Arsip Kategori: Lifestyle

Bupati Pamekasan Terima Gelar Kehormatan dari Karaton Amarta Bumi

Prosesi penganugerahan gelar sebagai “Kanjeng Raden Haryo Baddrut Tamam Adi Ningrat” kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Karaton Kawitan Amarta Bumi, di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019).

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mendapatkan penghargaan gelar kehormatan sebagai “Kanjeng Raden Haryo Baddrut Tamam Adi Ningrat” dari Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi, Sri Anglung Prabu Punta Djojonagoro Cakrabuana Girinata, Sabtu (23/3/2019).

Penghargaan itu diserahkan oleh Sri Anglung Prabu pada acara Pengetan Abhiseka di Karaton Kawitan Amarta Bumi di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

“Bupati Pamekasan mendapatkan anugerah gelar ini, berkat komitmennya dalam ikut melestarikan seni budaya tradisional Pamekasan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pemkab Pamekasan Akhmad Sjaifuddin di Pamekasan, Minggu (24/3/2019).

Penghargaan ini, sambung dia yang saat itu mendampingi Bupati Baddrut Tamam di acara penganugerahan di Karaton Kawitan Amarta Bumi itu, sebagai tindak lanjut dari penyerahan pin emas oleh Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi kepada Bupati Baddrut Tamam pada acara malam “Malam Kemilau Madura 2018” di Pamekasan.

Saat itu, perwakilan raja-raja Nusantara, termasuk Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi diundang ke Pamekasan untuk menyaksikan malam pertunjukan seni budaya Madura yang dikemas dalam tema “Malam Kemilau Madura 2018”.

Raja Amarta Bumi merasa terkesan dengan program Bupati Baddrut Tamam dalam ikut melestarikan seni budaya tradisional, sehingga ia lalu mengundang yang bersangkutan untuk menerima anugerah tersebut.

Foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama tamu undangan dan utusan raja-raja Nusantara di Karaton Kawitan Amarta Bumi.

Pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh raja-raja dari seluruh Nusantara, termasuk keluarga raja Pamekasan, Raden Panji KH Toriq Sya’rani serta tamu undangan dari sejumlah negara sahabat.

Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi, Sri Anglung Prabu Punta Djojonagoro Cakrabuana Girinata adalah Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Adipati Hari Djojonagoro yang dinobatkan oleh keluarga karaton itu di Pendapa Saridin, Karaton Kawitan Amarta Bumi yang terletak di Jalan Sunan Katon, Sekatul, Desa Margosari, Limbangan, Kendal, Jawa Tengah.

Prosesi penganugerahan gelar “Kanjeng Raden Haryo Baddrut Tamam Adi Ningrat” kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Karaton Kawitan Amarta Bumi, di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019).

Nama Saridin ini mengacu pada tokoh yang hidup pada masa Sultan Agung Anyokrokusumo, Raja Mataram yang memimpin pada tahun 1613 hingga 1645. Nama Saridin atau Syekh Jangkung sangat dikenal oleh masyarakat Pati dan daerah lainnya di Pantura Timur Jawa Tengah. Saridin menjadi tokoh ikonik yang melegenda karena kesaktiannya.

Berdasarkan catatan Kampoeng Djowo Sekatul, rumah Joglo Saridin di tanah Sekatul diawali dengan sebuah wangsit yang didapat oleh Kanjeng Pangeran Adipati Haryo Herry Djojonegoro. Rumah Joglo Saridin merupakan rumah milik Retno Jenoli, kakak dari Sultan Agung Anyokrokusumo, yang menjadi istri Syekh Jangkung (Saridin), juga merupakan sebuah hadiah sayembara yang dimenangkan oleh Saridin.

Saridin juga merupakan murid kesayangan dari Sunan Kalijaga, kemudian oleh Saridin rumah Joglo dibawa ke Kabupaten Pati.

Pada tahun 2009 Herry Djojonegoro menemukannya dalam kondisi lengkap, dan dibawa ke Sekatul untuk dilestarikan. Joglo Saridin ini memiliki 2 massa bangunan, yakni Omah Lanang dan Omah Wedok. Omah Lanang difungsikan sebagai pendapa dan Omah Wedok sebagai tempat duduk kerajaan atau pertemuan khusus raja-raja, terletak di belakang omah lanang.

Karaton Kawitan Amarta Bumi ini merupakan karaton yang peduli pada pelestarian seni budaya nusantara, dan setiap tahun menggelar “Abhiseka” di Pendopo Saridin itu.

“Abhiseka” adalah penganugerahan atau pemberian gelar kehormatan dari Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi Sri Anglung Prabu Punto Djojonagoro Cakra Buana Girinata kepada masyarakat di Nusantara yang dianggap berjasa dalam melestarikan seni budaya nusantara.

Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi, Sri Anglung Prabu Punta Djojonagoro Cakrabuana Girinata saat menyerahkan gelar kehormatan kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Sabtu (23/3/2019).

Selain Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, tokoh lain yang juga pernah mendapatkan “abhiseka” dari Raja Karaton Kawitan Amarta Bumi adalah Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal Tommy Soeharto.

Tomy mendapatkan gelar kehormatan berupa gelar Kanjeng Pangeran Haryo Hutomo Mandala Putra Negara pada 3 Meret 2018. Pemberian gelar kehormatan kepada Tommy Soeharto itu karena dia merupakan sesepuh dari Majelis Adat Budaya Nusantara (Madukara). Di samping itu, Tommy masih mempunyai darah keturunan dari Mangkunegaran Surakarta dan dinilai sangat peduli dalam ikut melestarikan budaya bangsa.

Kala itu, pemberian penghargaan disaksikan raja dari seluruh nusantara serta tamu undangan dari sejumlah negara sahabat, serta abdi dalem karaton, bahkan turut hadir kala Direktur Pembinaan Ekonomi dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Lutfi dan Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Supriyanto, mewakili Plt Gubernur Jawa Tengah. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Baddrut Tamam “Ngevlog” Bersama Mahasiswa Filipina

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam “Ngevlog” bersama mahasiswa asal Negara Filipina di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, saat mahasiswa itu berkunjung ke Pendopo dan bertemu langsung dengan bupati muda ini.

Bupati “ngevlog” bersama Ibu Bupati Pamekasan, Naila Baddrut Tamam, dan dosen Unira Wildona Zumam, dan dua mahasiswa Filipina yang sedang mengikuti pertukaran mahasiswa di kampus swasta yang beralamat di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan itu.

Dalam video itu, mahasiswa dari Filipina, yakni Raymond M. Espedion dari Ilo-Ilo Science and Technology University (ISATU) Philipines mengaku senang bisa bertemu secara langsung dengan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Selain muda, Baddrut dinilai memiliki visi kuat dalam memajukan perekonomian di Pamekasan dan peduli dengan pengembangan ilmu pengetahun, dengan gerakan melek literasi yang kini sedang dicanangkan.

Raymond M. Espedion dan Hannah Grace A. melakukan pertukaran studi (Student Exchange) dari Ilo-Ilo Science and Technology University (ISATU) Philipines.

Selama berada di Pamekasan, kedua pelajar asal negara Filipina ini juga telah diperkenalkan banyak hal oleh pihak kampus, terutama batik tulis Pamekasan.

Unira juga membantu promosi yang telah dilakukan Pemkab Pamekasan dengan memperkenal batik tulis hasil kerajinan warga di wilayah itu kepada mahasiswa asal Filipina yang mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa di kampus Unira Pamekasan. [Baca Juga Santri Peraih Juara Tahfid Asean Disambut di Pendopo Pamekasan]

Promosi Batik Pamekasan

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Ibu Bupati Pamekasan Naila Baddrut Tamam berfoto bersama dengan mahasiswa asal Filipina dan dosen Unira Pamekasan saat berkunjung ke Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (1/2/2019).

Menurut Wakil Rektor (Warek) I Unira Pamekasan Faisal Estu Yulianto di Pamekasan, Sabtu (19/1/2019), pihaknya sengaja memperkenalkan batik tulis Pamekasan kepada mahasiswa asal Filipina itu, sebagai upaya untuk memperkenalkan hasil kerajinan kreatif masyarakat yang kini telah diakui dunia sebagai warisan budaya nonbendawi tersebut.

“Mereka kami ajak untuk melihat secara langsung proses produksi batik Pamekasan ke Desa Klampar yang memang merupakan sentra batik di Kabupaten Pamekasan ini,” kata Yulianto. [Baca Juga: Penghargaan Sebagai Kabupaten Peduli HAM Harus Jadi Pemicu Lebih Baik]

Di lokasi sentra batik ini, mahasiswa asal Filipina tersebut diperkenalkan tentang cara membatik, bahkan mereka juga mencoba membatik dengan meminta bimbingan kepada pengrajin batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan. [Baca Juga: Bercermin di Pasar Batik]

Yulianto menjelaskan, ada beberapa pertimbangan pihak kampus Unira memperkenalkan batik tulis Pamekasan kepada mahasiswa yang sedang melakukan pertukaran mahasiswa itu.

Selain untuk memperkenalkan budaya membatik masyarakat Pamekasan, langkah itu juga untuk membantu Pemkab Pamekasan yang saat ini sedang gencar mempromosikan batik tulis.

Menurut Rektor Unira Pamekasan Risqina, pertukaran mahasiswa ini berkat kerja sama dengan South Asean Minister Education Organization (SEAMEO), yakni organisasi yang dibentuk oleh seluruh Menteri Pendidikan yang ada dinegara-negara ASEAN. [Baca Juga Adipura Itu Sararan Antara Menuju Pamekasan Hebat]

“Dan Unira merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Pamekasan ini yang menjadi jujukan pertukaran mahasiswa ASEAN tahun ini,” kata Risqina.

Sebaliknya, mahasiswa Unira saat ini juga ada yang mengikuti pertukaran mahasiswa ke luar negeri dengan negara tujuan Thailand dan Filipina.

Tiga mahasiswa mengikuti pertukaran mahasiswa dengan negara tujuan ke Filipina. Mereka adalah Ririn Setiafi Jannah dari Fakultas Ekonomi, kemudian Firman dan Sofyan dari Fakultas Teknik Informatika serta Baddrus Syamsih dari Fakultas Ilmu Administrasi, dan satu mahasiswa lagi dengan tujuan negara Thailand.

Pertukaran mahasiswa ini dalam bentuk pembelajaran selama 28 hari mulai dari tanggal 14 Januari sampai 10 Februari 2019, yang diikuti Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Dalam satu tahun dilakukan sebanyak dua kali.

Sementara Unira sendiri baru mengikuti mahasiswa dari kampus tersebut awal tahun 2019 ini, dan juga menerima dua mahasiswa dari Filipina, yakni Raymond M. Espedion dan Hannah Grace A. melakukan pertukaran studi (Student Exchange) dari Ilo-Ilo Science and Technology University (ISATU) Philipines.

“Fokus pertukaran ini pada bidang pendidikan, yakni membandingkan metode pembelajaran antara Indonesia dan Filipina,” katanya, menjelaskan.

Kendatpun demikian, sambung Rektor Risqina, pihaknya juga memandang perlu memperkenalkan banyak hal terkait potensi yang ada di Pamekasan kepada para peserta pertukaran mahasiswa itu, salah satunya batik tulis Pamekasan.

“Tujuannya, agar mereka mengetahui potensi budaya yang ada di Pamekasan ini disamping komitmen kami juga membantu pemkab yang saat ini sedang gencar mempromosikan batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan,” kata Rektor Unira Risqina, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Ingin Nuansa Batik Ditonjolkan di Bangunan Kampung Batik

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meninjau bangunan “Kampung Batik” di Desa Klampar, Kecamatan Proppo.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menginginkan agar bangunan “Kampung Batik” di Desa Klampar, Kecamatan Proppo diwarnai dengan ornamen dan lukisan batik.

“Saya ingin nuansa Batik Pamekasan ditonjolkan, sehingga dengan demikian, maka batik Pamekasan akan lebih terkenal,” ujar Baddrut Tamam di Pamekasan, Jumat (23/11/2018).

Bupati mengemukakan hal ini, setelah sebelumnya, yakni pada Kamis (22/11/2018) ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama sejumlah pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) meninjau secara langsung perkembangan pembangunan gedung “Kampung Batik” di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Masing-masing, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Edy Suprapto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Totok Suhartono, Plt Kepala Bappeda Rahmad Kurnia Suroso, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Moh Jabir, dan Kepala Bagian Pembangunan Basri Yulianto.

“Harus ada lukisan batik di gedung ini, agar batik khas Pamekasan nampak,” ujar bupati.

Kepala Desa Klampar Haji Baddrus Soleh menyerahkan hadiah batik hasil kerajinan warga Klampar kepada Bupati Baddrut Tamam sebagai kenang-kenangan.

Mantan anggota DPRD Jatim ini juga menyatakan, dirinya menginginkan agar lokasi Kampung Batik tersebut dipercantik, karena ruansa indah dan cantik akan memotifasi masyarakat untuk berkunjung ke lokasi itu.

Gazebo yang ada di sekitar lokasi kampung batik diminta menggunakan bangunan rumah khas Madura Tanean Lanjhang.

“Jadi nuansa Madura juga dapat. Dan orang datang kesini, tidak hanya untuk berbelanja batik semata, tapi juga bisa menikmati budaya Madura,” ucap Baddrut.

Disamping itu, bupati juga meminta, agar pengelolaan “Kampung Batik” di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan tersebut bisa profesional, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.

Sesuai rencana, pengelolaan kampung batik itu nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) yang dipimpin oleh Moh Hisyam.

Saat melakukan sidak, Bupati Baddrut Tamam juga menerima hadiah sebagai kenang-kenangan dari perajin batik tulis di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan yang disampaikan oleh Kepala Desa Klampar Haji Baddrus Soleh. (PAMEKASAN HEBAT)

Nenek Ini Doakan Bupati Baddrut Tamam Sukses Memimpin Pamekasan

Begini suasana pertemuan antara seorang nenek yang dulu pernah nyantri di Pondok Pesantren Az-Zubair, Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

PAMEKASAN HEBAT – Ada suasana berbeda, ketika Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menghadiri acara malam penutupan dan ijazah istighatsah Sunan Drajat bersama Rasulina yang digelar Pondok Pesantren An-Nasyiin di Desa Grujukan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Rabu (14/11/2018) malam.

Setelah acara selesai, seorang nenek tiba-tiba menyeruak diantara kerumunan warga dan langsung mendekati Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang waktu itu berjalan bersama warga.

Nenek berbaju kuning dan berkerudung merah ini, langsung memeluk sang bupati muda. “Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan kepada Ra Baddrut dan keselamatan dalam memimpin Pamekasan,” ucap Nenek itu, sambil bersalaman, lalu memeluk sang bupati.

Suasana seketika nampak haru. Tatapan penuh arti sang Nenek, serta sambutan penuh hormat dengan senyum tulus sang bupati, seolah menyiratkan makna tersendiri pada pertemuan keduanya.

Bupati muda ini, seolah kelu dan tak banyak menyampaikan kata-kata selain kalimat “amien” menjawab doa sang Nenek. “Amien, amien..! mator sakalangkong atas du’a epon,” ucap Baddrut.

Ternyata, Nenek yang juga hadir dalam acara Harlah Ke-28 Pondok Pesantren An-Nasyiin ini, dulu pernah menjadi “abdi dalem” saat “nyantri” di Pondok Pesantren Az-Zubair Dusun Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Nenek ini mengaku kagum dengan Baddrut Tamam, karena sikapnya yang sopan, dan selalu menghormati yang lebih tua, seperti orang tuanya sendiri. (PAMEKASAN HEBAT)

Gebyar Batik Pamekasan Mulai Dilaunching Baddrut Tamam di Surabaya

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan sambutan dalam acara pameran batik “Gebyar Batik Pamekasan” di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu (27/10/2018).

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur memamerkan batik hasil kerajinan perajin batik tulis di wilayah itu di Surabaya, Sabtu (27/10/2018).

Pameran bertema “Gebyar Batik Pamekasan” yang digelar di salah satu hotel di Surabaya ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pamekasan dengan Komunitas Batik Surabaya (Kibas).

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, pameran batik tulis ke luar daerah itu, sebagai bentuk komitmen Pemkab Pamekasan dalam upaya memajukan dan membantu masyarakat perajin batik memasarkan hasil kerajinan mereka.

“Melalui pameran ini, kita ingin Batik Pamekasan, ditransformasikan dengan mempromosikan, seperti kegiatan saat ini,” kata Baddrut.

Mantan anggota DPRD Jatim itu menjelaskan, bahwa batik tulis Pamekasan memiliki potensi bagus, dan oleh karenanya “Gebyar Batik Pamekasan” tersebut dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan dan memperluas penjualan batik Pamekasan.

“Gebyar batik ini akan terus kita lakukan. Nanti, OPD-OPD harus memakai batik yang diproduksi oleh para perajin batik Pamekasan,” ujar bupati muda ini.

Baddrut Tamam juga menuturkan, bahwa dalam tiga hari kemarin, pihaknya telah wajibkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan memakai warung dalam rangka Hari Santri Nasional.

“Dalam waktu dekat ini, ASN diwajibkan memakai baju tradisional Madura, dan membeli baju yang mereka pakai kepada perajin dan pedagang lokal Pamekasan,” ujar Baddrut.

Lounching “Gebyar Batik Pamekasan” oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam didampingi budayawan Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirdjo dan penulis buku tentang batik Pamekasan.

Di Kabupaten Pamekasan ada sebanyak 28 sentra atau pusat kerajinan batik tulis yang tersebar di tujuh kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

Perinciannya, di Kecamatan Pamekasan sebanyak lima sentra batik tulis, Kecamatan Proppo 12 sentra batik, Palengaan enam sentra, Waru satu sentra, Pegantenan dua sentra dan di Kecamatan Tlanakan sebanyak satu sentra batik.

Dari 28 sentra batik yang ada di Pamekasan dengan jumlah sekitar 1.200 unit usaha tersebut, mampu memproduksi sebanyak 309.000 lembar batik setiap tahun dengan taksiran nilai produksi sekitar Rp24 miliar.

Dalam kesempatan itu Bupai Pamekasan Baddrut Tamam juga menjelaskan, bahwa semua modil dinas di Pamekasan harus dibranding batik.

“Saat nyalon Pilkada Pamekasan kami bersama pak Raja’e juga memakai batik, karena kami memang berkepentingan agar promosi batik Pamekasan lebih gencar lagi, sehingga penjualan batik, akan lebih laris lagi,” katanya.

Pameran batik Pamekasan bersama Kibas di salah satu hotel di Surabaya itu, menjadi ajang pertunjukan batik dari berbagai kabupaten di Jawa Timur, seperti Malang, Probolinggo, Sidoarjo dan sejumlah kabupaten lain di Madura, seperti batik Bangkalan. (PAMEKASAN HEBAT)

Baddrut Tamam: Santri Harus Jadi Pemimpin Masa Depan Hebat

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat melepas JJS Sarungan yang digelar PCNU Pamekasan dalam rangka memeriahkan perngatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman Pendopo Pemkab Pamekasan, Jumat (26/10/2018)

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berharap, peran kaum santri harus ditingkatkan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia kaum santri itu sendiri.

Santri diharapkan tidak hanya mengusai tentang ilmu agama, akan tetapi juga berbagai jenis ilmu sosial lainnya, sehingga santri benar-benar bisa menjadi harapan masa depan bangsa yang lebih baik.

“Di masa depan harus lahir pemimpin hebat, ekonom hebat, budayawan hebat dan arsitek hebat dari kalangan santri, sebagai upaya mewujudkan Pamekasan Hebat,” kata Bupati Baddrut Tamam, saat menyampaikan sambungan dalam acara JJS Sarungan yang digelar PCNU Pamekasan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober 2018.

Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e sebagai bagian dari semangat untuk membangun tata kelola pemerintah yang baik, bersih, bermartabat berlandaskan nilai-nilai moral agama yang berkeadaban dan berpedaban berdasarkan kearifan lokal Pamekasan.

Menurut bupati, kualitas SDM dan dibekali dengan nilai-nilai moral keagamaan yang kuat, merupakan kombinasi potensi diri yang luar biasa, dan oleh karenanya ia mengajak kepada semua kaum santri agar kedepan mempersiapkan diri, sehingga santri tidak hanya menjadi objek modernisasi, akan tetapi menjadi subjek dari berbagai arah kebijakan yang berpihak kepada kepentingan umat dan masa depan bangsa yang lebih baik pula.

“Jangan berkecil hati, karena saya sebenarnya sangat bangga menjadi bagian dari santri,” ujar Baddrut Tamam.

Para santri, tokoh ulama dan masyarakat umum saat menghijuti JJS Sarungan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (26/10/2018).

Sementara itu, guna memeriahkan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur menggelar acara Jalan Sehat Sarungan (JSS) Sarungan serta donor darah gratis di lapangan Pendopo Ronggosukowati, Jumat (26/10/2018).

JSS ini diikuti oleh ribuan santri serta masyarakat umum yang ada di Bumi Gerbang Salam.

“Alhamdulillah, JSS pagi ini di ikuti oleh ribuan santri serta masyarakat umum yang ada di Pamekasan. Semoga dengan terselenggaranya acara ini kita bisa diberikan manfaat oleh Allah SWT,” terang Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim.

Ia menjelaskan tujuan dari terselenggaranya JJS Sarungan dan donor darah tersebut sebagian upaya untuk selalu mempererat tali silaturahmi antara warga Nahdiyin yang tersebar di Pamekasan.

“Indonesia ini adalah negara yang besar, mari kita jangan gampang diadu domba oleh orang-orang yang hanya ingin merongrong keutuhan NKRI kita,” ujar Kiai Taufik.

Acara ini juga diikuti oleh Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Beragam hadiah menarik dipersiapkan panitia penyelenggara dalam kegiatan itu, dengan hadiah utama berupa ibadah haji umroh gratis. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Pamerkan Batik Pamekasan di Surabaya

PAMEKASAN HEBAT – Pemkab Pamekasan memamerkan batik batik Pamekasan bertajuk “Gebyar Batik Pamekasan” yang akan digelar di Surabaya pada 27 Oktober 2018, yakni di Gedung Dyandra, Surabaya.

Menurut Bupati Pamekasan Badrut Tamam, kegiatan yang sudah diselenggarakan dua kali ini bisa memperkenalkan ke masyarakat luar akan pesona batik Pamekasan. Sebuah motif batik yang lain daripada yang lain.

Dengan adanya pameran ini, Baddrut mengaku, dirinya ingin menampilkan hasil kerajianan khas yang masih tradisional, karena proses pembuatannya masih mencanting, bukan menggunakan print maupun cap.

Bahkan, dalam dialog dengan wartawan di Kota Buaya itu, Baddrut menyatakan, dirinya berani menjamin jika kualitas batik khas Pamekasan tersebut jauh berbeda dengan daerah lain, meskipun dari Jawa Tengah dimana tempat asli yang dikenal kota Batik.

Ada lebih dari 400 macam batik dari 10 UMKM dari Pamekasan yang akan ikut kegiatan itu. Mereka berkolaborasi dengan desainer lokal untuk fashion show.

“Harapan saya kegiatan ini bisa mendobgkrak perekonomian masyarakat Pamekasan yang menjual batik khas. Selain itu batik Pamekasan ini bisa membumi dan menjadi ikon untuk bersaing dengan batik dari kota lain meskipun Pamekasan masih dalam proses sosialisasi ke publik. Salah satunya dengan kegiatan ini,” ungkap Badrut Tamam, seperti dilansir beritajatim.com, Kamis (25/10/2018).

Rencananya pameran batik yang diselenggarakan satu hari ini bukan hanya memamerkan koleksi batik khas Madura, nantinya akan ada fashion show yang akan dilakukan oleh bupati dan beberapa model lokal. Selain itu mereka juga akan menunjukkan makanan khas Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah menunjukkan komitmennya untuk membantu mempromosikan batik Pamekasan sejak yang bersangkutan menjadi calon bupati pada Pilkada Pamekasan 27 Juni 2018.

Baddrut bersama Roja’e sebagai wakilnya bupatinya, kala itu menggunakan seragam batik sebagai seragam pasangan calon bupati dan wakil Bupati Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Lomba Foto Jadi Ajang Promosi Batik Pamekasan

Peserta lomba foto saat memotret kegiatan “Madura Eksotik Carnival 2018” di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

PAMEKASAN HEBAT – Berbagai upaya promosi terus digencarkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e untuk mempopulerkan batik Pamekasan, sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian para pengrajin dan pedagang batik di wilayah itu.

Selain melalui ajang festival batik melalui “Madura Eksotik Carnival 2018” juga melalui lomba foto pada kegiatan itu. Sedikitnya 51 fotografer ambil bagian dalam lomba bergengsi di Pamekasan tersebut.

“Sebab, hemat kami, upaya kreatif melalui kegiatan yang kreatif pula, akan lebih bernilai guna dan tepat guna, dan ini sudah terbukti di beberapa daerah di Jawa Timur. Jadi, kabupaten maju seperti Banyuangi, karena upaya yang dilakukan memang sangat kreatif dan kegiatan yang dilakukan juga sangat kreatif,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam kepada media.

Melalui lomba foto yang digelar komunitas fotografer Pamekasan, maka foto-foto tentang potensi Pamekasan yang ditampilkan pada event “Madura Eksotik Carnival 2018” akan tersebar luas di masyarakat, melalui media sosial yang dimiliki oleh para fotografer tersebut.

Juara Lomba
Sementara itu, tiga foto terbaik hasil karya fotografer dalam lomba foto Madura Eksotik Carnival mendapat penghargaan dari Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dalam puncak acara Kemilau Madura 2018, Sabtu (20/10/2018) malam.

Lomba foto yang digelar Madura Photography Center (MPC) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan merupakan rangkaian acara dalam rangka Hari Jadi ke-488 Kabupaten Pamekasan.

“Tujuan dari lomba ini ingin mengenalkan kembali agenda wisata Pamekasan, ke masyarakat luar, sehingga amanah dari Disparbud ini kita apresiasi bersama rekan-rekan MPC dalam lomba foto, targetnya se Jawa Timur ternyata ada juga peserta dari luar Jawa,” kata Ketua MPC Pamekasan Achmad Tatang.

Sebelum ditetap juara 1, 2 dan 3, dipilih 10 karya terbaik, dengan juri khusus Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Juri 2 Achmad Tatang ketua MPC serta Juri 3 Saiful Bahri Jurnalis Foto senior Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

“Sebenarnya ada 10 besar, tapi 1 Karya didiskualifikasi karena melanggar aturan lomba, dan diluar dugaan dari 3 karya terbaik mendapat juara ada peserta dengan alamat dari Kalimantan, dan pak Bupati juga memilih langsung juaranya karena beliau juga fotografer profesional,” ujar Ketua Panitia lomba itu, Zaini.

Keluar sebagai Juara pertama, atas nama Khoirur Rohman (Pamekasan), Juara kedua Musemil Harianto (Kalimantan) dan Juara ketiga atas nama Yanto Laksono (Sumenep). Ketiga pemenang mendapat hadiah uang pembinaan total Rp6 Juta, marchandise serta sertifikat.

Selain lomba “on the spot” tersebut, Madura Photography Center (MPC) juga menggelar lomba foto Instagram, dengan objek sama yaitu acara Madura Eksotik Carnival di depan Pendopo Budaya Jalan Jokotole Pamekasan, berupa penampilan model mengenakan batik dipadukan dengan penampilan Sape Sono’.

Juara foto Instagram pemilik akun @muafi_id, @lalud_mahally dan @auliya_ds

Acara lomba foto tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Baddrut Tamam dan diharapkan kembali digelar dengan konsep berbeda.

“Sangat menarik karena foto akan banyak bercerita kepada khalayak akan terus abadi, saya berharap bisa diselenggarakan lebih baik dan saya siap mendukung MPC, sehingga saya bergairah lagi dengan fotografi,” Katanya sambil tersenyum saat menilai hasil foto peserta. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Pamekasan: Panggil Saja Saya Sahabat

Beginilah keakraban Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

PAMEKASAN HEBAT – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan silaturrahmi dengan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, di Ruang PKK Rato Ebu Pendopo Ronggosukowati, Kamis (11/10/2018).

Pengurus serta pembina IKA PMII Pamekasan yang hadir dalam pertemuan itu adalah Dr. Atiqullah, Dr. Nur Hasan dan KH. Sohibuddin. Kemudian alumni dan kader PMII dari berbagai tingkatan.

Ketua IKA PMII Pamekasan, Dr. Atiqullah dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya datang bersilaturrahmi dengan bupati baru untuk mensolidkan komitmen untuk bersama-sama membangun Pamekasan. Sebab, Bupati Pamekasan saat ini adalah alumni PMII yang sekarang juga menjabat Sekretaris IKA PMII Jawa Timur.

“Semoga dengan silaturrahmi ini dapat bernilai ibadah di sisi Allah, karena IKA PMII dan sahabat bupati harus solid demi tercapainya program selama lima tahun ke depan,” ujar Dosen IAIN Madura itu seperti dikutip portalmadura.com.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam forum itu meminta agar tidak memanggilnya Bupati, sebab dirinya sama-sama alumni PMII. Apalagi sampai hari ini masih menjabat Sekjend IKA PMII Jawa Timur.

“Jangan panggil bupati, panggil sahabat saja. Karena saya sama-sama PMII, saya tahu betul PMII. Karena saya berproses di PMII itu sudah hampir 20 tahun, mulai di Malang sampai menjadi Ketua PKC PMII Jawa Timur, ” katanya disambut tertawa audiensi yang hadir.

Mantan Anggota DPRD Jawa Timur ini menambahkan, dirinya berkomitmen untuk tidak ada jarak dengan rakyat demi lancarnya pembangunan. Sebab beberapa pemimpin yang sukses ternyata tidak berjarak dengan rakyatnya, seperti Bupati Banyuangi, Azwar Anas, Wali Kota Surabaya, Riswa dan Wali Kota Bandung yang sekarang menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil.

“Ternyata mereka tidak berjarak dengan rakyatnya, kemudian saya ingin mengubah atmosfer baru bahwa bupati tidak menakutkan, tidak sok wibawa, tapi fun. Karena pemimpin masa depan itu harus fun,” pungkasnya. (Pamekasan Hebat)