Kadin Pamekasan Apresiasi Program WUB Baddrut Tamam dan Siap Bantu Pemasaran

Ketua Kadin Pamekasan Suhartono saat meninjau proses produksi kerajinan tenun ikat di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Kamis (11/2/2021).

PAMEKASAN HEBAT – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pamekasan mengapresiasi program andalan Bupati Baddrut Tamam tentang pembentukan 10.000 wirausaha baru, dan organisasi dagang itu bersedia membantu memasarkan produk hasil kerajinan pelaku usaha Pamekasan melalui jaringan Kadin yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Bagi kami, program pembentukan 10.000 wirausaha baru yang dicanangkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ini luar biasa, sebab melalui program ini, ekonomi masyarakat akan lebih berdaya dan mandiri,” kata Ketua Kadin Pamekasan Suhartono kepada media Jumat (12/2/2021).

Program pembentukan wirausaha baru dengan target 10.000 orang pengusaha baru ini, merupakan program unggulan Baddrut Tamam yang mengantarkannya terpilihan sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 2018.

“Tono” sapaan karib Suhartono lebih lanjut menjelaskan, selain mampu menekan angka pengangguran, program pembentukan wirausaha baru itu, juga berpotensi mencipkan pelaku usaha mandiri yang pada akhirnya akan mampu menumbuhkan perekomian Pamekasan yang merata dan tersebar di semua desa dan kecamatan.

Perajin sepatu peserta program wirausaha baru (WUB) di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Melalui program ini, sebaran perputaran ekonomi di Pamekasan tidak akan hanya terpusat di perkotaan saja, akan tetapi juga ke desa-desa, apalagi pada saat yang sama, Pemkab Pamekasan juga menerapkan program desa tematik, yakni desa harus menetapkan tema pengembangan program berbasis potensi ekonomi desa.

Hanya saja, sambung Tono yang menjadi kendala bagi pelaku usaha baru peserta program wirausaha baru (WUB) Pamekasan saat ini pemasaran.

“Para pelaku wirausaha umumnya mengaku masih terkendala di bidang pemasaran, sehingga mereka belum bisa produksi lebih banyak, disamping beralatan. Ini sesuai dengan hasil kunjungan Kadin Pamekasan ke beberapa pelaku usaha kemarin,” ujar Tono.

Oleh karenanya, sambung dia, Kadin Pamekasan merasa terpanggil untuk ikut membantu mensukseskan program baik Bupati Baddrut Tamam itu dengan memanfaatkan jaringan Kadin Pamekasan, Provinsi dan Pusat.

“Jadi, dalam waktu dekat ini kami langsung kumpulkan para pelaku usaha, pemilik modal, perhotelan dan pelaku usaha jasa transportasi dan travel dan mendiskusikan hal ini dalam sebuah forum diskusi, termasuk pemangku kebijakan, sehingga aksinya akan lebih nyata dan terukur,” ujar Suhartono.

Ketua dan jajaran Pengurus Kadin Pamekasan foto bersama saat melakukan kunjungan ke perajin tenun ikat di Desa Larangan Badung, Pamekasan, Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya jajaran Pengurus Kadin Pamekasan pada Kamis (11/2) telah melakukan survei lapangan ke pusat-pusat produksi hasil kerajinan peserta program WUB Pamekasan di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, lalu di Desa Klampar, Kecamatan Proppo dan di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan.

Di Desa Pasanggar pengurus Kadin Pamekasan meninjau pembuatan sepatu oleh UD Rajjeh Makmur Sentoso, di Desa Klampar meninjau pembuatan songkok nasional dan songkok batik oleh UD Pancoran Mas, sedangkan di Desa Larangan Badung meninjau produksi kerajinan batik tulis dan tenun ikat yang dikembangkan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Al-Wahyuni.

Secara terpisah, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, program unggulan tentang pembentukan wirausaha baru itu sebagai bentuk komitmen dirinya dalam memajukan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pamekasan yang merata, dan mewujudkan para pelaku ekonomi mandiri.

Target pembentukan 10.000 wirausaha baru itu selama lima tahun, dan hingga kini pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) telah melatih sekitar 2.000 lebih wirausaha baru dengan berbagai jenis usaha. Pola pelatihan yang diterapkan berbeda, yakni dengan menggelar diklat, dan mengirim calon pelaku usaha magang di perusahaan.

“Untuk sepatu dan tenun ikat, sistemnya magang. Jadi, mereka kita biayai untuk magang ke salah satu pabrik sepatu di Mojokerto dengan target pulang ke Pamekasan bisa buat sepatu dan begitu pula yang tenun langsung bisa nenun. Yang tenun ikat kita kirim untuk magang di Kediri,” katanya.

Warga yang telah mengikuti pelatihan itu selanjutnya dibimbing oleh tim pendamping, mulai dari cara memasarkan produk, hingga pengurusan izin usaha. Pemkab memberikan bantuan alat secara gratis, bekerja sama dengan perusahaan, dan para pelaku usaha bisa mengajukan pinjaman modal usaha ke Pemkab Pamekasan dengan bunga 1 persen, karena yang 5 persen disubsidi oleh pemkab.

Dukungan organisasi dagang seperti Kadin Pamekasan, menurut bupati akan sangat membantu dalam mensukseskan program tersebut. Pihaknya akan senantiasa terbuka menerima masukan demi kebaikan dan kemakmuran warga Pamekasan. (A1/AB/PAMEKASAN HEBAT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s