Arsip Kategori: Pendidikan

Bina Semangat Kepahlawanan Pemuda Pamekasan dengan Diklat Bela Negara

PAMEKASAN HEBAT – Kodim 0826 Pamekasan, berupaya membina semangat juang dan kepahlawanan kalangan generasi muda di wilayah itu melalui kegiatan diklat bela negara yang digelar institusi itu, Sabtu (9/11/2019).

Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf M Effendi selain untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan, diklat bela negara kepada perwakilan pelajar di Pamekasan itu juga dimaksudkan untuk mengarahkan generasi muda bangsa memiliki komitmen kuat dalam ikut memperkuat bela negara.

“Jadi, kegiatan ini merupakan salah satu program dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan para pelajar sebagai generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini,” kata Dandim.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan membuka secara langsung diklat pembentukan Kader Bela Negara di Kabupaten Pamekasan yang diikuti sebanyak 100 orang pelajar dari sejumlah sekolah tingkat SMA/MA dan SMK di Pamekasan ini.

Menurut Dandim, pemuda sebagai generasi penerus bangsa, harus memiliki komitmen dan semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan yang tinggi dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Dengan demikian, sambung dia, maka momentum Hari Pahlawan kali ini merupakan momentum yang tepat dalam pelaksanaan diklat bela negara.

“Para pelajar dan generasi muda bangsa kita ini, harus memiliki kesadaran akan dirinya sendiri sebagai penerus perjuangan bangsa di masa-masa yang akan datang,” kata Dandim.

Selain itu, pihaknya berharap, materi pelatihan yang disampaikan oleh pemateri dalam diklat kali ini, nantinya bisa ditularkan kepada teman-temannya di sekolahnya masing-masing.

“Dan perlu diketahui bahwa pembinaan tentang kesadaran bela negara ini diarahkan untuk menangkal paham-paham idiologi serta budaya yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa kita,” katanya.

Pada dasarnya hakekat pembinaan kesadaran bela negara adalah upaya untuk membangun karakter anak bangsa agar memiliki jiwa nasionalisme serta ketahanan nasional demi terwujudnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, Dandim juga menjelaskan, bahwa pelatihan bela negara tersebut bukanlah militerisme, kendatipun salah satu materinya adalah pada kegiatan baris-berbaris, namun merupakan salah satu bentuk upaya untuk mengubah pola pikir, menumbuhkan sikap disiplin dan mengasah jiwa kepemimpinan.

“Untuk itu lakukan diklat ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat sesuai arahan dan petunjuk para pembina,” ujar Dandim.

Sementara itu, pada pembukaan diklat tersebut juga hadir Wakil Bupati Pamekasan Rajae, Kapolres Pamekasan AKP Teguh Wibowo, Kasdim 0826/Pamekasan Mayor Inf Imam Suyoso, Kepala Bakesbangpol Pemkab Pamekasan Imam Rifadi, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono, dan Kasi Intel Kejari Pamekasan Sutrisno. (PAMEKASAN HEBAT)

Kepemimpinan Inovatif di Era Disruptif

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menjadi dosen tamu di UGM Yogyakarta.

PAMEKASAN HEBAT – Kepemimpinan Inovatif di Era Disruptif adalah tema materi yang disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menjadi narasumber atau dosen tamu di FISIPOL UGM pada acara kuliah umum yang digelar pada 16 Mei 2019 pada mata kuliah “Kepemimpinan Sektor Publik” yang diampu oleh dosen H Suharyanto dengan tema materi yang disampaikan “Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik”.

Ada dua istilah penting yang menjadi fokus bahasan Baddrut Tamam pada kuliah umum tersebut, yakni “inovatif” dan “disruptif”. Istilah disruptif dan inovatif (disruptive innovation) ini pertama kali dicetuskan oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower pada artikel “Disruptive Technologies: Catching the Wave” di jurnal Harvard Business Review (1995). Menurut catatan wikipedia, artikel tersebut sebenarnya ditujukan untuk para eksekutif yang menentukan pendanaan dan pembelian disuatu perusahaan berkaitan dengan pendapatan perusahaan dimasa depan.

Dalam konteks ini, Inovasi disruptif (disruptive innovation) merupakan inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama. Dengan demikian, titik tekan pada dua kata tersebut, disruptif dan inovatif gampangnya adalah pada inovasi dan kemampuan merespon perubahan secara cepat dan tidak menentu, menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Di lingkup kepemimpinan institusi pemerintah, hal penting yang perlu dilakukan adalah pentingnya membentuk paradigma baru dalam pengelolaan pemerintahan, yakni paradigma dalam mengelola pemerintahan. “Birokrasi yang kaku dan terlalu formal terlalu menguntungkan pada regulasi yang top down, sudah waktunya kita ubah,” kata Baddrut, seperti yang disampaikan kepada media.

Ia menilai sejak dulu birokrasi lebih dekat dengan kesan negatif, seperti lambat dalam pelayanan, tidak kreatif dan anti inovasi. Kini, paradigma tersebut sudah tidak relevan lagi, sehingga harus menerapkan cara berpikir dan bertindak yang lebih tepat, dan ia mencontohkan seperti yang sudah banyak dilakukan oleh sejumlah organisasi swasta.

Bertindak cepat ini, hanya berpotensi dilakukan oleh badan ramping, yang dalam konteks pemerintahan ia istilahkan dengan postur birokrasi. “Postur birokrasi tidak boleh lagi gemuk, tambun dan lamban. Tetapi harus ramping, efesien dan gesit. Dalam istilah konsep kebijakan publik, muncul yang namanya ‘new public management‘,” sambung pria yang akrab disapa Ra Badrut.

Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya yang juga perlu dipahami oleh para pemimpin dan pengelola manajemen organisasi adalah tantangan kepemimpinan di era disruptif. “Prinsipnya ada banyak gaya kepemimpinan yang bisa diterapkan di era disrupsi seperti saat ini, di antaranya harus memiliki terobosan, memberikan kesempatan dan kebebasan bagi tim,” bebernya.

Bahkan dalam kesempatan itu, Badrut Tamam juga menyampaikan beberapa capaian inovasi yang dilakukan selama beberapa bulan memimpin Pamekasan. Di antaranya kesuksesannya merealisasikan Mal Pelayanan Publik (MPP), pelayanan aplikasi berbasis online, branding batik hingga program bursa inovasi desa.

Tiga Hal Penting
Terkait pola kepemimpinan inovatif di era disruptif ini, Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Dr KH Abdul Wahid Maktub dalam sebuah orasi ilmiah dalam seminar kebangsaan yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni BSI yang didukung oleh Bidang Kemahasiswaan BSI, belum lama ini mengemukakan, ada tiga poin utama untuk dapat menghadapi perubahan serta mampu bertahan di era yang serba penuh ketidak pastian ini.

Ketiga hal tersebut adalah iteration, innovation, dan disruption. Iteration dimaksudkan melakukan hal yang sama tetapi dilakukan dengan maksimal sehingga menghasilkan hasil yang baik. Selanjutnya, innovation adalah dengan melakukan perubahan serta menemukan hal yang baru, dan ketiga disruptif, yakni masyarakat harus men-disruptif diri sendiri dengan perkembangan era saat ini, sehingga mampu melakukan perubahan.

“Jika mahasiswa tidak men-disruptif dirinya sendiri dengan perubahan era saat ini, dengan mengubah diri menjadi lebih baik dan berinovasi – maka, kesempatan ini dapat menjadi hadiah bagi orang lain,” papar Maktub kata itu.

Ketiga kunci ini, lanjut Maktub, harus berimbang dengan sikap responsif dan adaptif dalam menghadapi perubahan. Selain itu juga harus memiliki kesiapan yang matang.

“Kesiapan yang paling utama adalah dengan memiliki pengetahuan. Pengetahuan yang mampu menuntun kita untuk melakukan perubahan dan berinovasi. Diimbangi dengan kejelasan tujuan, tangkas dan cepat. Selain itu, juga harus memiliki self control seperti tidak malas, dispilin, berprestasi, saling menghormati serta mampu memimpin diri sendiri apabila ingin bertahan di era disruptif,” katanya, menambahkan.

Dalam konteks lokal Pamekasan, konsep kepemimpinan inovatif-disruptif (disruptive innovation) ini bisa dilihat misalnya dari terobosan yang telah dilakukan selama ini. Antara lain pada branding batik tulis di kendaraan dinas milik Pemkab Pamekasan.

Baddrut, selaku bupati, berupaya bergerak di luar jalur kotak (out of the box), bahkan kendaraan dinas hanya sebatas penunjang kegiatan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan rutinitas organisasi, menjadi sesuai yang bernilai ekonomis, yakni media promosi usaha perajin batik tulis masyarakat. Sebuah upaya dan terobosan yang belum pernah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Demikian juga dengan keberadaan “Mall Pelayanan Publik”.

Anggaran untuk membuat program kegiatan, cenderung menjadi kendala. Tapi Bupati Baddrut Tamam mampu menyiasati itu semua, dengan sistem kerja sama dan sama kerja antarberbagai organisasi perangat daerah. “Jika hasilnya belum maksimal itu wajar, wong kita membuat ‘Mall Pelayanan Publik’ ini tanpa anggaran,” katanya dalam sebuah kesempatan. (PAMEKASAN HEBAT)

Tulisan ini telah ditayangkan di penawarta.com, dan disarikan dari kuliyah umum Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di kampus UGM, 16 Mei 2019.

Mempelajari Penerapan STEAM di Korea Selatan

Kegiatan belajar guru utusan Indonesia di Seoul National University dengan dosen pengampu Prof. Jeong Jae Yoen, pada 30 April 2019. Kepala MTsN 3 Pamekasan Muhammad Holis merupakan salah satu peserta dari kegiatan ini.

PAMEKASAN HEBAT – STEAM merupakan singkatan dari (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), yakni pola pendidikan teringratif yang diterapkan di Korea Selatan.

Pola pendidikan ini sebenarnya diawali dari sebuah pemikiran mengefektifkan keberadaan pendidikan bagi anak-anak di korea yang awalnya hanya datang ke sekolah dengan duduk, membaca, diajari oleh guru dan mendapatkan nilai yang diberikan oleh guru. Pola seperti itu, ternyata dinilai kurang memiliki makna substantif bagi sebuah pendidikan pada tahun 2006 lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, maka muncul gagasan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) tanpa art. Target yang ingin dicapai adalah bagaimana mengelola sumbar daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di korea berjalan dan seiring dengan perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0.

Berawal dari pengelola lahan pertanian yang tradisional menjadi teknologi pertanian, petani tradisional menjadi petani yang memanfaatkan teknologi pertanian, sampai pada pengelolaan pertanian yang semula tradisional menjadi ada teknologi pengelolaan pertanian, sampai akhirnya pertanian di Korea memanfaat Informasi Teknologi, SDM yang handal teknologi dan pengelolaan pertanian yang memanfaat teknologi sebagai pendorong pertanian.

Disamping itu ada riset bahwa suatu ketika nanti akan ada sekitar 70 persen pekerjaan yang sudah tidak butuh lagi tenaga manusia karena digantikan oleh mesin. Namun disisi yang lain manusia harus tetap survive untuk tidak bisa digantikan oleh mesin, sehingga membutuhkan sebuah pemikiran yang dapat membantu pemeritah agar revolusi industri 4.0 tetap berjalan dan manusia tetap bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan SDM-nya.

Agar manusia dapat bertahan dengan revolusi industri 4.0 ini, maka ada 3 (tiga) faktor yang harus dilakukan yakni merevolusi bidang pendidikan, karena pendidikan merupakan sumber dari dari penguatan sumber daya manusia yang handal.

Ketiga hal tersebut adalah: (1). Kreatifitas dan kooperatif dengan mengedepan problem solving, (2). Interconection antarsesama dan untuk semuanya, (3).Human Networking/menjaga hubungan yang baik antarsemuanya

Gambaran STEAM di Korea Selatan

Kepala MTsN 3 Pamekasan Muhammad Holis saat mempelajari tentang penerapan STEAM di dunia pendidikan di Korea Selatan.

Praktisi pendidikan korea selatan memberikan gambaran bahwa masa depan suatu bangsa akan ditentukan oleh seberapa besar nilai kreatifitas dalam mengimpikan, karena mimpi yang diangankan akan menjadi masa depan yang seharusnya dari seatu bangsa. Konsep STEAM di korea selatan setidaknya ada 3 (tiga).

Namun di korea selatan di tambah satu yakni menjadi 4 (empat), yakni (1). Kualitas jaringan/Network Quality, (2). Mutu Sosial/Sosial Quality, (3). Kualitas Keahlian /Profesional Quality, lalu (4). Kreatifitas yang Berkualitas/Creatifity Quality.

Jika pembelajaran dalam pendidikan menunjukkan sebuah kreatifitas yang tinggi maka mimpi dan cita-cita untuk menjadi bangsa dan negara yang maju akan tercapai sesuai yang diharapkan, karena pendidikan merupakan kekuatan untuk menopang sumber daya manusia yang handal.

Kreatifitas dalam pendidikan akan terjadi, apabila setidaknya diterapkan dalam dua hal yakni (1) kreatifitas dalam pembelajaran dan (2) kreatifitas dalam pengelolaan dan managejen sekolah. Dan dua hal inilah yang memberdakan antara pendidikan dulu dan sekarang di korea selatan.

Pendididkan zaman dulu hanya berkutat pada pada guru sebagai pemberi informasi dan teks book, namun saat ini sudah bergeser pada guru sebagai fasilitator yang tidak bergantung pada teks book learning dan ditambah lagi dengan creatifity learning, sehingga kunci sukses dalam STEAM dalam dunia di Korea Selatan bergantungpada adventure, emosional dan attitude dan lain-lain.

Setidaknya ada 2 (dua) hal yang bisa menjadikan STEAM dalam pendidikan itu bisa sukses yakni, Pertama, pelaku pendidikan dapat mengeksplorasi pendidikan dengan sebaik-baiknya setiap saat. Kedua, memotifasi guru dan tenaga kependidikan agar tidak berkutat pada cara-cara dan model lama yang mengedepankan teks book learning.

Ketika kreatif itu merupakan kunci utama dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, disamping beberapa hal yang dapat menjadikan guru kreatif sebagai berikut:

1).Harus memiliki insting yang kuat untuk mencari tahu tentang sesuatu yang dipelajari dan terus menggali agar apa yang dipelajari betul-betul tereksplor dengan baik kepada peserta didik.

2). Penguasaan art dan science harus seimbang, karena dua hal itu akan menopang dan memunculkan kreatifitas yang tinggi.

3).Adanya multi komunikasi/komunikasi menyeluruh, ini dianggap penting karena untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan ditentukan oelh pendidik yang menguasai dibidang sosial, teknologi, art dan sains.

4). Break out teknologi yang lama agar selalu update dalam melakukan pembelajaran dan pengelolaan di sekolah.

5). Menggabungkan dan bahkan memadukan teknologi lama dengan yang baru, agar memperoleh hasil yang karya teknologi yang inovatif

Diawali dari sebuah riset tentang pendidikan di Korea Selatan, disebutkan bahwa, pendidikan di negera ini membutuhkan kreatifitas, agar manusia tidak tergeser oleh mesin dan sejenisnya, sehingga penerapan STEAM dengan ciri kreatifitas ini menjadi keharusnya yang tidak boleh ditunda lagi.

Situasi ruang belajar di Seoul National University dengan dosen pengampu Prof. Jeong Jae Yoen.

Meskipun program ini berkiblat pada Amerika dengan STEM tanpa art, namun setidaknya Korea Selatan mencoba membangun kreatifitas dalam progran ini dan menambahkannya dengan art, dan art inilah yang membedakan dengan di STEM di Amerika. Titik tekan art dan kreatifitas inilah yang menjadi ciri yang sebenarnya keberhasilan pendidikan di korea selatan.

Dalam penerapan STEAM dalam pembelajaran tidak mengharuskan kelima hal dalam STEAM itu dilakukan setiap pembelajaran, namun bisa saja hanya ada sains dan matematika atau engenering dan teknologi atau bahkan art saja, agar apa yang dilakukan guru dalam pembelajaran optimal dan nampak kreatifitasnya dalam pembelajaran, karena belajar di korea selatan itu adalah bekerja sama dan bersenang-senang, tidak pada teks book saja.

Di bawah ini digambarkan frame work STEAM dalam pembelajaran sebagai berikut:

Berangkat frame work STEAM diatas akan menculkan (1) rasa ingin tahu terhadap satu masalah (penasaran) dalam pembelajaran, (2) ketertarikan untuk melakukan pembelajaran dan belajar dengan baik dan ke-(3) akan dapat menyelesaikan permasalah yang terjadi.

Dari ketiga hal tadi itulah sebenarnya kreatifitas, sehingga kesimpulannya STEAM itu bisa sukses apabila ada kreatifitas.

Dampak STEAM
Setiap program yang dilakukan dalam skala besar apalagi disebuah negara akan berdampak pada berubahan yang signifikan dan dapat merevolusi dunia pendidikan secara menyeluruh, namun demikian dapaknya juga harus menjadi perhatian karena bisa saja baik dan bisa saja tidak baik dimana kedua-duanya harus dikelola dengan baik.

Adapun STEAM di Korea Selatan dapat berdampak sebagai berikut:
a. Bagi Siswa hasil riset; (1). Anak-anak lebih tertarik dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah. (2).Lebih efektif bagi anak-anak, guru, dan sekolah. (3). Stakehorder dan orang tua puas dengan sistem pendidikan, (4). Anak-anak akan tertarik untuk belakar sains karena pembelajaran yang kreatif. (5), Anak-anak dituntut untuk belajar dan berfikir kreatif.

b. Bagi Guru; (1). Harus menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk pembelajaran, (2), Tugas guru dalam pembelajaran akan lebih berat, (3), Lebih efektif karena guru hanya sebagai fasilitator, (4), Guru akan tertantang untuk berfikir kritis dan kreatif, jika tidak maka akan ditinggalkan oleh siswa

Kapan STEAM dilakukan Di Korea Selatan
STEAM dikorea selatan dilakukan dengan beberapa tahap, tahap I, 2006-2010 bagi sekolah yang memiliki talent khusus (sekolah khusus/piloting), tahap II, 2011-2015 diterapkan secara keseluruhan disemua jenjang pendidikan di korea selatan, tahan III, memasukkan dalam kuriulum dan dilaksanakn pada free semester.

Menyiapkan MAKER
Ciri khas di Korea Selatan adalah adanya MAKER (orang yang menjalan STEAM disebut MAKER).

MAKER memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan kepercayaan diri untuk menuangkan ide dan gagasan terbaru agar hasilnya bisa di apresiasi oleh orang lain, karena maker tidak terbatas oleh waktu, tempat, buku dan bahkan kesempatan akan tetapi bebas melakukan kreatifitas dan aktifitas, karena ide kreatif MAKER dalam kebebasan berekspresi itulah yang membedakan dengan mesin, sehingga STEAM ini dianggap mampu memberikan jawaban terhadap posisi manusia pada revolusi industri 4.0 dan 5.0. (PAMEKASAN HEBAT)

Oleh Muhammad Holis. Tulisan ini dirangkum dari Materi 2 SNU (Seoul National University) dengan dosen pengampu Prof. Jeong Jae Yoen, pada 30 April 2019. Tulisan ini telah dipublikasikan di situs penawarta.com pada 6 April 2019.

Menuju Keluarga Hebat Ala Islam, Lakukan Tujuh Langkah Ini

Mohammad Hafid*

PAMEKASAN HEBAT – Banyak pasangan suami-istri yang mengimpikan kelurganya menjadi keluarga yang ideal. Pasalnya, bagi mereka keluarga ideal merupakan cerminan dari kesuksesan dalam menata dan merawat keluarga. Namun dibalik impiannya, mereka masih belum banyak mengerti maksud, serta makna keluarga ideal dalam Islam.

Keluarga ideal dalam Islam dapat juga dikatakan sebagai keluarga yang saleh. Didalamnya tertanam nilai-nilai yang ditargetkan oleh Islam yang meliputi ketenangan, mawaddah dan rahmah, sebagaimana disinyalir dalam al-Qur’an surah al-Rum ayat 21 berikut:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”

Kemudian hubungan antara suami-istri didalamnya digambarkan oleh Allah SWT sebagai selimut atau pakaian yang memiliki konotasi makna menjaga, menutup, hiasan, mendekatkan dan menempelkan sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 187 berikut:

“هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”

“Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”.

Hanya saja dalam peroses perjalanannya, mewujudkan keluarga yang ideal serta saleh dengan target serta gambaran yang telah digariskan oleh Islam diatas tidak semudah membayangkannya. Perlu usaha yang istiqamah, tekad yang kuat serta kesabaran yang luas untuk bisa mewujudkannya.

Maka dari itu sangat penting mengetahui langkah-langkah membentuk keluarga ideal yang ditwarkan Islam guna bisa sampai pada target dan tujuan sebagaimana dijelaskan diatas. Langkah-langkah tersebut diungkapkan oleh Prof Dr Yusuf al-Qardhawi dalam Bukunya Al-khashaish al-Ammah Fi al-Islam sebagaimana berikut:

1. Menjunjung tinggi prinsip saling pengertian dan saling ridha, karena pergaulan dalam sebuah keluarga tidak selalu putih. Ada hitam datang sebagai bumbu penyedap perjalannya. Karena didalamnya kumpulan minimalnya dua orang yang pastinya tidak satu rasa, tidak satu nalar serta perbedaan-perbedaan lainnya. Akan tetapi jika didalamnya terdapat prinsip saling mengerti dan saling merelakan tentunya perbedaan-perbedaan yang ada menjadi keindahan bukan tekanan.

2. Selalu menjaga interaksi yang baik (al-mu’asyarah bil ma’ruf).
Langkah kedua ini semestinya akan mengikuti langkah pertama. Suami akan pekan terhadap istri serta anak-anaknya disaat mengalami kegelisahan dan kehancuran dan begitu juga istri, akan menggunakan jurus perasaannya untuk lebih dalam melihat keberadan suami sehingga akan lahir sebuah interaksi yang baik antar satu dengan yang lainnya.

3. Menjaga hak dan kewajiban antar keduanya dengan baik.
Dalam hubungan keluarga ada hak dan kewajban yang harus dijaga dengan baik sekalipun disesuaikan dengan kemampuan keduanya. Hak bagi istri merupakan kewajiban bagi suami begitupun sebaliknya, hak bagi suami menjadi sesuatu yang diwajibkan bagi istri untuk selalu dijaga dengan baik.

4. Suami harus jadi pembimbing serta bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas keluarga.
Seorang suami sebagaimana diungkapkan oleh Allah sebagai pemimpin keluarga harus betul-betul membimbing dan bertanggung jawab atas segala macam kewajiban serta perintah Allah SWT demi terciptanya stabilitas keluarga. Beban suami sebagai pemimpi memang tidak mudah tapi Allah sudah menanamkan potensi al-qawwamah (sifat-sifat kepemimpinan) didalam dirinya untuk dijadikan modal utama.

5. Istri harus menjadi surga bagi suami dan anak-anaknya.
Seorang istri memang tugas utamanya adalah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah mulai dari yang berbau fisik hingga ke hal-hal yang berbau psikis. Hal ini sebagai penenang dan penyejuk bagi suami yang sudah seharian berkelana mencari sesuap nasi. Begitupun terhadap anak-anaknya. Seorang ibu yang disinyalir oleh Rasulullah sebagai sekolah pertama maka jadikanlah ia sebagai surga.

6. Suami istri harus selalu memantau serta menjaga anak-anaknya dengan bijaksana.
Kewajiban dari seorang ayah dan ibu terhadap anaknya-anaknya adalah menjaga dan mengayomi sebaik mungkin. Mereka tidak boleh ditelantarkan hingga merasa tidak punya orang tua. Mereka tidak boleh dibiarkan bodoh dan bebas keluyuran kemana sehingga menjadi anak yang tidak baik serta taat.

7. Anak-anak harus menjadi anak yang patuh dan taat pada orang tuanya.
Orang tua berkewajiban berusaha semaksimal mungkin agar anak-anaknya menjadi anak yang patuh dan taat dengan cara penanaman nilai-nilai ke-islam-an, keabaikan, ketulusan, kelembutan serta nilai-nilai baik lainnya sehingga anak-anaknya kelak mengerti akan kewajiban-kewajjbannya yang salah satunya patuh terhadap, kedua orang tua.

Dari ketujuh langkah diatas jelaslah bahwa membentuk keluarga yang ideal tidak butuh perjuangan yang berkesinambungan disamping juga harus pasrah secara total pada Allah SWT. Pasrah disini bukan berarti melepaskan kendali perjuangan akan tetapi setiap perjuangan yang diusahakan harus ada Allah disitu. Wallahu A’lam. (PAMEKASAN HEBAT)

*Penulis lulusan Universitas Al-Ahgaff Yaman, asal Desa Akkor, Kecamatan Palengaan Pamekasan, Jawa Timur dan hingga saat ini aktif sebagai tenaga pendidik di salah satu pesantren di Madura. Penulis kini juga tercatat sebagai mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Sunan Giri Surabaya.

Pamekasan Hebat Fasilitasi Ulama Berdakwah Melalui Tulisan

Ulama perwakilan ormas Islam di Kabupaten Pamekasan saat menyampaikan dukungan terhadap Bupati Baddrut Tamam atas penutupan tempat karaoke di wilayah itu.

PAMEKASAN HEBAT – Kelompok Informasi Masyarakat Pamekasan Hebat memfasilitasi para dai dan ulama berdakwah melalui media dalam bentuk tulisan berupa artikel dan opini di blog pamekasanhebat.com.

“Ayo Berdakwah Melalui Tulisan”. Demikian ajakan yang diposting di funpage facebook “Pamekasan Hebat”.

Ada beberapa hal yang menjadi ketentuan kelompok informasi masyarakat ini terkait dengan tema tulisan. Masing-masing 1). Kesra dan Layanan Publik, 2). Pendidikan, dan Kesehatan, serta 3). Kewirausahaan. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e dan Ketua Aliansi Ulama Madura (AUMA) di sela-sela acara silaturrahmi di ruang peringgitan Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan.

Ketentuan Tulisan meliputi, 1). Tulisan minimal 700 kata, maksimal 1.000 kata, dan mengacu kepada kaidah penulisan dalam ejaan yang disempurnakan (bahasa yang baik dan benar),

2). Tulisan berupa gagasan atau pemikiran cerdas tentang cita ideal Pamekasan Hebat dan memperhatian IN dan 3E (Nasionalism, Educating, Empowerment, dan Enlightening).

3). Kritik harus disetai tawaran pemikiran solutif dan mengutamakan hal-hal aktual yang sedang berkembang di media saat ini, tentang Pamekasan dan tidak memojokkan salah satu pihak manapun. (diskriptif, analitis dan solutif). [Baca Juga: Bercermin di Pasar Batik]

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama pimpinan Majelis Pemuda Bershalawat dalam sebuah acara.

4). Tulisan yang dianggap layak akan dimuat di website pamekasanhebat.com pada menu SPEKTRUM dan wujud partisipasi aktif, penulis dalam ikut memberikan kontribusi pemikiran positif membangun Pamekasan lebih baik.

5). Tulisan hendaknya disertai foto minimal 2 lembar, yakni foto penulis, dan foto pendukung sesuai tema tulis (1200×700/ landscap) dan tulisan dikirim ke alamat email pamekasanhebat612@gmail.com, disertai nomor kontak (handphone) penulis. [Baca Juga: Unira Bantu Promosi Batik Pamekasan ke Mahasiswa Filipina]

Bupati Pamekasan bersama salah seorang tokoh ulama Pamekasan dalam sebuah kesempatan.

Kelompok Informasi Masyarakat Pamekasan Hebat dengan lama blog pamekasanhebat.com ini juga menjelaskan, bahwa ajakan berdakwah melalui tulisan itu, juga sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan peran aktif warganet dan masyarakat Pamekasan melalui jalur ilmiah dengan isi tulisan yang kreatif, inovatif, kritik dengan solusi, dan ini juga sebagai implementasi dari praktik jurnalisme warga (citizen jurnalism).

Selain itu, cara ini juga dianggap sebagai cara efektif untuk memanfaatkan kemajuan teknologi di era milenial, dengan memanfaatkan akses internet kearah yang positif, yakni berdakwah melalui tulisan. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati-Wabup Apresiasi Buku Karya Anom Hamdani

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e mengapresiasi buku berjudul “Agama Semata Wayang” hasil karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani), karena buku ini dinilai akan menambah hazanah literasi budaya dan kekayaan wawasan intelektual bagi generasi masyarakat Pamekasan.

“Kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku ‘Agama Semata Wayang’ karya Mas Hamdani. Semoga bermanfaat dalam menambah khazanah literasi kebudayaan dan keislaman karya-karya putra Pamekasan. Buku ini memiliki urgensi di tengah atmosfir keberagamaan kita, sebagai angin segar dari kalangan pegiat budaya muda merespon dinamika mutakhir,” kata Baddrut Tamam.

Bupati muda ini menilai, buku yang diterbitkan oleh Yayasan “Paddhang Bulan Tacempah” yang merupakan kumpula esai bernuansa sufistik, serta kaya dengan permenungan itu, merupakan salah satu cara yang perlu dicontoh oleh kalangan generasi muda di Pamekasan dan Madura pada umumnya.

Sebab, bagi Baddrut Tamam, gagasan atau pemikiran yang dibukukan, akan memiliki nilai sejarah dibanding gagasan brilian, akan tetapi tidak terdokumentasi dengan baik.

“Sebab, dengan berbentuk buku seperti ini, maka barokah keilmuannya akan terus mengalir bagi para pembacanya,” ujar Baddrut.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menunjukkan buku berjudul “Agama Semata wayang” hasil karya Anom Handani.

Oleh karenanya, bupati yang juga penulis buku “Pesantren Nalar dan Tradisi” ini berharap, apa yang telah dilakukan Hamdani, akan menggugah kalangan generasi muda, dan para pegiat seni budaya di Pamekasan untuk menjadi pemicu pada peningkatan kapasitas intelektual dan penguatan literasi di Kabupaten Pamekasan.

“Tentunya, kedepan, masih banyak agenda-agenda yang mesti dibangun oleh pemuda. Bahu-membahu bersama membangun Pamekasan yang melek membaca perlu terus kita dorong untuk melahirkan putra-putri Pamekasan yang hebat! Sebab, ‘Generasi Hebat Lahir dari Pembaca yang Hebat,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur itu.

Hal senada jugsa disampaikan oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e. Ia mengatakan, buku merupakan pengikat ilmu pengetahuan, sehingga kapasitas intelektual seseorang sering kali diukur melalui seberapa banyak ia membaca buku.

“Selamat…! Semoga Penerbit Yayasan Paddhang Bulan Tacempah terus eksis bersama pegiat keilmuan yang lain di Pamekasan membangun budaya literasi yang sehat. Saya ucapkan selamat kepada penulis (Ahmad Kekal Hamdani), pegiat budaya muda Pamekasan yang potensial,” ucap Raja’e.

Wabup Pamekasan Raja’e membaca buku berjudul “Agama Semata Wayang” hasil karya Anom Hamdani, Plakpak, Pegantenan, Pamekasan.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini berharap, berharap upaya-upaya semacam ini terus dibangun, agar dinamika pengetahuan di Kabupaten Pamekasan terus berkembang setahap demi setahap demi Pamekasan yang hebat dan berkemajuan.

Raja’e mengatakan, dirinya bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya iklim penguatan intelektual bagi generasi muda bangsa, sebagaimana telah tertuang dalam 17 program aksi yang dicanangkan.

“Cita ideal yang kami ingin dalam mewujudkan “Pamekasan Hebat”, rajha, bajha tor parjugha ini butuh dukungan dari semua pihak. Dan sebagai kabupaten yang sejak awal fokus pada bidang pendidikan, saya kira sudah saat kita tunjukan identitas itu, dan salah satunya melalui karya nyata seperti ini,” kata mantan peraih beasiswa Super Semar di STAIN Pamekasan itu.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memang dikenal sebagai politikus muda yang memiliki komitmen pada peningkatan kapasitas intelektual dan penguatan literasi media. Mantan Ketua Umum PMII yang berpasangan dengan Ketua Umum HMI ini, bahkan memberikan contoh secara langsung tak lama setelah dilantik menjadi bupati dengan menulis artikel di salah satu media terkemu di Jawa Timur. Bahkan dalam keterangan persnya kepada wartawan, Bupati Baddrut Tamam berjanji, akan memberikan hadiah kepada mahasiswa dan pemuda yang gemar menulis karya ilmiah di media, apalagi karyanya berupa buku.

Buku karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani) berjudul “Agama Semata Wayang” ini pada tanggal 17 November 2018 lalu telah diluncurkan oleh Bengkel Sastra dan HIMA Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura dalam acara bertajuk “Pentas Musik Puisi dan Peluncuran Buku; Agama Semata Wayang” karya Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani).

Situs paddhangbulan.org melansir, buku “Agama Semata Wayang” merupakan ini merupakan debut buku esai Ahmad Kekal Hamdani. Sebelumnya ia juga dikenal aktif menulis puisi dan esai di berbagai media. Buku ini merupakan kumpulan esai bernuansa sufistik dan permenungan tentang seni dan kebudayaan. Namun Anom Hamdani menegaskan bahwa bukunya kali ini bukanlah kitab kebenaran, dan tak lain sekadar pengayaan dari realitas kehidupan sehari-hari sebagai pribadi, dalam bersosial maupun berbangsa.

Profil Penulis Buku Agama Semata Wayang

Ahmad Kekal Hamdani (Anom Hamdani) penulis buku “Agama Semata Wayang”

Hamdani alias Ahmad Kekal Hamdani (nama pena yang pernah dipakainya), lahir pada 5 Agustus 1987 di Jember, Jawa Timur. Pernah menempa diri di Pondok Pesantren TMI Al-Amin Prenduan (Sumenep) serta singgah di jurusan Teologi dan Filsafat, Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sejak tahun 2007 aktif menulis dan mengikuti festival-festival seni di Indonesia. Tulisan-tulisannya, baik esai, kolom dan puisi-puisinya pernah dimuat di pelbagai media massa baik cetak maupun online, antara lain: Majalah Horison, Majalah Basis, Majalah Kebudayaan: GONG, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Padang Ekspres, Indopos, Balipost, Jurnal Rumah Lebah, dan lainnya. Buku puisinya yang telah terbit, antara lain Rembulan di Taman Kabaret (2009) dan Gembala Tidur (IBC, 2014).

Puisi-puisinya juga terkumpul dalam antologi bersama, antara lain: Pedas Lada Pasir Kuarsa (Temu Sastrawan Indonesia II Bangka Belitung, 2009), Musibah Gempa Padang (Kuala Lumpur, 2009), Pesta Penyair Jawa Timur (Dewan Kesenian Jawa Timur, 2010), Narasi Tembuni (KSI, 2012) Sebab Cinta (Antologi puisi terpilih ajang Lomba Cipta Puisi Jogja II, 2013), Bersepeda ke Bulan (Hari Puisi Indopos, 2013), Puisi di Jantung Taman Sari (Festival Kesenian Yogyakarta ke-26), dan lainnya.

Mengabdi di Idaroh Wustho, Lajnah Ta’lif wa An-Nasr, Jam’iyyah Ahl-Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN NU), Propinsi Jawa Timur. Selain, sebagai ketua Yayasan Paddhang Bulan Tacempah, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang kajian Islam, sosial-tradisi dan budaya di Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Lima Santri Pamekasan Lolos Final Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional

PAMEKASAN HEBAT – Usai sukses menjadi juara Musabaqoh Kitab Kuning 2018 Zona Madura, 5 santri asal Pamekasan Jawa Timur akan mengikuti final lomba Musabaqoh Kitab Kuning tingkat nasional, Kamis-Jumat (29-30/11), di Kantor DPP PKB Jakarta.

Mereka dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada hari Rabu (28/11). Zahratut Toyyibah, salah satu yang sukses menjuarai Musabaqoh Kitab Kuning kategori Qiroatul Kutub Fathul Qorib (Putri) itu mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi bagian kesuksesannya menuju final Musabaqoh Kitab Kuning 2018.

“Terima kasih kepada keluarga besar Ponpes Al-Falah beserta seluruh Dewan Asatidz wabil khusus ketua Umum Ponpes Al-Falah. Tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada ketua DPC PKB Pamekasan (Ra Ali Wafa Subki) yang sudah mengadakan lomba baca kitab kuning ini,” ucap santri asal Pondok Pesantren Al Falah Sumber Baru, Dempo Barat, Pasean, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, ia tidak akan meraih prestasi seperti ini tanpa campur tangan dari mereka. “Sehingga hari ini saya juara 1 Musabaqoh Kitab Kuning, dan insya Allah akan menuju tingkat nasional di Jakarta,” tutur santri yang akrab dipanggil “iib” tersebut.

Ia juga memohon doa dan dukungan dari masyarakat Pamekasan, agar bisa mengharumkan nama baik Pondok Pesantren Al Falah dan Kabupaten Pamekasan di kancah nasional.

“Sebagai upaya untuk menjadi sang juara di tingkat nasional, maka saya perlu dukungan dan doa dari masyarakat Pamekasan, khususnya Dewan Asatidz Ponpes Al Falah. Semoga saya selalu diberi kesehatan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, agar dalam perlombaan nanti saya bisa membaca kitab kuning dengan baik dan bisa menjawab pertanyaan dari dewan juri,” pungkasnya.

Berikut 5 santri asal Pamekasan yang akan menuju final Musabaqoh Kitab Kuning 2018:

1). Hifdzun Nadhom Alfiya Ibnu Malik (Putra) – Mahrus Ali (PP. Mambaul Ulum Bata-Bata)

2). Hifdzun Nadhom Alfiya Ibnu Malik (Putri) – Imroatus Sholihah ( PP. Mambaul Bata-Bata)

3). Qiroatul Kutub Fathul Qorib (Putri) – Zahratut Toyyibah (PP. Alfalah Dempo Barat)

4). Qiroatul Kutub Ihya’ Ulumuddin (Putra) – Abd. Wadud (PP. Mambaul Ulum Bata-Bata)

5). Qiroatul Kutub Ihya’ Ulumuddin (Putri) – Alimatuz Z ( PP. Mambaul Ulum Bata-Bata) (MEDIAJATIM.COM)

Wabup Raja’e Ingin Mahasiswa Jadi Garda Depan Berantas Narkoba

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e saat makan di warung nasi jagung Sederhana di Jalan Pintu Gerbang, Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menginginkan agar pemuda dan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam ikut memberantas peredaran narkoba di wilayah itu.

Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pamekasan (BNNK) Pamekasan ini menyatakan, peran dan keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam memerangi peredaran narkoba yang kian marak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Pamekasan sangat diharapkan.

“Masa depan bangsa ini berada di tangan pemuda. Maka pemuda yang menjadi harapan masa depan adalah pemuda yang bisa membela kepentingan kemanusiaan dan semangat dalam memberantas kebatilan,” ujar wabup saat menghadiri acara Orasi Kepemudaan tentang Bahaya Narkoba yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira Pamekasan di aula kampus itu, Senin (26/11/2018).

Wabup Pamekasan Raja’e saat menghadiri Orasi Kepemudaan tentang Bahaya Narkoba yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira Pamekasan, Senin (26/11/2018)

Sebagai kelompok elit intelektual, sambung mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu,  mahasiswa mempunyai wawasan dan cara pandang yang lebih baik dibanding masyarakat kebanyakan. Dengan demikian, mereka akan sangat bagus, apabila aktif dan terlibat langsung dalam ikut memberantas peredaran barang haram tersebut.

Wabup yang juga Ketua BNNK Pamekasan ini menjelaskan, untuk memberantas peredaran narkoba tidak bisa hanya diserahkan ke pemerintah dan aparat penegak hukum, karena persoalan narkoba adalah persoalan yang sangat kompleks.

“Karena pengedar narkoba mempunyai sejuta cara untuk meloloskan barang dagangannya, dan jenis peredaran narkoba, biasanya menggunakan sistem terputus,” ujar wabup.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e dalam sebuah acara.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa (Presma) Unira Muhlas menyatakan, dirinya berkomitmen untuk membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di bumi Gerbang Salam itu.

“Kami sepakat memerangi peredaran narkoba, tidak ada alasan barang haram yang merusak masa depan generasi bangsa ini bisa beredar luas di Pamekasan ini,” ujar Muhlas.

Oleh karenanya, ia menggugah kepada hadirin yang mengikuti kegiatan yang digelar di Aula Unira itu, agar sebagai generasi bangsa memiliki kewajiban untuk menyosialisasikan dan mengampanyekan bahaya-bahaya narkoba. Apalagi, narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan hingga kematian.

“Selain itu, Narkoba juga mengancam kehidupan keluarga kita, kita sebagai kaum terdidik harus ikut serta menyelamatkan hal itu,” ujar aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan itu.

Muhlas mengakui, peredaran narkoba kini tidak hanya pada masyarakat umum saja, akan tetapi sudah mulai merambah ke perguruan tinggi. Pengedar sangat lihai dalam membidik calon konsumennya, yakni dengan cara memberikan secara cuma-cuma.

“Maka dari itu, saya minta mahasiswa sepakat memerangi narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa ini,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis aparat Polres Pamekasan, selama tahun 2017, sebanyak 47 kasus narkoba berhasil diungkap instisuti penegak hukum itu.

Menurut Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, dari 47 kasus tersebut, sebanyak 59 orang ditangkap, dan mereka terdiri dari pengedar dan dan pemakai narkoba.

Selama 2017, polisi juga berhasil menyita barang bukti sebanyak 151.01 gram narkoba jenis sabu-sabu, 40 butir pil koplo, 10 butir pil doble L dan 6,99 gram ganja kering.

Dari 59 tersangka itu, 57 berjenis kelampin pria dan dua tersangka berjenis kelamin wanita. Perinciannya, pengedar narkoba sebanyak 29 orang, dan pengguna sebanyak 30 orang.

Diantara ke-57 orang tersangka yang ditangkap petugas itu, sebagian diantara bahkan ada yang masih berusia 15 tahun dan kebanyakan para pengguna barang haram tersebut masih usia produkstif, yakni antara 25 hingga 50 tahun.

Data Polres Pamekasan menyebutkan, peredaran narkoba ternyata bukan hanya di tempat terbuka, akan tetapi tempat yang sangat tertutup seperti lembaga pengasyarakatan juga ditemukan peredaran narkoba.

“Untuk itulah, maka komitmen baik kita harus kita giatkan dan menyatakan perang terhadap peredaran narkoba ini,” ujar kapolres. (PAMEKASAN HEMAT)

Pemkab Pamekasan Akan Beri Beasiswa Santri Penghafal Al Quran

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bershalawat bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq yang digelar masyarakat Larangan Badung dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, pemkab telah merancang kebijakan akan memberikan beasiswa kepada santri penghafal Al Quran, sebagai bentuk kepedulian dalam mewujudkan tatanan masyarakat Qur’ani di wilayah itu.

Selain beasiswa bagi penghafal Al Quran, pemkab juga mulai merancang bantuan beasiswa bagi santri berprestasi.

“Tahun ini kita lounching beasiswa santri dan tahun berikutnya kita tambah lagi,” kata Baddrut Tamam saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di yang digelar masyarakat Desa Larangan Badung, Pamekasan, bersama bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq, Selasa (20/11/2018) malam.

Beasiswa bagi santri berprestasi ini, menurutnya merupakan satu dari 17 program aksi yang dijanjikan, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 27 Juni 2018.

Sedangkan, beasiswa untuk penghafal Al Quran, menurutnya akan dimulai pada tahun anggaran 2019.

Beasiswa bagi penghafal Al Quran ini sebagai upaya untuk mendorong penguatan pendidikan masyarakat Qurani di kabupaten yang memfokuskan pembangunan pada Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

Kebijakan lainnya yang sedang menjadi perhatian pemkab menurut bupati adalah mendorong terwujudnya tradisi bershalawat bagi masyarakat dan kalangan pemuda di Pamekasan, sehingga kegiatan seperti itu semakin sering digelar.

“Kami menginginkan Pamekasan bershalawat menjadi akhlaq aparatur sipil dan ahlak masyarakat Pamekasan,” ucap Baddrut.

Bupati berharap, rencana yang akan dikerjakan itu nantinya bisa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat Pamekasan.

“Semoga di bulan-bulan yang akan datang Majelis Pemuda Bershalawat bisa hadir di Pendopo Pamekasan dan bershalawat bersama masyarakat Pamekasan,” katanya. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Ajak Civitas Akademika STIEBA Dukung Program Pamekasan Hebat

Dosen STIEBA Pamekasan Akhmad Fawaid menyerahkan bingkisan hasil kerajinan industri rumah tangga kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak semua civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa (STIEBA) mendukung program “Pamekasan Hebat” yang kini tengah dicanangkan Pemkab Pamekasan.

“Pamekasan Hebat ini merupakan cita ideal yang hendak kami wujudkan bersama Pak Raja’e, dan tentunya butuh dukungan dari semua pihak,” kata Baddrut dalam acara silaturrahmi dengan di ruang peringgitan Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, Rabu (14/11/2018) malam.

Bupati mengatakan, guna mensukseskan berbagai jenis program yang kini dicanangkan Pemkab Pamekasan itu, dukungan dari semua pihak, termasuk dari unsur Perguruan Tinggi sangat ia harapkan.

Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) sebagai bagian dari semangat untuk membangun tata kelola pemerintah yang baik, bersih, dan bermartabat, berlandaskan nilai-nilai moral Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui landasan ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal.

Dalam kesempatan itu, Baddrut Tamam juga menjelaskan mengenai sejumlah program yang menjadi perioritas pembangunan di Kabupaten Pamekasan untuk lima tahun kedepan. Antara lain, tentang perluasan penciptaan lapangan kerja, serta upaya menumbuhkan ekonomi kreatif, beasiswa bagi siswa berprestasi dan program inovatif desa, serta peningkatan layanan publik.(PAMEKASAN HEBAT)