Arsip Kategori: Prestasi

Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Utama

PAMEKASAN HEBAT – Kabupaten Pamekasan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Malam Anugerah Kepemudaan yang digelar di Jakarta Concert Hall iNews Lantai 14 di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 28 Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019) malam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menerima secara langsung piaga pengahargaan yang diserahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zanuddin Amali yang sekaligus merupakan hari puncak perayaan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 ini.

“Keberhasilan Pamekasan meraih penghargaan ini, tidak lepas dari peran serta semua pihak. Terima warga Pamekasan, dan pengharagaan ini sebagai bentuk motifasi agar kita terus lebih semangat dan lebih baik lagi kedepan,” kata Baddrut Tamam. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Kembali Menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat]

Kabupaten Pamekasan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda kategori utama bersama 10 kabupaten/kota lainnya. Di Jawa Timur yang juga berhasil meraih penghargaan serupa adalah Sidoarjo dan Kota Kediri.

Bupati Pamekasan datang ke acara itu didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olehraga Pemkab Pamekasan Ir Muhammad dan beberapa staf organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh dalam sambutannya menyatakan, perayaan Hari Sumpah Pemuda telah berjalan sejak awal Oktober, dan pihaknya telah menggelar sejumlah acara sebelum memberikan penghargaan kepada insan muda berprestasi. [Baca Juga: Bupati Pamekasan Terima Gelar Kebangsawanan dari Kraton Surakarta]

“Kami laporkan bahwa pada kesempatan malam ini, sebagai rangkaian dari perayaan hari Sumpah Pemuda telah dimulai sejak 1 Oktober 2019, melalui peluncuran Bulan Pemuda dan berbagai kegiatan kepemudaan telah dilaksanakan,” kata Asrorun.

Beberapa kegiatan itu, di antaranya adalah Pertemuan Legenda Pemuda sebagai upaya silaturahmi, tukar pengalaman dan juga curah pendapat sebagai kepentingan kemajuan pemuda Indonesia. Kemudian Lomba Penulisan Sejarah Kepahlawanan kaum muda Indonesia, Turnamen Olahraga Pemuda dan Mahasiswa, serta Upacara Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan oleh seluruh instansi pemerintah. [Baca Juga: Santri Peraih Juara Tahfidz ASEAN Disambut di Pendopo Pamekasan]

Sebagai puncak perayaan Sumpah Pemuda, Kemenpora RI memberikan apresiasi kepada talenta-talenta muda di seluruh Indonesia, yang dikelompokkan ke empat bidang.

Penghargaan yang pertama adalah kategori Pemuda Pelopor. Anugrah Pemuda Pelopor diberikan kepada para pemuda yang menjadi pioneer dan kepeloporan di berbagai bidang. Di antaranya Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Inovasi Teknologi, Bidang Pangan, Bidang Pendidikan serta Bidang sumber daya alam (SDA), Lingkungan dan Pariwisata.

Kedua adalah kategori Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi. Jiwa kewirausahaan menjadi salah satu hal yang membangun kemandirian kita sebagai bangsa.

Secara keseluruhan, kata Asrorun, terdapat enam kategori di bidang kewirausahaan, yaitu bidang Pertanian dan Kelautan, bidang Industri Kreatif, bidang Pangan dan Kuliner, bidang Perdagangan dan Jasa, bidang Teknopreneur, serta bidang Sociopreneur. [Baca Juga: Wabup Pamekasan Minta HMI Komitmen pada Missi Perjuangan]

Kemenpora juga memberikan penghargaan kepada Pemuda Hebat, Pemuda Difabel berprestasi dan Pemuda Internasional. Tidak hanya individu, pada kategori keempat sejumlah Kota dan Kabupaten juga mendapat apresiasi atas pembangunan kegiatan kepemudaan di daerah.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia Maju Zainudin Amali yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Anugerah Kepemudaan dengan tema “Bersatu Kita Maju” tersebut memang merupakan wadah pemberian penghargaan untuk setiap figur yang memiliki prestasi di bidang-bidang tertentu.

“Sebagai apresiasi kita kepada pemuda-pemuda berprestasi jadi tahun ini kita serahkan dengan berbagai kategori, tahun depan kita akan lakukan tentu agak kita inovasi lagi seperti apa kriteria-kriteria atau kategori yang akan kita berikan agar tahun ke tahun berbeda,” Katanya. [Baca Juga: Raja’e Ingin HMI-PMII tetap Kritik Pemerintahan]

Kegiatan ini, tambah Zainuddin Amali, bisa dijadikan sebagai pemantik semangat para pemuda, sekaligus akan akan membuat pemuda bersemangat dalam meraih prestasi.

Tampak hadir pula dalam acara ini mantan Menpora Roy Suryo, bahkan ia nampak naik ke atas panggung dan memberikan penganugerahan Bidang Difabel Berprestasi.

Penghargaan Kedua
Pengarhaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda yang diterima Pemkab Pamekasan pada “Malam Anugerah Kepemudaan” tahun ini merupakan kali kedua sejak Bupati Baddrut Tamam bersama Wakilnya Raja’e memimpin Kabupaten Pamekasan.

Pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018, Pemkab Pamekasan juga meraih penghargaan serupa yang kala itu digelar di Balai Samudera, Boulevard Barat Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin (29/10/2018) malam. [Baca Juga: Pamekasan Menerima Anugerah Layak Pemuda 2018]

Bedanya, anugerah Kabupaten/Kota Layak Pamuda yang diterima Pemkab Pamekasan kala itu, kategori pratama dan anugerah itu diberikan karena Pamekasan dinilai memiliki gagasan visioner dalam hal gagasan dan program kepemudaan. Sedangkan anugerah yang diraih Pamekasan tahun 2019 ini kategori Utama. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Kembali Menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat

RAJA'E-2
Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menerima penghargaan atas keberhasilan Pemkab Pamekasan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan administrasi keuangan Pemkab Pamekasan pada tahun anggaran 2018, dari Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo.

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas capaian standar tertinggi dalam bilang laporan administrasi penggunaan anggaran APBD 2018 dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Penghargaan ini diperoleh, berkat kerja sama tim pemkab yang baik, serta komitmen yang tinggi untuk mengabdi kepada rakyat dengan cara mentaati ketentuan perundang-undangan yang ada,” kata Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, Kamis (3/10/2019).

Wabup Raja’e menerima langsung penganugerahan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo pada acara Penyerahan Piagam Penghargaan Pemerintah Republik Indonesia terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jatim tahun Anggaran 2018 yang digelar di Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Rabu (2/10/2019). [Baca Juga: Pamekasan Menerima Anugerah Kabupaten Layak Pemuda]

RAJA'E-3Penghargaan yang diterima Pemkab Pamekasan tahun ini, merupakan kali kelima dan diharapkan prestasi ini terus dipertahankan kedepan.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengaku bersyukur atas raihan opini WTP terhadap LKPD Pamekasan tahun anggaran 2018 itu.

“Berkat kerjasama seluruh pihak, serta profesionalisme kinerja seluruh elemen pemerintahan, penghargaan ini bisa diraih kembali,” katanya, menjelaskan.  [Baca Juga: MTsN 3 Kembali Harumkan Nama Pamekasan Melalui Pendidikan]

Opini WTP itu bagian dari bentuk akuntabilitas kinerja seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Pamekasan dalam mengelola keuangan daerah.

Dirinya berharap, profesionalitas kinerja, serta kerjasama seluruh elemen pemerintah terus ditingkatkan.

Selain itu, sambung dia, komitmen untuk melakukan perbaikan di seluruh sektor akan terus menjadi perioritas pembangunan daerah.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini juga mengingatkan, agar orientasi setiap penggunaan anggaran diarahkan pada “money follow program”.

“Dengan demikian, manfaat penggunaan keuangan akan betul-betul dirasakan oleh masyarakat Pamekasan secara luas,” katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

 

MTsN 3 Pamekasan Kembali Harumkan Nama Pamekasan Melalui Pendidikan

Kepala MTsN 3 Pamekasan Muhammad Holis bersama 21 guru dan tenaga kependidikan se-Indonesia yang diutus pemerintah belajar di Seoul National University korea selatan mulai 28 April hingga 05 Mei 2019.

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah melalui Kantor Kementerian Agama mengutus Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pamekasan Mohammad Holis untuk mengikuti kuliah singkat di Seoul National University korea selatan mulai 28 April hingga 05 Mei 2019.

Kepala MTsN yang sebelumnya bernama MTsN Sumber Bungur yang beralamat di Komplek Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan ini mendapat anugerah untuk belajar di luar negeri, berkat prestasinya tingkat nasional.

“Saya merupakan satu-satunya kepala MTsN di Madura yang dipercaya oleh pemerintah untuk mengikuti ‘shot course’ di Korea Selatan,” kata Holis dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Minggu (28/4/2019).

Kesempatan menimba ilmu di negeri yang terkenal dengan musik populernya, “K-Pop” ini merupakan kali kedua belajar ke luar negeri. Pada 2017 ia juga ditunjuk pemerintah mengikuti kegiatan studi visit pendidikan ke Brunai Darussalam yang diadakan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.

Di Jawa Timur, sebenarnya ada dua orang guru lagi yang ditunjuk mengikuti kegiatan itu, dari total sebanyak 21 guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah dari seluruh Indonesia dengan tujuan yang perguruan tinggi yang sama di Korea Selatan.

Khusus Mohammadi Holis, kesempatan belajar di Korea Selatan di Seoul National University tersebut, setelah ia dinobatkan sebagai juara I Kepala MTs berprestasi tingkat nasional dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Berprestasi tahun 2017 yang berlangsung di Tangerang Selatan, Banten 22-24 November 2017.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kementerian Agama RI, yang merupakan bentuk afirmasi dan penghargaan bagi GTK madrasah berprestasi dalam rangka menigkatkan, knowlage, kreativitas, skill, learning dan melihat secara langsung sistem pendidikan terbaik dunia, karena menurut catatan korea selatan telah menggeser finlandia pada tahun 2019

Sebagaimana rencana kegiatan yang disampaikan oleh pihak panitia dari Direktorat GTK Kementerian Agama, rombongan yang terdiri dari 22 GTK madrasah berprestasi (pemenang I) tahun 2017 dan 2018 se-Indonesia ini bertolak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta pada tanggal 28 April 2019, pukul 20.00 WIB menuju Incheon International Airport, Seoul, Korea Selatan.

Selama sepekan peserta akan menjalani perkuliahan singkat di SNUE dan direncanakan dibimbing sedikitnya 5 (lima) profesor ahli di bidangnya yakni (1) Prof Yu Cheol, (2) Prof Yun Ji Yoon, (3) Prof Lee Yeong Hee, (4) Prof Sin Yee Yon, (5) Prof Kim Dong Sop . Disamping itu peserta juga akan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia, dan kunjungan lapangan ke sejumlah sekolah, salah satunya adalah Seoul National University Middle School. (PAMEKASAN HEBAT)

Adipura Itu, Sasaran Antara Menuju Pamekasan Hebat

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam didampingi Wakilnya Raja’e saat menyampaikan sambutan pada acara kirab Piala Adipura yang diraih Pemkab Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan penghargaan Adipura yang diterima tahun ini bukan tujuan utama melainkan sasaran antara menuju terciptanya Pamekasan hebat, yakni Pamekasan yang Rajha, Bajhra tor Parjugha.

“Adipura bukan tujuan utama, namun hanya imbas atau semacam tujuan antara menuju tujuan utama yakni Pamekasan hebat, rajha, bajrha tor parjugha,” kata Baddrut Tamam.

Pamekasan hebat kita membutuhkan berbagai perbaikan pelayanan dari segala aspeknya, termasuk di bidang kebersihan lingkungan,” katanya. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup ini diraih Pamekasan, setelah hasil kerja keras dan ikhlas dari seluruh elemen tertakit, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait, Camat, para lurah dan kepala desa, pasukan kuning serta elemen masyarakat lainnya yang berjasa dalam penciptaan lingkungan bersih.

“Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang telah berupaya menjadikan kota Pamekasan ini sebagai kota bersih dan lingkungan sehat. Terutama kepada Dinas lingkungamn hidup dan OPD terkait lainnya, yang telah bersinergi membangun dan memenuhi persyaratan untuk diraihnaya Adipura ini,” katanya. [Baca Juga: Pamekasan Hebat, City Brand Masa Depan]

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e saat melakukan kirab Adipura

Tugas selanjutnya setelah diraihnya penghargaan ini, kata Baddrut, adalah upaya untuk mempertahankan penghargaan itu dan lebih jauh lagi menjadikan pola hidup bersih dan lingkungan sehat dan peduli lingkungan, menjadi bagian dari sikap hidup keseharian masyarakat Pamekasan.

Atas raihan ini, Pemkab Pamekasan pada 16 Januari 2019, melakukan kirap Adipura dengan keliling KOta Pamekasan dan merayakannya bersama semua elemen masyarakat, termasuk pasukan kuning di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan. [Baca Juga: Bercermin di Pasar Batik]

Kirab Piala Adipura dilakukan mulai pintu masuk Pamekasan tepatnya di depan kantor kecamatan Tlanakan. Piala Adipura diletakkan di atas mobil terbuka yang diapit oleh Bupati Badrut Tamam dan wakilnya Raja’ie. Lalu di belakangnnya diikuti oleh mobil Pj Sekdakab dan Kepala Dinas dan Pimpinan OPD terkait.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e foto bersama dengan pasukan kuning. Bupati menilai, para petugas kebersihan itu, sangat berjasa dalam mewujudkan lingkungan bersih, sehingga pada akhirnya Pemkab Pamekasan berhasil meraih Adipura.

Dari depan kantor Camat Tlanakan Piala Adipura itu lalu dibawa meluncur ke arah utara menuju kota Pamekasan. Lalu iring iringan mobil yang mengikuti kirap itu berbelok kanan menuju Jalan Niaga, lalu belok kiri di jalan Jingga dan belok kanan lagi menyusuri jalan Jokotole. Lalu belok kiri menuju Jalan Raya Sumenep. [Baca Juga: Unira Bantu Promosi Batik Pamekasan ke Mahasiswa Filipina]

Dari jalan raya Sumenep rombongan kirab berbelok kiri di Jalan Bonorogo menuju arah barat, lalu menuju jalan stadion, lalu kembali menuju jalan Jokotole dan menuju kearah barat menuju Monumen Arek Lancor. Di sana sudah menunggu para pejabat dan pimpinan OPD lain dilingkungan Pemkab Pamekasan untuk menyambut Bupati dan Wabup bersama Piala Adipura.

Di sepanjang jalan yang dilalui konvoi tampak masyarakat Pamekasan antusias menyambut kirab Adipura ini. Bahkan siswa sekolah yang kebetulan lokasinya berada di pinggir jalan yang dilalui konvoi, mereka keluar kelas memberikan sambutan atas rombongan iringan mobil kirap Piala Adipura tersebut.

Usai penyambutan di Arek Lancor kirap Piala Adipura dilanjutkan menuju arah barat ke pendopo Ronggosukowati. Disana menunggu Ketua DPRD Pamekasan dan anggota Forkopminda Pamekasan. Piala Adipura itu kemudian diserahkan oleh Bupati kepada Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin. (PAMEKASAN HEBAT)

Penghargaan Sebagai Kabupaten Peduli HAM Harus Jadi Pemacu Jadi Lebih Baik

PAMEKASAN HEBAT – Wabup Pamekasan Raja’e mewakili Bupati Baddrut Tamam menerima penghargaan Pamekasan sebagai Kabupaten Peduli Hak Azasi Manusia. Penyerahan penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Selasa (11/12/18) lalu.

Raja’e menerima penghargaan itu sekaligus mempertingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia ke-70, yang bertemakan “Sinergi Kerja Peduli Hak Asasi Manusia”.

Penghargaan ini diraih karena tingginya komitmen Pemkab Pamekasan dalam penghormatan, perlindungan serta pemenuhan Hak Asasi Manusia, sesuai dengan Permenkumham 32 Tahun 2016 tentang kriteria Daerah Kabupaten/Kota peduli HAM.

Adapun parameter penilaian kepedulian Hak Asasi Manusia meliputi, hak atas kesehatan, pendidikan, perempuan anak, kependudukan, pekerjaan, perumahan, serta hak lingkungan yang berkelanjutan.

“Prestasi ini diraih berkat peran aktif semua pihak, dan dukungan masyarakat Pamekasan,” kata Raja’e.

Sementara Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, prestasi yang diraih Pamekasan kali ini diharapkan menjadi pemicu untuk terus berbenah ke arah yang baik. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati-Wabup Apresiasi Buku Karya Anom Hamdani

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e mengapresiasi buku berjudul “Agama Semata Wayang” hasil karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani), karena buku ini dinilai akan menambah hazanah literasi budaya dan kekayaan wawasan intelektual bagi generasi masyarakat Pamekasan.

“Kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku ‘Agama Semata Wayang’ karya Mas Hamdani. Semoga bermanfaat dalam menambah khazanah literasi kebudayaan dan keislaman karya-karya putra Pamekasan. Buku ini memiliki urgensi di tengah atmosfir keberagamaan kita, sebagai angin segar dari kalangan pegiat budaya muda merespon dinamika mutakhir,” kata Baddrut Tamam.

Bupati muda ini menilai, buku yang diterbitkan oleh Yayasan “Paddhang Bulan Tacempah” yang merupakan kumpula esai bernuansa sufistik, serta kaya dengan permenungan itu, merupakan salah satu cara yang perlu dicontoh oleh kalangan generasi muda di Pamekasan dan Madura pada umumnya.

Sebab, bagi Baddrut Tamam, gagasan atau pemikiran yang dibukukan, akan memiliki nilai sejarah dibanding gagasan brilian, akan tetapi tidak terdokumentasi dengan baik.

“Sebab, dengan berbentuk buku seperti ini, maka barokah keilmuannya akan terus mengalir bagi para pembacanya,” ujar Baddrut.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menunjukkan buku berjudul “Agama Semata wayang” hasil karya Anom Handani.

Oleh karenanya, bupati yang juga penulis buku “Pesantren Nalar dan Tradisi” ini berharap, apa yang telah dilakukan Hamdani, akan menggugah kalangan generasi muda, dan para pegiat seni budaya di Pamekasan untuk menjadi pemicu pada peningkatan kapasitas intelektual dan penguatan literasi di Kabupaten Pamekasan.

“Tentunya, kedepan, masih banyak agenda-agenda yang mesti dibangun oleh pemuda. Bahu-membahu bersama membangun Pamekasan yang melek membaca perlu terus kita dorong untuk melahirkan putra-putri Pamekasan yang hebat! Sebab, ‘Generasi Hebat Lahir dari Pembaca yang Hebat,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur itu.

Hal senada jugsa disampaikan oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e. Ia mengatakan, buku merupakan pengikat ilmu pengetahuan, sehingga kapasitas intelektual seseorang sering kali diukur melalui seberapa banyak ia membaca buku.

“Selamat…! Semoga Penerbit Yayasan Paddhang Bulan Tacempah terus eksis bersama pegiat keilmuan yang lain di Pamekasan membangun budaya literasi yang sehat. Saya ucapkan selamat kepada penulis (Ahmad Kekal Hamdani), pegiat budaya muda Pamekasan yang potensial,” ucap Raja’e.

Wabup Pamekasan Raja’e membaca buku berjudul “Agama Semata Wayang” hasil karya Anom Hamdani, Plakpak, Pegantenan, Pamekasan.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini berharap, berharap upaya-upaya semacam ini terus dibangun, agar dinamika pengetahuan di Kabupaten Pamekasan terus berkembang setahap demi setahap demi Pamekasan yang hebat dan berkemajuan.

Raja’e mengatakan, dirinya bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya iklim penguatan intelektual bagi generasi muda bangsa, sebagaimana telah tertuang dalam 17 program aksi yang dicanangkan.

“Cita ideal yang kami ingin dalam mewujudkan “Pamekasan Hebat”, rajha, bajha tor parjugha ini butuh dukungan dari semua pihak. Dan sebagai kabupaten yang sejak awal fokus pada bidang pendidikan, saya kira sudah saat kita tunjukan identitas itu, dan salah satunya melalui karya nyata seperti ini,” kata mantan peraih beasiswa Super Semar di STAIN Pamekasan itu.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memang dikenal sebagai politikus muda yang memiliki komitmen pada peningkatan kapasitas intelektual dan penguatan literasi media. Mantan Ketua Umum PMII yang berpasangan dengan Ketua Umum HMI ini, bahkan memberikan contoh secara langsung tak lama setelah dilantik menjadi bupati dengan menulis artikel di salah satu media terkemu di Jawa Timur. Bahkan dalam keterangan persnya kepada wartawan, Bupati Baddrut Tamam berjanji, akan memberikan hadiah kepada mahasiswa dan pemuda yang gemar menulis karya ilmiah di media, apalagi karyanya berupa buku.

Buku karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani) berjudul “Agama Semata Wayang” ini pada tanggal 17 November 2018 lalu telah diluncurkan oleh Bengkel Sastra dan HIMA Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura dalam acara bertajuk “Pentas Musik Puisi dan Peluncuran Buku; Agama Semata Wayang” karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani).

Situs paddhangbulan.org melansir, buku “Agama Semata Wayang” merupakan ini merupakan debut buku esai Ahmad Kekal Hamdani. Sebelumnya ia juga dikenal aktif menulis puisi dan esai di berbagai media. Buku ini merupakan kumpulan esai bernuansa sufistik dan permenungan tentang seni dan kebudayaan. Namun Anom Hamdani menegaskan bahwa bukunya kali ini bukanlah kitab kebenaran, dan tak lain sekadar pengayaan dari realitas kehidupan sehari-hari sebagai pribadi, dalam bersosial maupun berbangsa.

Profil Penulis Buku Agama Semata Wayang

Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani) penulis buku “Agama Semata Wayang”

Hamdani alias Ahmad Kekal Hamdani (nama pena yang pernah dipakainya), lahir pada 5 Agustus 1987 di Jember, Jawa Timur. Pernah menempa diri di Pondok Pesantren TMI Al-Amin Prenduan (Sumenep) serta singgah di jurusan Teologi dan Filsafat, Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sejak tahun 2007 aktif menulis dan mengikuti festival-festival seni di Indonesia. Tulisan-tulisannya, baik esai, kolom dan puisi-puisinya pernah dimuat di pelbagai media massa baik cetak maupun online, antara lain: Majalah Horison, Majalah Basis, Majalah Kebudayaan: GONG, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Indopos, Balipost, Jurnal Rumah Lebah, dan lainnya. Buku puisinya yang telah terbit, antara lain Rembulan di Taman Kabaret (2009) dan Gembala Tidur (IBC, 2014).

Puisi-puisinya juga terkumpul dalam antologi bersama, antara lain: Pedas Lada Pasir Kuarsa (Temu Sastrawan Indonesia II Bangka Belitung, 2009), Musibah Gempa Padang (Kuala Lumpur, 2009), Pesta Penyair Jawa Timur (Dewan Kesenian Jawa Timur, 2010), Narasi Tembuni (KSI, 2012) Sebab Cinta (Antologi puisi terpilih ajang Lomba Cipta Puisi Jogja II, 2013), Bersepeda ke Bulan (Hari Puisi Indopos, 2013), Puisi di Jantung Taman Sari (Festival Kesenian Yogyakarta ke-26), dan lainnya.

Mengabdi di Idaroh Wustho, Lajnah Ta’lif wa An-Nasr, Jam’iyyah Ahl-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN NU), Propinsi Jawa Timur. Selain, sebagai ketua Yayasan Paddhang Bulan Tacempah, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang kajian Islam, sosial-tradisi dan budaya di Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Santri Peraih Juara Tahfidz ASEAN Disambut di Pendopo Pamekasan

PJ Sekda Pamekasan Moh Alwi menyambut santri peraih juara Tahfidz Al Quran tingkat ASEAN di Pendopo Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyambut secara khusus kedatangan santri Pondok Pesantren Banyuanyar yang meraih juara Tahfidz Al Quran tingkat ASEAN di pendopo pemkab setempat, Selasa (13/11/2018).

Penyambutan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Moh Alwi mewakili Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Afandi.

“Ini kami lakukan karena ia telah mengharumkan nama Pamekasan di tingkat ASEAN,” kata Alwi.

Alwi juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan ustaz yang telah membimbing siswa bernama Dodi Andrian Febriansyah, kelas XI SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Jurusan IPS 2 asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan itu, hingga berhasil meraih juara.

Anak dari pasangan Muhammad Anwar dan Satuni itu berhasil meraih juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) ke-4 tingkat Asean kerja sama Pesantren Darunnajah Jakarta dengan Qatar yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 9 hingga 11 November 2018.

Dodi, sebelumnya juga pernah berhasil meraih juara 1 Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Wilayah Jawa Timur yang bertempat di Pesantren Modern Al-Amanah Sidoarjo.

Pada lomba tingkat Asean itu, diikuti delegasi dari sejumlah negara, seperti Kamboja, Singapura, Myanmar, Brunai Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina dan Qatar.

Di tingkat Asean itu Dodi berhasil meraih juara 3, sedangkan juara 1 diraih oleh peserta dari Kamboja dan juara 2 diraih oleh peserta dari Banten.

Juara Tahfidz Quran kali ini menambah koleksi piala dari kategori lomba Tahfidz di SMA Tahfidz Darul Ulum. Sebelumnya utusan lembaga ini juga berhasil meraih juara tingkat nasional yang diadakan di Universitas Brawijaya Malang dan juga juara tingkat Kabupaten dalam seleksi MTQ Kabupaten Pamekasan.

Selain disambut khusus Pemkab Pamekasan, kedatangan santri peraih juara MHQ tingkat Asean itu juga disambut meriah ribuan santri di pondok pesantren itu.

“Kami berharap keberhasilan Dodi ini akan menjadi inspirasi bagi siswa dan santri lainnya di lembaga Darul Ulum, Banyuanyar ini,” ujar guru SMA Tahfidz Pamekasan Halil. (PAMEKASAN HEBAT)