HMI: Stabilkan Minyak Goreng, Hentikan Wacana 3 Periode, Tolak Kenaikan BBM

PAMEKASAN HEBAT – Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, Jumat (8/4/2022) sore, berunjuk rasa di depan kantor DPRD setempat, menyuarakan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain menolak kenaikan BBM, para aktivis HMI dari berbagai komisariat dari berbagai Perguruan Tinggi di Pamekasan ini juga menyuarakan agar pemerintah segera melakukan stabilisasi harga minyak goreng dan menghentikan wacana Presiden RI hingga tiga periode.

HMI2Massa mulai aksinya dari Monumen Arek Lancor yang merupakan jantung Kota Pamekasan. Mereka berjalan kaki menuju kantor DPRD di Jalan Kabupaten yang berjarak sekitar 1 kilometer.

“Kami menuntut Pemerintah agar mengkaji ulang kenaikan BBM karena hal itu akan sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat, termasuk kondisi ekonomi masyarakat,” kata koordinator aksi Hosni.

Tuntutan menolak kenaikan BBM pada aksi gabungan itu merupakan satu dari tiga tuntutan yang disampaikan aktivis HMI Pamekasan.

HMI3Tuntutan lainnya menuntut DPRD Kabupaten Pamekasan untuk menolak wacana presiden tiga periode dan meminta pihak DPRD untuk mengirim surat tuntutan kepada DPR RI tentang kelangkaan minyak goreng.

Pengunjuk rasa menilai wacana tentang perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode merupakan tindakan yang melanggar konstitusi sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) NRI Tahun 1945 Bab III Pasal 7.

“Presiden memang telah memerintahkan jajaran kabinet dan para politisi agar menghentikan wacana tiga periode tersebut. Akan tetapi, harus ada penegasan lagi bahwa hal itu tidak bisa dilakukan,” kata orator aksi lainnya, Fathorrahman.

HMI1Terkait dengan tuntutan mengatasi kelangkaan dan mahalnya minyak goreng, pengunjuk rasa meminta agar Pemerintah turun tangan secara langsung dan menindak tegas mafia yang terlibat dalam kasus kelangkaan minyak goreng.

“Ini perlu juga kami suarakan karena saat ini banyak pedagang gorengan di Pamekasan yang gulung tikar gegara minyak goreng mahal dan sulit didapat,” katanya.

Unjuk rasa aktif HMI di Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan menjelang berbuka puasa itu hanya ditemui anggota DPRD dari Komisi I Ali Maskur.

Di hadapan pengunjuk rasa, Ali menjelaskan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Fathor Rohman menugasinya untuk menemui mahasiswa dan menunda pulang karena kegiatan aksi HMI itu di luar jam kerja.

“Apa pun yang adik-adik sampaikan hari ini, akan kami sampaikan kepada pimpinan dan akan dibahas dalam rapat internal dewan,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada HMI karena ikut peduli terhadap kondisi bangsa dan masyarakat.

“Saya secara pribadi sependapat dengan gagasan adik-adik sekalian. Aspirasi saudara akan kami sampaikan kepada pimpinan dan akan ditindaklanjuti dengan mengirim surat ke DPR RI,” katanya.

Unjuk rasa mahasiswa gabungan dari sejumlah kampus itu mendapatkan pengawal ketat dari Polres Pamekasan.

Sebanyak 60 personel gabungan dari unsur Sabhara, Reskrim, Intelkam, dan Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan mengamankan aksi tersebut.

Aksi berlangsung tertib dan massa membubarkan diri sekitar 30 menjelang berbuka puasa setelah bertemu dengan perwakilan DPRD Kabupaten Pamekasan Ali Maskur. (KIM PAMEKASAN HEBAT/ MIMBAR ORGANISASI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s