Arsip Kategori: Kesehatan

Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang bantu APD di RSUD Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang memberikan bantuan sejumlah paket alat pelindung diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo Pamekasan sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan tinggi ini dalam ikut mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah itu.

“Selain APD, kami juga menyerahkan bantuan berupa masker medis, dan sarung tangan karet,” kata Ketia Ikatan Alumni (IKA) Unibraw wilayah Madura Iskandar dalam rilis yang disampaikan ke Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat, Senin (4/5/2020).

Jumlah APB berupa baju hazmat yang disumbangkan Unibraw ke RSUD Pamekasan melalui perwakilan alumninya di Madura pada 30 April 2020 itu sebanyak 50 buah, masker medis 250 buah dan sarung tangan karet sebanyak 100 buah. [Baca Juga: Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren]

Iskandar yang juga Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pamekasan ini lebih lanjut meminta agar bantuan itu tidak dinilai dari jumlah, akan tetapi pada kepedulian lembaganya dalam ikut menangani pencegahan COVID-19 di Pamekasan.

Ia berharap, aksi sosial ini bisa menginspirasi institusi dan kelompok masyarakat lainnya untuk ikut peduli dan bergotong royong dalam mencegah penularan COVID-19. [Baca Juga: Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyampaikan bahwa di bulan suci Ramadhan ini ada dua poin penting yang harus diperhatikan untuk mencegah penyebaran virus corona, yakni pencegahan dan gotong royong.

Pencegahan harus efektif diterapkan dengan membatasi pergerakan masyarakat untuk tidak keluar rumah, akan tetapi disatu sisi pemerintah juga perlu tetap menjamin kebutuhan logistik masyarakat yang terdampak COVID-19.

Dalam kontek goyong-royong pada poin kedua, menurut Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Madura ini, ialah dengan memanfaatkan berkah Ramadhan dalam mewujudkan “kesalehan sosial”. [Baca Juga: Bencana Melahirkan Optimisme]

“Zakat mal dan zakat fitrah bisa kita manfaatkan untuk membantu sesama yang terdampak COVID-19,” kata Iskandar.

Mantan anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan ini mengaku yakin, dengan cara seperti itu, maka persoalan masyarakat akibat COVID-19 akan berkurang.

“Jadi, mari kita bergandengan tangen membantu saudara kita yang yang mengalami krisis akibat pandemi ini , dengan menggalakkan zakat fitrah dan zakat mal secara merata, ya tentunya seeuai dengan kapasitasnya masing-masing,” ajak Iskandar.

Kepada petugas medis dan paramedis yang bekerja, Iskandar berharap, mereka tetap optimis, dan semangat untuk terus membantu dan memberikan pertolongan kepada warga yang terpapar COVID-19.

“Karena di tangan saudaralah Tuhan mengirimkan anda sebagai penolong bagi yang sakit. Yakinlah bahwa setelah kesulitan ini akan ada kemudahan dan jalan keluar dari wabah ini,” ujarnya. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

“Semoga diterima segala jerih upaya perjuangan sebagai sumbangsih bagi kesehatan warga Pamekasan. Kami juga berharap kepada pihak swasta masih terbuka peluang untuk mengalirkan bantuan APD dan bansos melalui program CSR-nya,” katanya, menambahkan.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Dr Mazhar mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak Unibraw Malang pada RSUD Pamekasan.

“Bagi kami, bantuan ini sangat berharga, bahkan melalui bantuan ini, pihak Unibraw serasa memberikan motivasi agar kami bisa semangat untuk terus berjuang memberikan pelayanan terbaik dalam mengobati para penderita COVID-19 di Pamekasan ini,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai satu dari tiga kabupaten di Pulau Madura yang warganya ada yang positif terpapar COVID-19.

Hingga 3 Mei 2020, warga Pamekasan yang terdata positif terpapar COVID-19 sebanyak 10 orang. Perinciannya sebanyak 4 orang telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih menjalani perawatan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Satgas Pamekasan Cegah Penyebaran COVID-19 di Pondok Pesantren

PAMEKASAN HEBAT – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Penyebaran Virus Corona (COVID-19) Pamekasan, Jawa Timur menggencarkan upaya pencegahan penyebaran virus corona ke sejumlah pondok pesantren dengan membagikan tempat cuci tangan lengkap.

Menurut Koordinator Satgas Penanggulangan COVID-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus di Pamekasan, Senin (4/5/2020) pagi, pesantren menjadi sasaran bantuan tempat cuci tangan, karena beberapa pertimbangan.

“Selain sebagai upaya antisipasi, pondok pesantren juga menjadi pusat kegiatan ibadah,” katanya.

Tempat cuci tangan yang diberikan ke sejumlah pondok pesantren oleh Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan itu adalah tempat cuci tangan paket lengkap berupa tandon, wastafel, sabun serta tisu. [Baca Juga: TNI-Polri Pantau Kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Pamekasan]

Firdaus menjelaskan, selama ini, memang belum ada santri pondok pesantren di Pamekasan yang terpapar virus corona.

“Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan. Kalau santri barangkali memang sulit berhubungan dengan masyarakat luar, tapi orang tua santri yang mengirim santrinya di pesantren bisa saja berhubungan dengan orang luar,” kata Firdaus.

Penyaluran bantuan tandon di salah satu pondok pesantren di Kabupaten PamekasanPenyaluran bantuan tempat cuci tangan dengan paket lengkap, berupa tandon, wastafel, sabun dan tisu ini menurutnya sudah digelar sejak beberapa hari lalu.

“Kemarin bantuan kami salurkan ke sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Batumarmar, Pamekasan,” katanya, menjelaskan. [Baca Juga: Universitas Brawijaya Malang Bantu APD di RSUD Pamekasan]

Selain pondok pesantren tempat umum lainnya yang juga menjadi sasaran bantuan tempat cuci tangan adalah pasar, rumah sakit, puskesmas dan posko cek poin petugas di lapangan.

Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai satu dari tiga kabupaten di Pulau Madura yang warganya ada yang positif terpapar COVID-19.

Hingga 3 Mei 2020, warga Pamekasan yang terdata positif terpapar COVID-19 sebanyak 10 orang. Perinciannya sebanyak 4 orang telah dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih menjalani perawatan.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang.

“Warga yang positif terpapar COVID-19 ini umumnya yang pernah kontak dengan warga luar Madura atau datang dari zona merah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Achmad Marsuki. (PAMEKASAN HEBAT)

TNI-Polri pantau kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT – Kapolres AKBP Djoko Lestari dan Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur Letkol Inf M Effendi, memantau secara langsung kedatangan 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di terminal bus Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (30/4/2020) malam.

“Kami sengaja memantau langsung bersama Pak Dandim karena mereka harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

PMI yang berjumlah 36 orang itu dari sejumlah kecamatan di Pamekasan. Antara lain dari Kecamatan Batumarmar, Pakong, Proppo dan sebagian dari Kecamatan Tlanakan.

Setibanya di terminal Bus Ronggosukowati yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, para pekerja buruh migran ini langsung didata oleh tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Pamekasan. [Baca Juga: Satgas COVID-19 Benarkan Ada 3 Warga Lagi Positif Corona]

Sejumlah tim medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap juga melakukan pemeriksaan kesehatan. Antara lain memeriksa suhu tubuh, dan mendata alamat lengkap mereka, termasuk nomor telepon.

Petugas juga menyemprotkan cairan disinfektan ke barang-barang yang dibawa para buruh migran yang bekerja di Malaysia melalui jalur resmi ini.

Ke-36 PMI asal Kabupaten Pamekasan ini merupakan bagian dari 1,2 juta penduduk Indonesia yang bekerja di Malaysia dan mereka dipulangkan atas bantuan pemerintah Indonesia.

Sebelumnya Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan, kebijakan pemulangan itu, karena terdampak pandemik COVID-19. Teknisnya dengan cara bekerja sama dengan Satuan Gugus Tugas (Satgas) COVID-19. [Baca Juga: Wabup Raja’e Ajak HMI Perkuat Nilai-Nilai Kepahlawanan]

Berdasarkan data BP2MI, jumlah PMI terbesar di Malaysia, yakni sebanyak1,2 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 56.368 orang sudah pulang dari Malaysia melalui jalur regular, dan sebanyak 1.621 orang terpaksa dideportasi oleh pemerintah Malaysia, karena tidak mengantongi surat-surat resmi.

“Kami dengan Kodim juga akan memerintahkan anggota untuk ikut melakukan pemantauan dan memastikan para PMI ini bisa melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, sebagaimana telah ditetapkan pemerintah,” kata Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Satgas Pamekasan benarkan ada 3 warga lagi positif COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono

PAMEKASAN HEBAT – Juru bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19 Pemkab Pamekasan, Sigit Priyono membenarkan ada tiga orang warga lagi yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona (COVID-19), sehingga total jumlah warga terpapar menjadi 10 orang.

“Dari tiga orang yang diketahui positif terpapar COVID-19 ini, seorang diantaranya berjenis kelamin perempuan, sedangkan dua lainnya laki-laki,” kata Sigit dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Rabu (29/4/2020) malam.

Perempuan yang positif terpapar COVID-19 itu berasal dari Kecamatan Proppo, Pamekasan dari klaster haji.

Pasien ini, sambung dia, sudah diambil spesimen dahaknya oleh tim medis Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan tanggal 17 April 2020 dan dikirim langsung Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. [Baca Juga: Inilah Penjelasan Bupati Pamekasan tentang Pasien Meninggal Dunia]

“Pada tanggal 29 April 2020 hasil lab dari Litbangkes Kemenkes RI Jakarta keluar, dan diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif terpapar COVID-19,” kata Sigit.

Pasien positif kedua berjenis kelamin laki-laki berumur 43 tahun, asal Kecamatan Pakong, Pamekasan, juga dari klaster haji.

Pengambilan spesimen sampel oleh petugas medis juga pada tanggal 17 April 2020 dan pada tanggal 29 April diketahui bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Sementara, pasien ketiga berumur 40 tahun, asal Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Pengambilan sampelnya juga sama sebagaimana pasien pertama dan kedua. [Baca Juga: Kemenkominfo Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

“Bedanya pasien ketiga ini, memiliki riwayat kontak dengan masyarakat luar Madura, karena yang bersangkutan merupakan pendatang dari Ujung Pandang, Makasar,” katanya, menjelaskan.

Saat ini, sambung Sigit, ketiga orang warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 tersebut, menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan.

Menurut juru bicara Satgas COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono, dengan adanya tiga orang yang positif itu, maka total warga Pamekasan yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 hingga kini sebanyak 10 orang. [Baca Juga: Bencana Melahirkan Optimisme]

Perinciannya, dua orang telah dinyatakan sembuh, tujuh orang dalam perawatan dan 1 orang meninggal dunia.

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 6 orang dengan perincian, 4 orang dalam pengawasan, dan 2 orang lainnya telah selesai menjalani proses pengawasan oleh tim medis. (PAMEKASAN HEBAT)

Warga Positif COVID-19 di Pamekasan Bertambah 2 Orang

PAMEKASAN HEBAT – Warga di Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bertambah 2 orang, sehingga jumlah total warga positif corona hingga kini sebantak 7 orang.

Sementara, jumlah total se-Madura yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 hingga awal Ramadhan 1441 Hijriah kali ini sebanyak 19 orang.

Ke-19 warga itu tersebar di tiga kabupaten, yakni di Kabupaten Bangkalan sebanyak 8 orang, Pamekasan sebanyak 7 orang dan di Kabupaten Sumenep sebanyak 4 orang.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ahmad Marsuki di Pamekasan, Kamis (24/4/2020) malam, data sebaran warga Madura yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu, sesuai dengan data terbaru yang dirilis Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Timur.

“Dari 19 warga yang terkonfirmasi positif di Pulau Madura ini, enam orang diantaranya merupakan kasus baru, yakni 2 orang dari Pamekasan dan empat orang dari Kabupaten Sumenep,” kata Marsuki.

Kedua pasien positif tambahan asal Pamekasan itu terdiri dari, warga asal Kecamatan Proppo, yakni seorang wanita berusia 60 tahun dan masih tercatat sebagai salah seorang famili dari pasien positif corona sebelumnya.

Pasien positif berikutnya juga seorang wanita berusia 53 tahun asal Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

“Berdasarkan riwayatnya orang ini memang pernah kontak dengan pasien yang terpapar corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Terkait pasien positif baru asal Kecamatan Proppo, Plt Kepala Dinkes Pamekasan menjelaskan, bahwa pada 12 April 2020, pihaknya melakukan penelusuran pada orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien positif corona.

Pada tanggal 14 April 2020, tim media Satgas COVID-19 Pamekasan mengambil swab dari beberapa orang yang terlibat kontak dengan pasien positif corona.

Lalu, hasil spesimen dari beberapa orang pasien itu dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Litbangkes RI) dan hasilnya positif.

“Jadi, dari beberapa orang yang diuji lab itu, dua orang diantaranya terkonfirmasi positif corona,” kata Marsuki, menjelaskan.

Sementara, terkait adanya pasien tambahan positif COVID-19 itu, kini tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan terus melakukan pelacakan kepada orang-orang yang pernah terlibat kontak langsung dengan kedua pasien positif itu.

Tim juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa rumah warga yang diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 itu.

Sementara, pasien baru terkonfirmasi positif di Sumenep, merupakan warga yang pernah mengikuti pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo di Surabaya dan kini keempat orang tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD Sumenep. (KIM PAMEKASAN HEBAT)

Dua Warga Pamekasan Terkonfirmasi Lagi Positif COVID-19

Mobil Ambulans Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan saat menjemput pasien positif corona di Kecamatan Proppo, Pamekasan, Selasa (14/4/2020) malam.

PAMEKASAN HEBAT – Dua orang warga Pamekasan, terkonfirmasi lagi positif terpapar virus corona (COVID-19), sesuai hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kata Humas Satgas COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono.

“Dengan adanya kasus baru COVID-19 di Pamekasan ini, maka jumlah total kasus positif yang terkonfirmasi hingga kini sebanyak 5 orang. Satu diantaranya telah meninggal dunia,” kata Sigit dalam rilis yang disampaikan kepada media, Selasa (14/4/2020) malam.

Kedua warga Pamekasan yang positif terpapar COVID-19 itu terdiri dari Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH), berusia 57 tahun asal Kecamatan Proppo, dan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Pamekasan berusia 40 tahun asal Kecamatan Galis.

Sigit menjelaskan, pada tanggal 27 Maret 2020 tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan melakukan pelacakan pada PPIH tersebut dan yang bersangkutan ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

“Saat itu ia melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” kata Sigit.

Selanjutnya pada tanggal 9 April 2020, kembali dilakukan tes cepat dan pada saat yang sama petugas juga mengambil spesimen pasien. Lalu pada tanggal 14 April 2020, hasilnya diketahui positif.

Terkait pasien positif dari TKHI, Sigit menjelaskan, pada tanggal 24 Maret 2020 Satgas melakukan pelacakan dan ditemukan gejala bahwa yang bersangkutan terindikasi terpapar COVID-19 dengan status orang dalam pemantauan.

Pada tanggal 3 April 2020 dilakukan rapid tes atau tes cepat, hasilnya negatif.

Selanjutnya pada tanggal 9 April 2020, petugas kembali melakukan rapid test, dan diketahui hasilnya positif.

Pada saat yang sama, petugas mengambil spesimen untuk diuji dilaboratorium Kemenkes RI, dan pada tanggal 14 April 2020, terkonfirmasi bahwa hasilnya adalah positif.

“Setelah diketahui pasti bahwa hasilnya adalah positif, maka tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan langsung membawa keduanya ke RSUD Pamekasan untuk diisolasi,” kata Sigit Priyono, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Inilah Penjelasan Bupati Pamekasan tentang Pasien Meninggal Dunia

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan terkait adanya seorang pasien dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pamekasan yang meninggal dunia di RSUD dr Slamet Martodirdjo.

Orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan ini mengatakan, pasien yang meninggal yang dirawat di RSUD sejak Kamis (19/03/2020) kemarin itu belum terkonfirmasi postif COVID-19.

Pemkab dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Corona, kini masih menunggu hasil pengecekan dari laboratorium di Surabaya. Spesimen pasien yang meninggal dunia tersebut telah dikirim ke Surabaya dan masih menunggu hasilnya.

“Bisa saja penyakitnya demam berdarah, bisa saja penyakit yang lain. Tentang asumsi dari beberapa teman-teman bahwa ini COVID-19 belum bisa disimpulkan. Kenapa?, karena untuk memastikan bahwa pasien yang meninggal itu COVID-19 atau tidak, menunggu hasil laboratorium,” katanya dalam pres rilis yang digelar di Pendopo Ronggosukowati, Jumat (20/02/2020) malam.

Dalam press rilis itu, Baddrut Tamam yang didampingi ketua Satgas COVID-19, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Slamet Martodirdjo Farid Anwar, serta Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, serta Kabag Humas Sigit Priyono.

Selain itu, Baddrut juga menerangkan riwayat perjalanan pasien yang ternyata masih berusia 11 tahun tersebut. Sebelumnya pasien yang meninggal itu datang dari Malang, yakni daerah yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai zona merah, karena masyarakat di wilayah itu ada yang dinyatakan positif terserang virus corona.

Meskipun begitu, pihaknya menegaskan bahwa Satgas COVID-19 telah bekerja dengan maksimal dan terukur sehingga Kabupaten Pamekasan tidak terjangkit Covid-19.

“Banyak chat ke saya bawah di desa ini ada, di sesa ini ada (Covid-19), itu semua hoaks. Di Kabupaten ini belum ada yang terpapar Covid-19 dari informasi rumah sakit dan dokter. Kecuali nanti masih menunggu hasil laboratorium,” terangnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap agar warga Pamekasan tetap tenang dan menerapkan pola hidup sehat. (PAMEKASAN HEBAT)

Dinkes Pamekasan Luncurkan Program “G1R1J” Cegah DBD

PAMEKASAN HEBAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Selasa (29/10/2019) meluncurkan program “G1R1J” atau Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik untuk mencegah mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang biasa terjadi pada musim pancaroba dan musim hujan.

“Peluncuran ‘G1R1J’ ini sebagai bentuk gerakan terpadu dan upaya antisipasi dengan mengedepankan prinsip pencegahan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Farid Anwar dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media.

Pencanangan dan peluncuran program ‘G1R1J’ ini digelar dengan melibatkan lintas sektor dari berbagai satuan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan di Kecamatan Pademawu, Pamekasan. [Baca Juga: Dharma Wanita Persatuan Bantu Air Bersih Masyarakat Tlanakan]

Para camat, dan Kepala Puskesmas dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan juga dilibatkan untuk mensukses program yang diluncurkan pada 29 Oktober 2019 itu.

Selain itu, Dinkes Pamekasan juga mengukuhkan sebanyak 20 kader sebagai juru pemantau jentik (jumantik) guna mendukung suksesnya program itu.

Menurut Farid, pencanangan program ‘G1R1J’ itu baru di tingkat kabupaten, dan selanjutnya diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

“Jadi, harapan kami, setelah pencanangan di tingkat kabupaten ini, nantinya bisa dilanjutkan pada pencanangan atau sosialisasi di tingkat kecamatan,” kata Farid.

Hal lain yang juga ingin dicapai Dinkes Pamekasan melalui pencanangan ‘G1R1J’ ini terbentuknya kader “jumantik” di tiap-tiap rumah warga.

“Selain itu masyarakat diharapkan bisa melakukan apa yang menjadi imbauan petugas dalam membasmi jentik nyamuk dengan melakukan PSN 3M plus secara serentak dan terus menerus,” kata Farid, menjelaskan. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda 2019]

Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono hadir secara langsung ke acara itu, mewakili Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang berhalangan hadir, karena yang bersangkutan sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan Lemhanas selama dua bulan.

Dalam kesempatan itu, sekda mengajak semua pihak mendukung gerakan ini, sebab, tanpa dukungan semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan, maka program baik untuk kepentingan masyarakat di bidang kesehatan ini tidak akan berjalan secara optimal.

“Dukungan dari semua masyarakat tentu sangat kami harapkan. Sebab, tanpa dukungan, maka program bagus ini tidak akan maksimal,” katanya.

Penyakit demam berdarah dengue adalah jenis panyakit tahunan yang biasa terjadi saat musim pancaroba dan musim hujan. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Kembali Menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat]

Berdasarkan pengalaman tahun 2018, di Kabupaten Pamekasan ada lima kecamatan yang warganya diketahui terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD), sehingga terpaksa harus menjalani peratawan di puskesmas dan rumah sakit di Pamekasan.

Kelima kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Palengaan, Kecamatan Pasean dan Kecamatan Kota Pamekasan. Dengan adanya program ini, Dinkes Pamekasan berharap, sebaran penyakit demam berdarah di Pamekasan bisa ditekan, bahkan Pamekasan bisa bebas dari jenis penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. (PAMEKASAN HEBAT)