Arsip Kategori: Ekonomi

Mencari Celah IKM Pamekasan Tembus Pasar Internasional

PAMEKASAN HEBAT – Pemkab Pamekasan, Sabtu (26/10/2019), menggelar seminar international bertajuk “Opportunities and Chalenges of Potential Local Products to Penetrate International Markets” di Mandhepa Agung Ronggosukowati dan seminar itu merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Jadi Ke-489 Kabupaten Pamekasan tahun 2019.

Para pemateri yang dihadirkan antara lain Ratlan Pardede, Duta Besar Indonesia untuk Tanzania. Selain itu Lina Hardjito ahli Rumput Laut IPB, dan Wahyu Prihantono dari PT BukaLapak.

Seminar ini diikuti sekitar 200 orang peserta, antara lain para alim ulama, tokoh masyarakat, Forkopimda dan Ketua Pengadilan Negeri Pamekasan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan dan para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Pamekasan. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Fasilitasi Profesi Batik Bersama Bekraf-RI]

Dalam pidato sambutannya Bupati Badrut Tamam mengungkapkan seminar ini bertujuan menemukan strategi ke depan produk UMKM serta produk unggulan lainnya mampu mempunyai daya saing sampai ke pasar internasional. Seminar ini, kata dia, merupakan salah satu langkah Pemkab Pamekasan untuk mendorong berkembangnya industri kecil dan menengah di Pamekasan.

“Oleh karena itu tentu penyelenggaraan seminar ini senantiasa banyak mendapat atensi dan pelaksanaannya tentu sudah dinantikan banyak pihak, sebab Kabupaten Pamekasan kaya akan potensi sektor UMKM dan potensi ekonomi local lainnya serta potensi pariwisata yang saat ini mulai banyak memberikan peningkatan ekonomi masyarakat di Pamekasan,” katanya. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Badrut Tamam menegaskan Pamekasan memiliki potensi lokal seperti industri batik, industri produk olahan ikan, camilan dan olahan rumput laut. Pada sektor pertanian dan perkebunan Kabupaten Pamekasan memiliki potensi unggulan seperti jagung, sapi, garam, dan tembakau. Dan juga dukungan dari potensi unggulan pariwisata.

“Khusus industri batik kini telah dapat memberikan kontribusi cukup berarti dalam perekonomian masyarakat. Pembatikan usaha skala IKM di Pamekasan sampai saat ini tercatat berjumlah 45 sentra, yang terdiri dari 5.812 pengusaha. Pemerintah Pamekasan terus berupaya meningkatkan produksi batik sehingga dapat memenuhi permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri,” ungkapnya. [Baca Juga: Bupati Baddrut Tamam Ajak Pengusaha Dukung Millenial Talent Hub]

Tentang potensi rumput laut, sapi Madura, garam, wisata dan unggulan lainnya, lanjut Badrut, semua itu telah diupayakan untuk dikelola secara maksimal guna bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pamekasan. Namun tidak semua potensi ekonomi dan produk memiliki daya saing. Akibatnya, produk tersebut hanya diminati pasar lokal. Dan keuntungan yang diraih pengusaha tidak besar.

“Karena itulah melalui seminar ini kita perlu mendorong pengusaha itu untuk berkompetisi. Melalui berbagai sumbangan pemikiran dari para nara sumber yang menguasai dibidangnya pada seminar kali ini, mereka para pengusaha itu harus memiliki pengetahuan dan pengalaman baru daya saing agar bisa menembus pasar internasional,” pungkasnya. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Fasilitasi Setifikasi Profesi Batik bersama Bekraf-RI

Fasilitasi sertifikasi profesi batik tulis kerja sama Pemkab Pamekasan dengan Badan Kreatif Republik Indonesia (Bekraf-RI).

PAMEKASAN HEBAT – Pemerintah Kabupaten Pamekasan memfasilitasi sertifikasi profesi batik tulis bagi para penrajin batik tulis di wilayah itu bersama Badan Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI).

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, program itu merupakan kerjasama antara Bekraf RI melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik, untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya profesi batik di Kabupaten Pamekasan.

Selain itu, sambung dia, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bahwa sertifikat kompetensi sangatlah penting dalam meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini juga bagian dari ikhtiar kami, dalam terus mendorong peningkatan ekonomi kreatif dan mewujudkan cita ideal Pamekasan Hebat, yakni Pamekasan Rajjha, bajjrha tor parjugha,” kata bupati.

Sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang membuat kompetensi industri ekonomi kreatif di lingkungan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), semakin menantang.

“Dan sebagai catatan, MEA tidak saja membuka bebas aliran barang, jasa dan investasi, melainkan juga tenaga kerja profesional yang berstandar internasional,” kata bupati.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan dalam acara fasilitasi sertifikasi profesi batik tulis Pamekasan hasil kerja sama Pemkab Pamekasan dengan Bekraf RI.

Kegiatan Bimbingan teknis/Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Batik yang dilaksanakan atas kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan Bekraf RI itu sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan profesionalis para perajin batik Pamekasan dalam menghadapi persaingan pasar bebas Asean.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti serangkaian uji kompetensi dan kemudian dinilai oleh tim asesor dari LSP Batik. Bimtek/Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Batik dilaksanakan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI adalah lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata.

Bekraf RI merupakan badan yang pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo, dan dikepalai oleh Triawan Munaf yang dilantik oleh Presiden pada tanggal 26 Januari 2015.

Bekraf RI memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di 16 subsektor, yaitu bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Bekraf RI memiliki 6 (enam) deputi yang terdiri dari Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan, Deputi Akses Permodalan, Deputi Infrastruktur, Deputi Pemasaran, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, serta Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Baddrut Tamam Ajak Pengusaha Dukung “Millenial Talent Hub”

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan dalam acara kunjungan Pemkot Bengkulu di Peringgitan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Senin (11/3/2019).

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak para pengusaha di wilayah itu mendukung program “Milenial Talent Hub“, yakni sebuah program berbasis daring yang berupaya mendorong terciptanya komunitas baru berbasis ekonomi.

“Ini penting agar program bantuan dari pihak perusahaan terarah dan efektif,” kata Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Forum CSR (Corporate Social Responsibility) bersama pimpinan perusahaan peringgitan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (12/3/2019)

Bupati menuturkan, program tersebut akan segera dilaunching dalam waktu dekat guna memberikan dorongan bagi generasi milenial untuk berusaha dengan memanfaatkan sarana internet.

“Ini sudah menjadi komitmen dan janji politik saya dan pak wabup untuk mendorong dan menciptakan 10 ribu pengusaha baru,” katanya.

Bupati mengatakan, program tersebut sudah dirancang dengan matang dan harus sesuai dengan target yang telah ditentukan. [Baca Juga: Bupati Baddrut Tamam ‘Ngevlog’ Bersama Mahasiswa Filipina]

Bupati Baddrut Tamam foto bareng dengan pemuda di Taman Aspirasi Rakyat.

Program CSR dari berbagai perusahaan yang ada di Pamekasan itu diharapkan bupati bisa tersalurkan merata di semua kecamatan di Pamekasan, sehingga bisa dirasakan oleh semua elemen di Pamekasan.

Selain itu, program CSR tersebut juga diharapkan bisa menumbuhkan gairah usaha baru, mampu menumbuhkan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda Pamekasan.

“Jadi, yang kita inginkan adalah dampak positif bisa dirasakan, dan ini akan terwujud, apabila semua perusahaan melakukan koordinasi dengan baik dan menyesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Pamekasan ini,” katanya.

Selanjutnya rapat koordinasi CSR itu dipimpin oleh koordinator Forum Arif Firdaus, pimpinan Bank Jatim Cabang Pamekasan. [Baca Juga: Lirik Lagu “Pamekasan Hebat]

Sejumlah perwakilan perusahaan yang hadir di rapat koordinasi Forum CSR Pamekasan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam jni antara lain dari Radio Suara Karimata FM, PT Dua Putri Kedaton, PDAM Pamekasan, dan sejumlah perusahaan lainnya di Kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan melakukan Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat dan Aman.

Tujuannya adalah membantu pengusaha UMKM dan Koperasi, serta masyarakat umum sampai di tingkat daerah terkecil (RT/RW/Kelurahan), agar mampu memanfaatkan Teknologi Informatika dan Komunikasi untuk mengoptimalkan komunikasi, penyediaan produk, pemasaran daring, distribusi, serta pengelolaan keuangan yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat global sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu juga yang tidak kalah penting adalah untuk meningkatkan sinergitas antar komponen bangsa dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di era digital.

Bupati Baddrut Tamam menjelaskan, program “Milenial Talent Hub” itu sebagai program pendukung dan percepatan program sinergi antara Pemkab Pamekasan dengan Kemenkominfo.

“Melalui koordinasi CSR itu tadi, kami berharap ada sinergi, sehingga apa yang hendak ingin kita wujudkan bisa tercapai dengan baik,” katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Slogan “Pamekasan Hebat” Jadi Inspirasi Bisnis Warga

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e di logo “Pamekasan Hebat”.

PAMEKASAN HEBAT – Slogan “Pamekasan Hebat” dari Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e, telah menginspirasi sebagian warga di bidang dunia usaha kreatif yang bernilai bisnis.

Melalui slogan ini, kini banyak warga Pamekasan yang membuat kerajinan bertuliskan “Pamekasan Hebat”, seperti papan nama pejabat di meja, sovenir, gantungan kunci kendaraan bermotor, topi, hingga pakaian.

Hasan (23) warga Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan kepada Antara di Pamekasan Jumat, menuturkan, slogan Pamekasan Hebat Bupati Baddrut Tamam itu, telah menginspirasi dirinya untuk membuat gantungan kunci kendaraan bermotor.

“Peminatnya lumayan banyak, dan gantungan kunci yang saya buat ini kini sangat diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda Pamekasan,” katanya, seperti dilansir jatim.antaranews.com.

Para pejabat publik di lingkungan Pemkab Pamekasan bahkan banyak juga yang membeli sovenir gantungan kunci kendaraan, buatannya itu.

Awalnya, sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini, slogan “Pamekasan Hebat” ditentang dan diolok-olok, karena dipersepsi terlalu muluk.

Sedangkan, potensi yang ada di Pamekasan, seperti potensi sumber daya alam, dan sumber daya manusia (SDM) tergolong biasa-biasa saja.

Namun, dalam perkembangannya, slogan ini justru digemari masyarakat. Apalagi, Baddrut Tamam langsung membuat baju dan topi bertuliskan “Pamekasan Hebat” yang pertama kali diperkenalkan dalam acara silaturrahmi dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan kala itu.

Desain baju Pamekasan Hebat yang kini mulai dijual masyarakat Pamekasan.

Perubahan pandangan masyarakat itu juga setelah Bupati Baddrut Tamam menjelaskan tentang arti sebenarnya dari slogan “Pamekasan Hebat”, yakni terwujudnya tata kelola pemerintah yang kreatif, inovatif, dan solutif dengan senantiasa tetap mengacu kepada nilai-nilai ke-Islam-an sebagai landasan normatif ideologis, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.

Berdasarkan slogan ini pula, Bupati Baddrut menerapkan kebijakan yang berpihak kepada pelestarian nilai-nilai keagamaan, dengan menutup tempat-tempat hiburan di ruang tertutup yang ada di Pamekasan, dan mendorong berkembangnya kesenian rakyat.

Dukungan masyarakat semakin kuat, setelah bupati membranding semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan dengan batik tulis Pamekasan dan bertuliskan “Pamekasan Hebat”.

Semangat dari slogan “Pamekasan Hebat” ini juga diwujudkan Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e dengan mendirikan Mall Pelayanan Publik di 47 hari kepemimpinan dirinya.

Kini, menjelang 100 hari kepemimpinannya, para pedagang baju terinspirasi menjual baju kemeja warna putih bertuliskan “Pamekasan Hebat” dan banyak diminati masyarakat Pamekasan, terutama kalangan generasi muda di wilayah itu.

Baju bertuliskan “Pamekasan Hebat” di bagian punggung dan tulisan “100 Hari Kerja” pada bagian belakang, serta tulisan ‘bajhra, rajha, tor parjugha’ mulai diburu oleh kalangan generasi muda Pamekasan karena dinilai gaul dan menginspirasi.

“Karena bagi kami, yang disebut hebat itu juga apabila mampu menginspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal-hal yang positif. Kami ingin memberikan kail kepada masyarakat, bukan ikan,” ujar Baddrut Tamam.

Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Bangsa (STIEBA) Pamekasan Akh Fawaid menilai, keberhasilan Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e mengimplementasikan ide yang mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, seperti sovenir dan baju juga tidak lepas dari tindakannya yang selalu tampil merakyat dan bergaul tanpa jarak dengan siapapun.

“Bupati Pamekasan ini mampu menempatkan diri, dan mampu menyesuaikan pola komunikasi dengan siapapun, termasuk mampu membaca peluang yang ada di sekitarnya,” kata Fawaid.

Ia menuturkan, kemampuan pola komunikasi Baddrut Tamam, sudah terlihat saat hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan.

Kala itu, Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e langsung menggunakan seragam batik tulis khas Pamekasan, sehingga saat yang bersangkutan kampanye, juga secara tidak langsung membantu mempromosikan batik tulis Pamekasan, karena semua pendukung dan tim suksesnya menggunakan seragam batik.

“Kreatif, inovatif, tanpa jarak dengan masyarakat, serta mampu membaca peluang yang ekonomi adalah kemampuan terpendam yang dimiliki duet pasangan muda Pamekasan saat ini,” katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Sinergi Pamekasan-Kemenkop Kembangkan Usaha Mikro

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan di acara Kunjungan Kerja Menteri Koperasi dan UKM di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan pada 15 Februari 2019.

PAMEKASAN HEBAT – Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan ekonomi sangat dibutuhkan, terutama dalam menyukseskan pengembangan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan sinergi dalam artian terlaksana program yang saling membantu dan menguntungkan, akan mempercepat terwujudnya pelaku usaha yang kreatif dan memiliki kemampuan memadai, di samping akan bisa membangun akses jaringan yang lebih luas.

Hakikat dari pertumbuhan ekonomi, menurut dia, apabila jaringan usaha semakin luas, kemampuan atau sumber daya manusia (SDM) memadai, dan kemampuan melakukan inovasi produk usaha yang terus menerus atau berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal itu, akses jaringan harus diperluas, di samping penting pula untuk memahami kebutuhan pasar dan membuka akses pasar baru dengan mempertimbangkan kebutuhan di daerah lain, baik tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional atau global.

“Di sinilah pentingnya adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dan dengan sinergi ini pada akhirnya diharapkan bisa mencarikan solusi berbagai persoalan pelaku ekonomi kita di Pamekasan ini,” kata Baddrut.

Kabupaten Pamekasan salah satu di antara empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur memiliki potensi ekonomi dari kekayaan alam yang disebut dia sebagai luar biasa.

Berbagai potensi itu, baik dari sisi sumber daya alam, kerajinan, seni budaya, maupun sektor jasa dan industri.

Penyerahan bantuan secara simboleh kepada pelaku usaha pemula di Kabupaten Pamekasan oleh Menteri Koperasi dan UKM

Dari sisi sumber daya alam di sektor kelautan dan perikanan, potensi ekonomi Pamekasan yang bisa dikembangkan apabila bisa dikelola secara profesional, adalah kuliner dan produksi garam.

“Kami memiliki kuliner khas dan hanya ada di Pamekasan, yakni ‘campor lorjuk’ dan ini tidak ada di daerah lain,” katanya. [Baca Juga: Membangun dan Menjaga Pesisir dengan Mangrove]

Industri produksi garam di Kabupaten Pamekasan juga potensial dengan jumlah produksi setiap tahun antara 90 hinggga 130 ribu ton.

Pamekasan juga kaya akan seni budaya tradisional yang memang ciri khas masyarakat setempat, seperti ‘Tari Topeng Gethak’, ‘Tari Rondhing’ dan festival kecantikan sapi atau yang dikenal masyarakat dengan nama “Sapi Sono”.

Dari industri kreatif dan kerajinan kreatif, Pamekasan dikenal dengan batik tulisnya, antara lain batik “Sekar Jagat” dan “Podhek” yang jumlahnya mencapai 155 motif.

Hanya saja, hal yang menjadi kendala dalam pengembangan potensi setempat selama ini, jaringan dan kemampuan para perajin dan pelaku usaha yang belum kreatif, sehingga belum bisa dikonversi secara signifikan menjadi bernilai ekonomis.

Di lembaga keuangan mikro, seperti koperasi, Pamekasan tergolong kabupaten yang lebih maju dibandingkan dengan tiga kabupaten lain di Pulau Madura. [Baca Juga: Menteri Koperasi Puspayoga Kagum Batik Tulis Pamekasan]

Pada sekitar April 2017, kabupaten berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa lebih ini, telah ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebagai kabupaten pertama yang menerapkan Koperasi Syariah.

Bupati Pamekasan kala itu, Achmad Syafii, mengumumkan sudah ada 160 koperasi dari total 695 koperasi yang terdata di Dinas Koperasi dan UKM yang menerapkan pola syariah.

“Pemerintah mendorong pengembangan koperasi syariah, untuk memanfaatkan potensi ekonomi di basis pondok pesantren, karena Pamekasan ini juga dikenal sebagai kota santri, di samping fokus program pembangunan kita pada Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam),” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan Djon Yulianto.

Anggaran Terbatas

Penyerahan sertifikat hak cipta motif batik kepada perajin batik tulis Pamekasan oleh Menteri Koperasi dan UKM di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

Sebagaimana Bupati Baddrut Tamam, Djon Yulianto menyatakan hal yang menjadi kendala untuk mempercepat pengembangan program yang telah ditetapkan pemkab itu, adalah anggaran daerah yang terbatas.

Keinginan kuat Pemkab Pamekasan untuk menghidupkan ekonomi mikro melalui sektor ini, belum didukung dana yang memadai. [Baca Juga: Sandiaga Uno Dukung Branding Batik Pemkab di Mobil Dinas]

Salah satu program Pemkab Pamekasan untuk menyiasati keterbatasan APBD ini dengan melakukan sinergi program dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

Pada 15 Februari 2019, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga datang ke Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan menandatangani nota kesepahaman sinergi program antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemkab Pamekasan.

Ada beberapa program yang disepakati antara Pemkab Pamekasan dan pihak kementerian untuk bersinergi, antara lain program bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan serta manajemen bagi pelaku usaha di daerah itu, serta bantuan modal kepada wirausaha baru.

Menkop Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga juga menyerahkan secara simbolis Nomor Induk Koperasi kepada tiga perwakilan, SK Badan Hukum Koperasi, sertifikat hak cipta, serta dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang pada tahun ini penyalurannya ditargetkan Rp1,5 triliun. Dana itu, terdiri atas Rp975 miliar untuk pembiayaan konvensional dan Rp525 miliar untuk pola syariah.

“Ini sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat pada program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan,” kata dia. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan hasil pilkada serentak pada 27 Juni 2018 itu, membentuk 10.000 wirausahawan baru dalam kurun waktu lima tahun.

Program ini dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi di sektor kewirausahaan, sekaligus program pendukung dalam meningkatkan ekonomi kreatif di Kabupaten Pamekasan.

“Kementerian Koperasi dan UKM merasa terbantu dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan ini, dan oleh karenanya, perlu adanya sinergi program,” katanya.

Direktur Inkubator Bisnis Universitas Madura (Unira) Pamekasan Dr Gazali menilai sinergi program yang telah dilakukan Pemkab Pamekasan bersama Kementerian Koperasi dan UMK cara efektif mengatasi keterbatasan anggaran daerah.

“Cara kreatif dan inovatif yang dilakukan Pemkab Pamekasan ini memang sangat dibutuhkan. Kami berkesimpulan bahwa Pemkab Pamekasan mampu mengatasi kekurangan justru menjadi kekuatan, dan jelas sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik pemkab maupun Kementerian Koperasi,” kata dia.

Hanya saja, hal yang perlu diperhatikan lebih serius ke depan agar pembinaan pengembangan ekonomi, termasuk bantuan modal usaha dari pemerintah, adalah tepat sasaran, merata, dan tidak hanya terfokus daerah tertentu.

Hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan, yakni usulan bantuan hendaknya berbasis program. (PAMEKASAN HEBAT)

Oleh Abd Aziz, Pewarta Perum LKBN Antara untuk wilayah Madura sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan. Tulisan dalam bentuk kharangan khas (karkas) ini telah dimuat di situs Jatim.Antaranews.Com, pada 17 Februari 2019)

Sandiaga Uno Dukung Branding Batik Pemkab di Mobil Dinas

Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno membeli batik “Sekar Jagat” di kios batik Pasar 17 Agustus, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (20/1/2019)

PAMEKASAN HEBAT – Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno mendukung branding batik tulis di semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan, karena sangat membantu perajin dalam meningkatkan perekonomian masyarakat perajin dan pedagang batik di wilayah itu.

“Itu bagus,” kata Sandi disela-sela kunjungannya di sentra batik tulis Pasar Tradisional 17 Agustus, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (20/1/2019) sore.

Bahkan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia nomor urut 2 ini, kagum dengan desain batik Pamekasan yang dijual pedagang batik di pasar itu.

Selain desainnya halus, warnanya juga cerah, sehingga cocok untuk kalangan masyarakat milenial.

“Saya ingin beli satu untuk istri saya yang khas Pamekasan,” kata Sandi saat mengunjungi kios batik Al-Abrar milik Abdurrahman di kios batik Pasar 17 Agustus itu.

Sandi langsung memilih batik motif Sekar Jagad klasik seperti motif batik yang dibranding di mobil dinas milik Pemkab Pamekasan dengan harga Rp1 juta. [Baca Juga: Unira Bantu Promosikan Batik Pamekasan ke Mahasiswa Filipina]

Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno saat berdialog dengan pelaku UKM di Pasar Tradisional 17 Agustus, Minggu (20/1/2019).

Menurut Abdurrahman, harga motif batik Sekar Jagad Klasik itu memang mahal, karena proses produksinya sangat lama, yakni 1 bulan untuk satu lembar batik.

“Kalau motif batik `Sekar Jagad` biasa Rp250 ribu per lembar. Tapi khusus yang ini memang jauh lebih mahal, bahkan yang seharga Rp5 juta juga ada,” ucap Rahman, sapaan pedagang yang juga perajin batil tulis Pamekasan ini.

Batik Sekar Jagad merupakan satu dari 114 motif batik khas Pamekasan yang populer di kalangan masyarakat Madura. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Beberapa waktu lalu, Pemkab Pamekasan menjadikan jenis motif batik Sekar Jagad ini, menjadi branding batik tulis di semua kendaraan dinas pemkab, baik kendaraan roda dua, maupun roda empat.

Cawapres Sandiaga Uno menyatakan, selain mendukong branding batik tulis di mobil dinas seperti dilakukan Pemkab Pamekasan, pihaknya juga berjanji akan membantu mempromosikan batik tulis di Pulau Madura lebih dikenal lagi.

“Kita akan memberikan bantuan lebih banyak biaya pemasaran. Kita akan bentuk, multy company diantaranya para wirausahawan batik di Madura jni,” ujar Sandi. [Baca Juga: Menteri Koperasi Puspayoga Kagum Batik Tulis Pamekasan]

Cawapres nomor urut 2 ini datang ke Pamekasan dalam rangka lawatan dan agenda kampanye di wilayah Jawa Timur.

Sebelum ke Pamekasan, Sandi juga melakukan kunjungan ke sejumlah daerah, yakni Surabaya dan Sampang, lalu ke Kabupaten Pamekasan.

Di kota ini, Sandi mengunjungi tiga lokasi, yakni Pasar Tradisional 17 Agustus, Pondok Pesantren Banyuanyar dan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata, Palengaan, Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Unira Bantu Promosikan Batik Pamekasan ke Mahasiswa Filipina

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama Menteri Koperasi dan UKM di acara promosi batik tulis Pamekasan di Jakarta.

PAMEKASAN HEBAT – Universitas Madura (Unira) Pamekasan, membantu promosi yang telah dilakukan Pemkab Pamekasan dengan memperkenal batik tulis hasil kerajinan warga di wilayah itu kepada mahasiswa asal Filipina yang mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa di kampus Unira Pamekasan.

Menurut Wakil Rektor (Warek) I Unira Pamekasan Faisal Estu Yulianto di Pamekasan, Sabtu (19/1/2019), pihaknya sengaja memperkenalkan batik tulis Pamekasan kepada mahasiswa asal Filipina itu, sebagai upaya untuk memperkenalkan hasil kerajinan kreatif masyarakat yang kini telah diakui dunia sebagai warisan budaya nonbendawi tersebut.

“Mereka kami ajak untuk melihat secara langsung proses produksi batik Pamekasan ke Desa Klampar yang memang merupakan sentra batik di Kabupaten Pamekasan ini,” kata Yulianto.

Di lokasi sentra batik ini, mahasiswa asal Filipina tersebut diperkenalkan tentang cara membatik, bahkan mereka juga mencoba membatik dengan meminta bimbingan kepada pengrajin batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan. [Baca Juga: Bercermin di Pasar Batik]

Yulianto menjelaskan, ada beberapa pertimbangan pihak kampus Unira memperkenalkan batik tulis Pamekasan kepada mahasiswa yang sedang melakukan pertukaran mahasiswa itu.

Selain untuk memperkenalkan budaya membatik masyarakat Pamekasan, langkah itu juga untuk membantu Pemkab Pamekasan yang saat ini sedang gencar mempromosikan batik tulis.

Mahasiswa asal Filipina saat berkunjung ke salah satu sentra batik di Pamekasan.

Menurut Rektor Unira Pamekasan Risqina, pertukaran mahasiswa ini berkat kerja sama dengan South Asean Minister Education Organization (SEAMEO), yakni organisasi yang dibentuk oleh seluruh Menteri Pendidikan yang ada dinegara-negara ASEAN. [Baca Juga: Pemkab Pamerkan Batik Tulis Pamekasan ke Surabaya]

“Dan Unira merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Pamekasan ini yang menjadi jujukan pertukaran mahasiswa ASEAN tahun ini,” kata Risqina.

Sebaliknya, mahasiswa Unira saat ini juga ada yang mengikuti pertukaran mahasiswa ke luar negeri dengan negara tujuan Thailand dan Filipina.

Tiga mahasiswa mengikuti pertukaran mahasiswa dengan negara tujuan ke Filipina. Mereka adalah Ririn Setiafi Jannah dari Fakultas Ekonomi, kemudian Firman dan Sofyan dari Fakultas Teknik Informatika serta Baddrus Syamsih dari Fakultas Ilmu Administrasi, dan satu mahasiswa lagi dengan tujuan negara Thailand.

Pertukaran mahasiswa ini dalam bentuk pembelajaran selama 28 hari mulai dari tanggal 14 Januari sampai 10 Februari 2019, yang diikuti Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Dalam satu tahun dilakukan sebanyak dua kali. [Baca Juga: Menteri Koperasi Puspayoga Kagum Batik Tulis Pamekasan]

Sementara Unira sendiri baru mengikuti mahasiswa dari kampus tersebut awal tahun 2019 ini, dan juga menerima dua mahasiswa dari Filipina, yakni Raymond M. Espedion dan Hannah Grace A. melakukan pertukaran studi (Student Exchange) dari Ilo-Ilo Science and Technology University (ISATU) Philipines.

“Fokus pertukaran ini pada bidang pendidikan, yakni membandingkan metode pembelajaran antara Indonesia dan Filipina,” katanya, menjelaskan.

Kendatpun demikian, sambung Rektor Risqina, pihaknya juga memandang perlu memperkenalkan banyak hal terkait potensi yang ada di Pamekasan kepada para peserta pertukaran mahasiswa itu, salah satunya batik tulis Pamekasan. [Baca Juga: Bupati Ingin Nuansa Batik Ditonjolkan di Bangunan Kampung Batik]

“Tujuannya, agar mereka mengetahui potensi budaya yang ada di Pamekasan ini disamping komitmen kami juga membantu pemkab yang saat ini sedang gencar mempromosikan batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan,” kata Rektor Unira Risqina, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Menteri Koperasi Puspayoga Kagum Batik Tulis Pamekasan

Istri Bupati Pamekasan Naila Baddrut Tamam dan istri Menteri Koperasi dan UKM RI Ayu Bintang Puspayoga saat meninjau lokasi sentra batik di Dusun Podhek, Desa Rangperang Daya, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jumat (18/1/2019).

PAMEKASAN HEBAT – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, mengunjungi sentra batik tulis di Kabupaten Pamekasan, Jumat (18/1/2019) dan mengaku kagum dengan hasil produksi batik warga di wilayah itu.

Menteri Puspayoga bersama rombongan datang ke Pamekasan bersama istri Ayu Bintang Puspayogo dan meninjau secara langsung sentra batik tulis di Dusun Podhek, Desa Rangperang Daya, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

“Kami datang kesini untuk melihat secara langsung bagaiman proses produksi batik tulis Pamekasan, serta upaya pemberdayaan kepada para pengrajin yang hendak dilakukan Pemkab Pamekasan,” katanya. [Baca Juga: Menguatkan Identitas Pamekasan Sebagai Kota Batik]

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan mendampingi menteri ke Dusun Podhek, Desa Rangperang Daya, sekitar 10 kilometer ke arah barat Kota Pamekasan.

Kecamatan Proppo, merupakan salah satu kecamatan dengan sentra batik terbanyak dibanding kecamatan lain di Pamekasan, yakni sebanyak 12 sentra dari total 28 sentra batik, se-Kabupaten Pamekasan, termasuk di Desa Rangpenang.

Dari 28 sentra batik yang ada di Pamekasan dengan jumlah sekitar 1.200 unit usaha ini, total jumlah batik yang berhasil diproduksi sebanyak 309.000 lembar batik setiap tahun dengan taksiran nilai produksi sekitar Rp24 miliar. [Baca Juga: Terpikat Batik Madura, Koselor Jerman-Amerika Siap Bantu Promosi]

Selain untuk melihat secara langsung sentra batik yang ada di Pamekasan, Menteri Koperasi dan UKM ini tertarik datang langsung ke Pamekasan berkat promosi yang sedang digencarkan Pemkab Pamekasan, baik melalui media sosial, pemberitaan media massa, maupun melalui branding batik tulis di semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bambang Edy Suprapto diskusi santai di tewas salah seorang pengrajin batik di Dusun Podhek, Desa Rangperang Daya, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jumat (18/1/2019).

Puspayoga menilai, promosi batik yang dilakukan Pemkab Pamekasan sebagai tolok ukur akan kekuatan industri batik yang ada di Pamekasan, apalagi melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan perajin batik tulis Pamekasan. [Baca Juga: Demi Penguatan Ekonomi, Pusatpun Diminta Berbaur Bantu Promosi Batik]

“Proses produksinya alami dan bagus, dan ini merupakan potensi yang bagus,” kata Puspayoga.

Dalam kesempatan itu, Menteri Puspayoga menyempatkan diri berbincang santai dengan warga seputar batik tulis, serta proses produksi secara lesehan.

“Saat ini Pemkab Pamekasan telah membantu kami para pengrajin dengan mengecat mobilnya dengan batik, dan mengharuskan pegawai menggunakan seragam batik pada hari-hari tertentu. Jika Pak Menteri membantu promosi juga, akan lebih bagus hasil penjualan kami,” kata warga setempat Abdus Somat. [Baca Juga: Seniman Pamekasan Terima Undangan Pentas di Jerman]

Saat ini, jumlah motif batik tulis di Kabupaten Pamekasan terdata sebanyak 144 motif batik.

Antara lain, motif Matahari, Sekar Jagad, Tiga Dimensi, Terang Bulan Kupu-kupu Leres, Rang-kerang Warna, Kismis, dan Liris Jagat.

“Kalau batik tulis yang menjadi branding mobil dinas Pemkab Pamekasan itu, adalah motif batik Sekar Jagad,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (PAMEKASAN HEBAT)

Terpikat Batik Madura, Konselor Jerman-Amerika Siap Bantu Promosi Batik

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan dalam acara pameran UKM Se-Madura di Jakarta.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, konselor dua negara, yakni Jerman dan Amerika Serikat siap membantu memprosikan batik tulis Madura di negara tempat mereka bertugas.

“Konselor dari dua negara itu bersedia membantu untuk mempromosikan batik Madura melalui jaringan yang mereka punya, setelah kemarin sempat datang ke lokasi pameran UKM se-Madura yang digelar di Jakarta mulai tanggal 28 hingga 29 November 2018 kemarin,” ujar Baddrut Tamam dalam keterangan persnya yang diterima pamekasanhebat.com, Kamis (30/11/2018) malam.

Konselor dua negara tersebut, yakni Jerman dan Amerika datang Gedung Smesco Indonesia, tempat pameran UKM yang digelar Pemkab Se-Madura digelar.

Mereka melihat secara langsung pameran UKM dari empat kabupaten di Pulau Garam tersebut, yakni Pemkab Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Pemkab Bangkalan.

Bahkan, sambung bupati muda ini, perwakilan konselor dari dua negara itu, membeli batik tulis Pamekasan. “Rupanya, mereka sangat tertarik,” ucap Baddrut..

Selanjutnya, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur ini menceritakan kondisi pemasaran batik tulis di Madura, khususnya Pamekasan, bahwa dalam dua tahun terakhir ini lesu.

“Waktu itu kami sampaikan bahwa batik tulis Madura sebenarnya tidak kalah dengan batik Yogyakarta dan Solo,” ujarnya.

Mantan Wabup Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirjo bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di acara pameran UKM di Jakarta.

Hanya saja, sambung dia, di kancah nasional, batik dari dua daerah itu justru yang terkenal, sedangkan batik Madura tidak, meskipun secara kualitas tidak kalah.

“Dari perbincangan itu, mereka tertarik, bahkan memborong batik tulis Pamekasan. Mereka juga dengan senang hati bersedia membantu ikut mempromosikan batik Madura, melalui jaringan yang dia punya,” kata Baddrut, menjelaskan.

Mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lebih lanjut menjelaskan, Madura memiliki potensi bagus di sektor UKM dan kerajinan batik tulis.

Saat ini, ada sebanyak 52.200 UKM dengan jumlah sebanyak 3.625 koperasi dan 7.080 perajin batik dari total jumlah pendudukan sebanyak sekitar 4 juta jiwa.

Hanya saja, pembinaan terhadap potensi lokal yang ada di Madura belum tergarap secara maksimal, terutama promosi batik tulis.

Oleh karenanya, kegiatan pameran UKM yang didalamnya juga memasarkan produk unggulan berupa batik tulis, merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan batik tulis Madura agar lebih dikenal luas masyarakat.

“Kepentingan saya, agar batik tulis Pamekasan ini semakin dikenal, dan jika telah dikenal, peluang pasarnya tentu jauh lebih baik,” ujar Baddrut.

Ia menuturkan, sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada Pilkada 27 Juni 2018 bersama wakilnya Raja’e, program utamanya adalah peningkatan kewirausahaan, guna menekan terjadinya pengangguran.

“Batik tulis menjadi perioritas, karena batik yang ada di Madura, khususnya di Pamekasan sebenarnya memiliki kualitas bagus, namun belum ditopang pola promosi yang massif. Pameran di Jakarta yang kami gelar selama dua hari merupakan salah satu upaya yang kami lakukan,” pungkasnya. (PAMEKASAN HEBAT)

Demi Penguatan Ekonomi, Pusatpun Diminta Berbaur Bantu Promosikan Batik Madura

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam bersama Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga di acara pameran UKM di Jakarta. Baddrut meminta agar pemerintah pusat ikut proaktif mempromosikan batik tulis Madura, demi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Madura.

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam meminta pemerintah pusat ikut membantu empat kabupaten di Pulau Madura untuk mempromosikan batik tulis hasil kerajinan masyarakat di wilayah itu.

“Ini kami menyampaikan saat acara pembukaan acara pameran UKM empat kabupaten se-Madura yang digelar di Jakarta Rabu pagi,” katanya, seperti dilansir Jatim.Antaranews.Com, Rabu (28/11/2018) malam.

Dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media terkait kegiatan pameran UKM se-Madura yang digelar di Jakarta pada 28 hingga 29 November 2018, Bupati menjelaskan, permintaan itu disampaikan secara langsung kepada Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga.

Menurut Bupati, Madura memiliki potensi bagus di sektor UKM dan kerajinan batik tulis.

Foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dengan peserta pameran UKM.

Secara umum, lanjut dia, empat Kabupaten di Madura, yakni Sampang, Bangkalan, Sumenep dan Pamekasan memang masih tertinggal dibanding wilayah lain.

Menurut dia, di pulau tersebut, saat ini ada sebanyak 52.200 UKM dengan jumlah sebanyak 3.625 koperasi dan 7.080 perajin batik dari total jumlah pendudukan sebanyak sekitar 4 juta jiwa.

Hanya saja, pembinaan terhadap potensi lokal yang ada di Madura belum tergarap secara maksimal.

“Saya pikir jika pembinaan kepada mereka dilakukan secara berkesinambungan, maka optimistis Madura akan mampu mengejar ketertinggalan dibanding wilayah lain di Indonesia ini,” kata Bupati.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur memberi contoh, batik Madura yang hampir semuanya merupakan batik tulis, namun masih kalah populer dibanding batik Solo maupun Yogyakarta.

“Padahal batik Madura ini kualitasnya sangat bagus, namun karena kurang promosi, maka gaungnya kurang dirasakan dibanding batik-batik lainnya,” katanya.

Oleh karenanya, Bupati mengharapkan peran aktif pemerintah pusat untuk ikut mempromosikan batik Madura, sehingga hasil kerajinan rakyat Madura terangkat.

“Misalnya tadi kami menyampaikan kepada Menteri, seminggu sekali, pegawai pegawai kementerian di tingkat pusat, diwajibkan memakai batik Madura. Harapan saya selaku kepala daerah seperti itu,” kata bupati muda asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan ini.

Menurut dia, sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada Pilkada 27 Juni 2018 bersama wakilnya Raja`e, program utamanya adalah peningkatan kewirausahaan, guna menekan terjadinya pengangguran.

“batik tulis menjadi perioritas, karena batik yang ada di Madura, khususnya di Pamekasan sebenarnya memiliki kualitas bagus, namun belum ditopang pola promosi yang massif,” katanya.

Makanya, salah satu upaya yang kini terus gencar dilakukan Pemkab Pamekasan adalah dengan mengadakan pameran, seperti yang digelar di Jakarta pada 28 hingga 29 November 2018 itu. (PAMEKASAN HEBAT)