayub. Ternyata Tuhan membalasnya dengan kebaikan berlipat. Quran Surat Shad ayat 41-44 melukiskan bagaimana Tuhan membalas kesabaran Ayub dengan obat, harta dan keluarga yang lebih banyak serta insyafnya sang istri.

Bencana memang harus melahirkan optimisme dan semangat untuk menasihati dalam kebenaran. Wabah COVID-19 ini juga memiliki korelasi dengan situasi kita hari ini. Di tengah beragam persoalan yang muncul sejak masalah ritual sampai ekonomi, kita memang harus terus berkata benar. Bukankah kita dihadapkan saat ini pada kondisi nyinyir sebagian kecil masyarakat kita terhadap anjuran MUI dan Pemerintah dalam soal ibadah. Bukankah kita menjumpai bertebarannya hoaks tentang corona, dimana kita harus menyampaikan kebenaran sebenar-benarnya, sejauh yang kita pahami. Beragam hoaks yang menjangkiti masyarakat kita akhirnya pada tataran tertentu melahirkan satu sikap kritis agar kita mau aktif dalam menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Optimisme itu perlu dibangun dengan satu sikap positif thinking. seorang muslim yang berpengetahuan, pasti punya pikiran positif atas segala musibah. Karena ujian berupa penyakit tak hanya menimpa muslim saja, tapi juga semua manusia bahkan sekelas nabi seperti Ayub. Faktanya, manusia memang tidak ada yang hidupnya senang terus atau susah terus. kebahagiaan dan derita datang silih berganti. Maka, dengan cara berpikir yang sederhana, kita hanya menyajikan satu hal saja dalam benak kita. Corona suatu saat akan berlalu seperti halnya bencana bencana lainnya.

Betapa pentingnya kita bersabar dalam kurun musibah ini. Bersabar dan berkata benar pada dasarnya merupakan salah satu kunci untuk mendatangkan kebahagiaan. Imam Ghazali berkata dalam salah satu Bab dalam Ihya’ Ulumuddinnya, bahwa kebahagiaan akan diraih sempurna jika seseorang bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan kesengsaraan akan terjadi ketika seseorang dikuasai nafsunya sendiri. Bersabar dan berkata benar adalah kunci untuk mengekang hawa nafsu. Ramadhan adalah momentum dimana kesabaran dan kebenaran itu dipertunjukkan dalam panggung ritualisme kita.

Dibalik semua musibah, Tuhan telah menyiapkan banyak skenario kebaikan, yang bahkan mungkin akal kita tak bisa menjangkaunya. Banyak hikmah yang akan didapat seorang muslim manakala dia mau bermuhasabah atas pandemic global ini. Seorang muslim pasti akan menyadari bahwa beginilah takdir Allah berlaku, jika Yang Maha Besar berkehendak. Seorang muslim yang baik pasti akan berfikir bahwa musibah global ini akan menunjukkan, bahwa ada orang yang bersyukur dan bersabar, pun sebaliknya, ada orang yang yang kurang bersyukur dan tidak sabar atas musibah yang diberikan Allah.

Muslim yang cermat juga akan melihat dengan hati bersih, bahwa dunia adalah miniatur akhiratnya kelak. Kebahagiaan dan kesengsaraan hidup yang dialaminya, adalah sesuatu yang akan dia alami dalam perjalanan Barzakhnya dan perjalanan akhiratnya. Pelajaran hidup itu bisa menjelaskan, bahwa terkadang kelezatan hidup menjadi relative, ketika melihat bagaimana negeri-negeri yang indah secara duniawi, makmur secara materi, bahagia secara relasi sosial, tiba-tiba berubah drastis setelah corona melanda. Lihatlah Italia, Swiss, Jerman, Perancis dan negeri-negeri eksotik lainnya. Mereka tak ubahnya sebuah negara biasa saja ketika musibah ini datang.

Kekayaan negeri-negeri itu tak ada artinya di hadapan virus-virus nakal yang ukurannya super kecil. Emas-emas yang mereka miliki tak ada gunanya kala mereka sakit. Teknologi kesehatan mereka, bahkan masih membutuhkan waktu untuk menemukan formulasi vaksin yang tepat, sementara korban terus berjatuhan dan resesi di depan mata. Sungguh benar firman Allah dalam Surat Al Ashr (Demi waktu, Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran).

Dalam Alquran, Ramadhan tersambung dengan kata Syahr (bulan), menjadi “Syahru Romadhon” (Bulan Ramadhan). Tahukah kita bahwa Syahr itu terkait dengan kata Masyhur (populer). Syahr (bulan) menjadi Masyhur (terkenal/populer) karena dulu orang Arab ketika melihat hilal awal Ramadhan lalu mengumumkannya, Sehingga kabar awal Ramadhan menjadi masyhur atau populer. Begitupun kita hari ini, interupsi corona tak boleh mengalahkan kemasyhuran Ramadhan. Ramadhan harus terus hadir dengan segala kebaikannya namun dengan tetap berhati-hati dan cermat atas penyebaran COVID-19. (PAMEKASAN HEBAT)

Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19

Grup Whatshapp Satgas KIM COVI-19, bentukan Kemenkominfo.

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberdayakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di masing-masing daerah guna mensosialisasikan pencegahan dan memberikan pendidikan publik tentang virus corona (COVID-19) yang kini mewabah di negeri ini.

“Saat ini KIM di seluruh Indonesia telah membentuk grup whatshapp sebagai media koordinasi antarsesama pengurus KIM,” kata Sekretaris KIM Pamekasan Hebat Fathor Arifin dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Sabtu (25/4/2020) malam.

Grup whatshapp yang diberima nama “Satgas KIM COVID-19” yang dibentuk oleh Analis Kebijakan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Annisa Nur Muslimah K itu, untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasi program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona itu.

Satgas KIM COVID-19 ini sengaja dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Ditjend Tata Kelola Kemitraan Publik Kemenkominfo RI (TKKKP), Seksi Kemitraan Komunikasi Sosial sebagai akselerasi diseminasi konten COVID-19 dari Gugus Tugas Pusat, Kemenkominfo dan Kementerian terkait lainnya.

Diseminasi konten resmi terkait COVID-19 yang disampaikan melalui grup WA itu, agar para pegiat KIM bisa meneruskan informasi tersebut lebih luas ke komunitas melalui media yang dikelolanya, seperti media sosial, dan blog oleh masing-masing KIM.

Selain menyampaikan informasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19, Satgas KIM COVID-19 bentukan Kemenkominfo itu juga menyampaikan klarifikasi berita bohong yang beredar di sejumlah media sosial.

“Selain itu, kami juga bermitra dengan Satgas COVID-19 kabupaten berkaitan dengan kegiatan pencegah COVID-19 yang dilakukan,” kata Arif.

KIM Pamekasan Hebat merupakan salah satu kelompok informasi masyarakat yang menjadi binaan organisasi profesi wartawan yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, sebagai upaya mewujudkan cita ideal tatanan masyarakat melek media, serta meningkatkan peran masyarakat dalam bidang jurnalistik (citizen journalistic).

Keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan media blog berbasis konten lokal, yang mendidik dan mencerahkan, merupakan salah satu missi yang hendak diwujudkan melalui kelompok informasi.

Tujuan pembentukan KIM ini, antara lain, meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dan keaktifan masyarakat tentang informasi yang benar, serta mampu menyaring informasi yang valid dan mencerahkan.

Maraknya, penyebaran informasi bohong di berbagai media sosial, juga menjadi alasan kelompok informasi masyarakat ini, membentuk wadah organisasi untuk bergerak di bidang penyebaran informasi berbasis blog.

“Saat ini, kami juga bergabung dengan komunitas wartawan di Pamekasan membentuk posko informasi COVID-19,” kata Sekretaris KIM Pamekasan Hebat Fathol Arif, menjelaskan. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Warga Positif COVID-19 di Pamekasan Bertambah 2 Orang

PAMEKASAN HEBAT – Warga di Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bertambah 2 orang, sehingga jumlah total warga positif corona hingga kini sebantak 7 orang.

Sementara, jumlah total se-Madura yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 hingga awal Ramadhan 1441 Hijriah kali ini sebanyak 19 orang.

Ke-19 warga itu tersebar di tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Bangkalan sebanyak 8 orang, Pamekasan sebanyak 7 orang dan di Kabupaten Sumenep sebanyak 4 orang.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ahmad Marsuki di Pamekasan, Kamis (24/4/2020) malam, data sebaran warga Madura yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu, sesuai dengan data terbaru yang dirilis Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Timur.

“Dari 19 warga yang terkonfirmasi positif di Pulau Madura ini, enam orang diantaranya merupakan kasus baru, yakni 2 orang dari Pamekasan dan empat orang dari Kabupaten Sumenep,” kata Marsuki.

Kedua pasien positif tambahan asal Pamekasan itu terdiri dari, warga asal Kecamatan Proppo, yakni seorang wanita berusia 60 tahun dan masih tercatat sebagai salah seorang famili dari pasien positif corona sebelumnya.

Pasien positif berikutnya juga seorang wanita berusia 53 tahun asal Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

“Berdasarkan riwayatnya orang ini memang pernah kontak dengan pasien yang terpapar corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Terkait pasien positif baru asal Kecamatan Proppo, Plt Kepala Dinkes Pamekasan menjelaskan, bahwa pada 12 April 2020, pihaknya melakukan penelusuran pada orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien positif corona.

Pada tanggal 14 April 2020, tim media Satgas COVID-19 Pamekasan mengambil swab dari beberapa orang yang terlibat kontak dengan pasien positif corona.

Lalu, hasil spesimen dari beberapa orang pasien itu dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Litbangkes RI) dan hasilnya positif.

“Jadi, dari beberapa orang yang diuji lab itu, dua orang diantaranya terkonfirmasi positif corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Sementara, terkait adanya pasien tambahan positif COVID-19 itu, kini tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan terus melakukan pelacakan kepada orang-orang yang pernah terlibat kontak langsung dengan kedua pasien positif itu.

Tim juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa rumah warga yang diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 itu.

Sementara, pasien baru terkonfirmasi positif di Sumenep, merupakan warga yang pernah mengikuti pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo di Surabaya dan kini keempat orang tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD Sumenep. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Dua Warga Pamekasan Terkonfirmasi Lagi Positif COVID-19

Mobil Ambulans Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan saat menjemput pasien positif corona di Kecamatan Proppo, Pamekasan, Selasa (14/4/2020) malam.

PAMEKASAN HEBAT – Dua orang warga Pamekasan, terkonfirmasi lagi positif terpapar virus corona (COVID-19), sesuai hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kata Humas Satgas COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono.

“Dengan adanya kasus baru COVID-19 di Pamekasan ini, maka jumlah total kasus positif yang terkonfirmasi hingga kini sebanyak 5 orang. Satu diantaranya telah meninggal dunia,” kata Sigit dalam rilis yang disampaikan kepada media, Selasa (14/4/2020) malam.

Kedua warga Pamekasan yang positif terpapar COVID-19 itu terdiri dari Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH), berusia 57 tahun asal Kecamatan Proppo, dan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Pamekasan berusia 40 tahun asal Kecamatan Galis.

Sigit menjelaskan, pada tanggal 27 Maret 2020 tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan melakukan pelacakan pada PPIH tersebut dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

“Saat itu ia melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” kata Sigit.

Selanjutnya pada tanggal 9 April 2020, kembali dilakukan tes cepat dan pada saat yang sama petugas juga mengambil spesimen pasien. Lalu pada tanggal 14 April 2020, hasilnya diketahui positif.

Terkait pasien positif dari TKHI, Sigit menjelaskan, pada tanggal 24 Maret 2020 Satgas melakukan pelacakan dan ditemukan gejala bahwa yang bersangkutan terindikasi terpapar COVID-19 dengan status orang dalam pemantauan.

Pada tanggal 3 April 2020 dilakukan rapid tes atau tes cepat, hasilnya negatif.

Selanjutnya pada tanggal 9 April 2020, petugas kembali melakukan rapid test, dan diketahui hasilnya positif.

Pada saat yang sama, petugas mengambil spesimen untuk diuji dilaboratorium Kemenkes RI, dan pada tanggal 14 April 2020, terkonfirmasi bahwa hasilnya adalah positif.

“Setelah diketahui pasti bahwa hasilnya adalah positif, maka tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan langsung membawa keduanya ke RSUD Pamekasan untuk diisolasi,” kata Sigit Priyono, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Inilah Penjelasan Bupati Pamekasan tentang Pasien Meninggal Dunia

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan terkait adanya seorang pasien dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pamekasan yang meninggal dunia di RSUD dr Slamet Martodirdjo.

Orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan ini mengatakan, pasien yang meninggal yang dirawat di RSUD sejak Kamis (19/03/2020) kemarin itu belum terkonfirmasi postif COVID-19.

Pemkab dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Corona, kini masih menunggu hasil pengecekan dari laboratorium di Surabaya. Spesimen pasien yang meninggal dunia tersebut telah dikirim ke Surabaya dan masih menunggu hasilnya.

“Bisa saja penyakitnya demam berdarah, bisa saja penyakit yang lain. Tentang asumsi dari beberapa teman-teman bahwa ini COVID-19 belum bisa disimpulkan. Kenapa?, karena untuk memastikan bahwa pasien yang meninggal itu COVID-19 atau tidak, menunggu hasil laboratorium,” katanya dalam pres rilis yang digelar di Pendopo Ronggosukowati, Jumat (20/02/2020) malam.

Dalam press rilis itu, Baddrut Tamam yang didampingi ketua Satgas COVID-19, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Slamet Martodirdjo Farid Anwar, serta Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, serta Kabag Humas Sigit Priyono.

Selain itu, Baddrut juga menerangkan riwayat perjalanan pasien yang ternyata masih berusia 11 tahun tersebut. Sebelumnya pasien yang meninggal itu datang dari Malang, yakni daerah yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai zona merah, karena masyarakat di wilayah itu ada yang dinyatakan positif terserang virus corona.

Meskipun begitu, pihaknya menegaskan bahwa Satgas COVID-19 telah bekerja dengan maksimal dan terukur sehingga Kabupaten Pamekasan tidak terjangkit Covid-19.

“Banyak chat ke saya bawah di desa ini ada, di sesa ini ada (Covid-19), itu semua hoaks. Di Kabupaten ini belum ada yang terpapar Covid-19 dari informasi rumah sakit dan dokter. Kecuali nanti masih menunggu hasil laboratorium,” terangnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap agar warga Pamekasan tetap tenang dan menerapkan pola hidup sehat. (PAMEKASAN HEBAT)

Wabup Raja’e Ajak HMI Perkuat Nilai-nilai Kepahlawanan

PAMEKASAN HEBAT – Wakil Bupati Pamekasan, Jawa Timur Raja’e mengajak aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ektra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar memperkuat nilai-nilai kepahlawanan guna mensukseskan misi organisasi itu sebagai kader umat dan kader bangsa.

“Dalam konteks revolusi industri 4.0 ini, adik-adik HMI harus mampu berperan aktif melakukan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara dengan, sesuai dengan misi keummatan dan kebangsaan HMI,” kata Raja’e saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus HMI Komisariat Tarbiyah dan Insan Cita Cabang Pamekasan di Pendopo Budaya Pemkab Pamekasan, Minggu (10/11/2019).

Di era ini, sambung dia, keterampilan personal masing-masing individu sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi kecanggihan teknologi dan perubahan yang sangat cepat. Keterampilan personal dan pengusaan informasi dan teknologi sangat dibutuhkan.

HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah penting dalam pergerakan mahasiswa di Indonesia, menurut Raja’e harus mampu berperan aktif, dan menguasai keadaan dengan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tergilas arus global. [Baca Juga: Bina Semangat Kepahlawanan Pemuda dengan Diklat Bela Negara]

Wabup Raja’e yang juga mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan ini lebih lanjut mengajak agar momentum Hari Pahlawan kali ini menjadi refleksi bersama bagi-bagi kader-kader HMI untuk mengisi perjuangan dan nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks kekinian.

“Kalau dulu perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang bangsa ini dengan terjun ke medan tempur untuk mengusir penjajah, maka dalam konteks saat ini dan kedepan nanti, yang perlu diantisipasi, baik oleh pemerintah maupun adik-adik mahasiswa ini adalah perjajahan dalam bentuk wajah baru,” katanya.

Mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu menjadi pejuang dan pahlawan masa kini, karena masa depan bangsa adalah ditentukan oleh generasi muda saat ini.

“Artinya, kalau ingin melihat masa depan bangsa, maka lihatnya bagaimana upaya pada generasi muda bangsa saat ini, teruma adik-adik aktivis seperti HMI ini,” katanya. [Baca Juga: Wabup Raja’e Ingin Mahasiswa Jadi Garda Depan Berantas Narkoba]

Di bagian akhir sambutannya, mantan Kepala Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar yang kini menjadi Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ini meminta agar HMI juga mempersiapkan diri untuk menyambut revolusi industri 5.0.

Wabup menjelaskan, di era ini, peran-peran manusia berangsur tergantikan oleh kehadiran teknologi canggih seperti robot cerdas yang akan menggantikan peran pekerjaan manusia.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita harus bisa memanfaatkan era kemajuan ini, sehingga kita bisa menjadi tuan rumah, atau pengelolaan di era yang serba modern ini,” katanya.

Menurut Ketua Panitia Pelantikan Kedua Pengurus HMI Komisariat itu, yakni Komisariat Tarbiyah dan Insan Cita Achmad Rhobettah, pelantikan kedua pengurus HMI komisariat itu sengaja digelar secara bersama dan bertepatan dengan Hari Pahlawan, untuk mengingatkan akan pentingnya program organisasi kedepan yang didasarkan pada nilai-nilai kepahlawanan.

Wabup Raja’e juga menjadi saksi serah terima jabatan pengurus di acara pelantikan itu bersama Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq, serta sejumlah anggota Korp Alumni HMI Pamekasan lainnya. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Layak Pemuda Kategori Utama]

Usai pelantikan acara dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Revitalisasi Semangat Juang Perkaderan Menuju Arah Juang HMI kedepan” dengan narasumber Ketua LKBH IAIN Madura Sulaisi Abdurrazaq.

Organisasi ektra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Didirikan pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane di Sekolah Tinggi Islam (STI) Yogyakarta yang kini berumah menjadi UII Yogyakarta.

Saat pertama kali didirikan organisasi ini mengusung dua missi, yakni mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan menyebarluaskan ajaran agama Islam dan organisasi mahasiswa ini merupakan organ independen dan tidak berafiliasi dengan ormas Islam manapun.

Mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi keagamaan, seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Isyad, SI dan Hidayatullah bebas bergabung dengan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini. Atas dasar itulah, dan didukung dengan pola pikir keagamaan yang inklusif sebagaimana tertuang dalam Nilai Identitas Kader (NIK) HMI, sehingga organisasi mahasiswa Islam ini sering disebut sebagai “Miniatur Islam di Indonesia”. (PAMEKASAN HEBAT)

Bina Semangat Kepahlawanan Pemuda Pamekasan dengan Diklat Bela Negara

PAMEKASAN HEBAT – Kodim 0826 Pamekasan, berupaya membina semangat juang dan kepahlawanan kalangan generasi muda di wilayah itu melalui kegiatan diklat bela negara yang digelar institusi itu, Sabtu (9/11/2019).

Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M Effendi selain untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan, diklat bela negara kepada perwakilan pelajar di Pamekasan itu juga dimaksudkan untuk mengarahkan generasi muda bangsa memiliki komitmen kuat dalam ikut memperkuat bela negara.

“Jadi, kegiatan ini merupakan salah satu program dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan para pelajar sebagai generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini,” kata Dandim.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan membuka secara langsung diklat pembentukan Kader Bela Negara di Kabupaten Pamekasan yang diikuti sebanyak 100 orang pelajar dari sejumlah sekolah tingkat SMA/MA dan SMK di Pamekasan ini.

Menurut Dandim, pemuda sebagai generasi penerus bangsa, harus memiliki komitmen dan semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan yang tinggi dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Dengan demikian, sambung dia, maka momentum Hari Pahlawan kali ini merupakan momentum yang tepat dalam pelaksanaan diklat bela negara.

“Para pelajar dan generasi muda bangsa kita ini, harus memiliki kesadaran akan dirinya sendiri sebagai penerus perjuangan bangsa di masa-masa yang akan datang,” kata Dandim.

Selain itu, pihaknya berharap, materi pelatihan yang disampaikan oleh pemateri dalam diklat kali ini, nantinya bisa ditularkan kepada teman-temannya di sekolahnya masing-masing.

“Dan perlu diketahui bahwa pembinaan tentang kesadaran bela negara ini diarahkan untuk menangkal paham-paham idiologi serta budaya yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa kita,” katanya.

Pada dasarnya hakekat pembinaan kesadaran bela negara adalah upaya untuk membangun karakter anak bangsa agar memiliki jiwa nasionalisme serta ketahanan nasional demi terwujudnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga menjelaskan, bahwa pelatihan bela negara tersebut bukanlah militerisme, kendatipun salah satu materinya adalah pada kegiatan baris-berbaris, namun merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengubah pola pikir, menumbuhkan sikap disiplin dan mengasah jiwa kepemimpinan.

“Untuk itu lakukan diklat ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat sesuai arahan dan petunjuk para pembina,” ujar Dandim.

Sementara itu, pada pembukaan diklat tersebut juga hadir Wakil Bupati Pamekasan Rajae, Kapolres Pamekasan AKP Teguh Wibowo, Kasdim 0826/Pamekasan Mayor Inf Imam Suyoso, Kepala Bakesbangpol Pemkab Pamekasan Imam Rifadi, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, dan Kasi Intel Kejari Pamekasan Sutrisno. (PAMEKASAN HEBAT)

DWP Pamekasan Latih warga Teknik “Baking”

PAMEKASAN HEBAT – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pamekasan, melatih wargatentang teknik “baking” atau teknik pengolahan pangan menggunakan oven kompor atau oven listrik dalam pembuatan kuliner.

“Pelatihan ini kami gelar untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah masakan, sehingga bisa bernilai ekonomis,” kata Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pamekasan Yuni Lailatul Fitriyah Raja’e di Pamekasan, Kamis (31/10/2019).

Mohammad Fadil merupakan juru masak yang diundang sebagai pemateri dalam acara pelatihan itu. Teknik baking atau yang sering disebut pemanggangan ini merupakan teknik dalam pengolahan pangan menggunakan oven kompor atau oven listrik untuk mematangkan masakan tertentu tanpa menggunakan minyak atau air sebagai medium pindah panas.

Sumber panas yang digunakan oleh oven kompor adalah panas api dari kompor, sedangkan oven listrik menggunakan listrik sebagai sumber panasnya. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Kuliner melalui “Sae Salera Culinary Festival 2018]

Proses baking ini dapat diatur atau dikontrol sehingga sesuai dengan kondisi proses yang diharapkan. Tentunya waktu pengovenannya bergantung pada jenis produk pangan yang dipanggang.

“Dan produk pangan yang diolah menggunakan teknik baking antara lain bisa berupa roti, cookies, dan pastry. Umumnya proses pemanggangan dilakukan dengan suhu diatas 100 derajat selsius atau tergantung pada jenis oven, bahan pangan, dan tingkat kematangan yang diharapkan,” katanya.

Bentuk pelatihan yang disampaikan kepada ibu-ibu rumah tangga dari sejumlah desa di Pamekasan itu berupa pemaparan teori dan dilanjutkan dengan praktik secara langsung.

Namun, pada pelatihan kali ini, Fadil langsung mempraktikkan pada jenis masakan martabak rendang cheese dan pizza sosis cheese bite, karena jenis masakan ini memang banyak diminati oleh masyarakat Pamekasan. [Baca Juga: Bupati Nikmati Nasi Kobak dan Nasi “Kangen” Buk Musabbihah]

Menurut Penasihat DWP Pamekasan Yuni Lailatul Fitriyah Raja’e, Pamekasan memiliki banyak potensi kuliner. Hanya saja, keterampilan mengolah bahan dasar makanan yang ada di Pamekasan itu belum cukup memadai.

“Maka dari itu, pelatihan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah makanya, dan pada akhirnya bisa mengembangkan makanan olahan tersebut bernilai ekonomis,” katanya, menjelaskan.

Selain itu, pelatihan pengolahan makanan tersebut diharapkan bisa menjadi program pendukung dalam pengembangan pariwisata di Pamekasan.

“Akan sangat mendukung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat jika di Pamekasan nantinya juga dikembangkan wisata kuliner. Makanya pelatihan ini sebagai upaya untuk mempersiapkan kearah sana,” kata mantan aktivis Korp HMI Wati (Kohati) Cabang Pamekasan ini.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini, sambung Yuni, nantinya pihaknya akan meminta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada ibu-ibu rumah tangga yang tersebar di 178 desa di Kabupaten Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)